Desain Tower Air Beton Kapasitas 10 Ton DWG

Table of Contents

Desain Tower Air Beton Kapasitas 10 Ton DWG

Dokumen teknis ini menyajikan detail rekayasa komprehensif mengenai Desain Tower Air Beton Kapasitas 10 Ton yang dikonstruksi menggunakan sistem beton bertulang monolit. Desain ini mengintegrasikan struktur atas berupa tangki air beton dan struktur penyangga portal terbuka, yang ditumpu oleh sistem pondasi telapak dengan perkuatan cerucuk kayu untuk stabilisasi tanah lunak. Konfigurasi struktur mencakup elemen vertikal kolom beton 30/30, balok pengikat (tie beam), serta pelat dinding dan lantai tangki dengan spesifikasi campuran beton kedap air. Sistem utilitas yang terpasang meliputi jaringan perpipaan inlet, outlet, dan drainase yang diatur dengan kemiringan lantai dasar tangki sebesar 1% untuk efisiensi pengurasan, serta dilengkapi fasilitas aksesibilitas berupa tangga vertikal dan pagar pengaman.

Informasi Umum File


  • Identifikasi Berkas Utama
    Menyajikan satu set lengkap gambar kerja teknis (DED) yang mencakup denah, tampak, potongan, detail penulangan, dan skema pemipaan struktur menara air.
  • Karakteristik Visual Gambar
    Mencakup proyeksi ortogonal lengkap (denah, tampak, potongan), detail penulangan beton (reinforcement details), skema pemipaan, dan spesifikasi material konstruksi.
  • Struktur Konten Dokumentasi
    Terdiri dari 4 lembar gambar yang meliputi arsitektur umum, struktur bawah (pondasi), detail sambungan arsitektural, dan jadwal penulangan balok-kolom.
  • Spesifikasi Material Utama
    Menetapkan penggunaan beton mutu tinggi dengan campuran 1:1,5:2,5 untuk struktur tangki dan kolom, serta pemanfaatan pipa PVC AW dan pipa besi medium untuk sistem mekanikal.

Data Teknis & Spesifikasi Material

Data ini dikelompokkan berdasarkan disiplin pekerjaan untuk memudahkan referensi teknis dan pengadaan material.

Kategori PekerjaanKomponen / ItemSpesifikasi Teknis & Dimensi
I. STRUKTUR BETONMutu Beton UtamaCampuran 1 : 1,5 : 2,5 (Setara K-225/K-250)
Lantai Kerja (Lean Concrete)Beton Campuran 1 : 3 : 5
Kolom Utama (K1)Dimensi 300 x 300 mm
Balok Struktur IndukDimensi 200 x 400 mm
Balok Pengikat / SloofDimensi 200 x 300 mm
Dinding TangkiBeton Bertulang Tebal 15 cm
Lantai Dasar TangkiBeton Bertulang Tebal 15 cm (Slope 1%)
II. PONDASI & GEOTEKNIKTipe PondasiPondasi Telapak Setempat (P1)
Dimensi Tapak150 cm x 150 cm (Estimasi visual dari skala)
Perkuatan TanahCerucuk Kayu Keras Ø 10 cm, Panjang 3 m
Jarak CerucukSetiap jarak 300 mm
Kedalaman Galian-1.00 meter dari muka tanah
III. PENULANGAN (BESI BETON)Tulangan Kolom (30/30)Utama: 8 D16 | Sengkang: Ø8-150
Tulangan Balok (20/40)Utama: 3 D16 (Atas/Bawah) | Sengkang: Ø8-100/150
Tulangan Pondasi (P1)Jaring Ø12-150
Tulangan Dinding TangkiBesi Ø10-150 (Rangkap)
Stek Kolom (Starter Bar)8 D16
IV. MEKANIKAL & PERPIPAANPipa OutletPVC AW Diameter 4 inch
Pipa Penguras (Drain)PVC AW Diameter 3 inch
Pipa Inlet / PengisiPipa Hitam Medium Ø 1.5 inch
Pipa Distribusi VertikalPipa Hitam Medium Ø 2 inch
Valve (Kran)Gate Valve 4 inch & Gate Valve 3 inch
V. ARSITEKTURAL & LAINNYAPagar (Railing)Pipa Hitam Medium 1 inch (Handrail)
Tiang PagarKolom Praktis Beton 10x10 cm
Tangga MonyetBesi Beton Ø 16 mm (Anak Tangga)
Angkur RailingØ 12 mm, Panjang 150 mm
Base Plate RailingPelat Baja Tebal 8 mm
GroutingNon-shrink Grout Tebal 25 mm

Uraian Teknis Per Halaman

1. Denah, Tampak, dan Potongan Arsitektural


Tampak samping struktur menara air beton 10 ton dengan sistem rangka pemikul momen kolom 30x30 cm.

Halaman ini mendefinisikan geometri global dan tata letak sistem menara air. Struktur utama terdiri dari empat kolom beton bertulang dimensi 300x300 mm yang menopang tangki air di bagian atas. Dinding tangki dirancang dengan ketebalan 15 cm menggunakan beton bertulang campuran 1:1,5:2,5 untuk menjamin kekedapan air (watertightness). Sistem pemipaan mekanikal diintegrasikan secara vertikal di sepanjang sisi menara, mencakup pipa outlet PVC AW 4 inci, pipa kuras 3 inci, dan pipa inlet besi medium.

  • Dimensi Struktur Utama
    Menampilkan kolom beton 30/30 dan balok penyangga 20/40 serta 20/30 yang membentuk portal kaku (rigid frame).
  • Konfigurasi Dinding Tangki
    Menetapkan ketebalan dinding geser beton sebesar 150 mm untuk menahan tekanan hidrostatis air kapasitas 10 ton.
  • Sistem Drainase Dasar
    Merancang kemiringan lantai dasar tangki (slope) sebesar 1% mengarah ke lubang kuras untuk mencegah sedimentasi.
  • Jaringan Utilitas Mekanikal
    Merinci jalur pipa distribusi air bersih dan pipa pengurasan yang dilengkapi Gate Valve diameter 3 inci dan 4 inci.
  • Spesifikasi Campuran Beton
    Mewajibkan penggunaan rasio campuran 1:1,5:2,5 pada elemen vital tangki guna meminimalkan porositas beton.
  • Fasilitas Aksesibilitas
    Menggambarkan posisi tangga monyet dari pipa besi dan pagar pengaman keliling di area dak beton atas.
  • Elevasi Balok Pengikat
    Menunjukkan adanya balok tie beam pada ketinggian tengah kolom untuk mengurangi panjang tekuk efektif kolom struktur.

2. Denah dan Detail Struktur Bawah


Detail pondasi telapak P1 diperkuat cerucuk kayu keras diameter 10cm panjang 3 meter untuk tanah lunak.

Bagian ini menguraikan rekayasa geoteknik dan struktur bawah (sub-structure). Pondasi menggunakan sistem telapak setempat (pad footing) tipe P1 yang dihubungkan oleh balok sloof ukuran 200/300 mm. Mengingat indikasi kondisi tanah, desain ini menerapkan perkuatan tanah menggunakan cerucuk kayu keras diameter 10 cm sepanjang 3 meter di bawah setiap tapak pondasi untuk meningkatkan daya dukung tanah dan mengurangi penurunan (settlement).

  • Konfigurasi Pondasi P1
    Mendetailkan dimensi tapak dan penulangan jaring (wire mesh) D12-150 serta tulangan starter kolom 8 D16.
  • Sistem Perbaikan Tanah
    Menggunakan cerucuk kayu keras Ø10 cm panjang 300 cm dengan jarak pusat-ke-pusat 30 cm sampai mencapai tanah keras.
  • Integrasi Balok Sloof
    Menghubungkan keempat pondasi telapak dengan balok beton bertulang 20/30 untuk menahan gaya geser diferensial.
  • Lapisan Lantai Kerja
    Menspesifikasikan penggunaan beton lean concrete campuran 1:3:5 setebal 50 mm di bawah tapak pondasi.
  • Elevasi Dasar Galian
    Menetapkan level dasar pondasi pada kedalaman -1.00 meter dari muka tanah asli (+0.00).
  • Detail Penulangan Kolom
    Memperlihatkan konfigurasi sengkang Ø8-150 dan tulangan utama yang menerus dari pondasi ke kolom atas.
  • Dimensi Grid Pondasi
    Menampilkan jarak antar as kolom sejauh 350 cm (3,5 meter) membentuk bujur sangkar yang simetris.

3. Detail Sambungan dan Aksesoris Utilitas


Skema penulangan kolom beton 30x30 cm menggunakan 8 besi ulir D16 dan sengkang diameter 8mm jarak 150mm.

Halaman ini menyajikan detail pertemuan elemen struktur (joint details) dan fabrikasi komponen pendukung. Detail 1 memvisualisasikan hubungan antara kolom, balok lantai tangki, dan dinding tangki, yang merupakan titik kritis untuk kebocoran. Selain itu, terdapat detail tangga vertikal yang menggunakan kombinasi tiang beton dan anak tangga besi, serta detail railing pengaman yang dipasang pada pelat lantai beton.

  • Pertemuan Balok-Kolom-Dinding
    Merinci penulangan sudut pertemuan dinding tangki dan lantai dengan besi Ø10-150 untuk menahan momen jepit.
  • Konstruksi Tangga Hibrida
    Menggabungkan kolom praktis beton 10x10 cm sebagai tiang penyangga dengan anak tangga besi beton Ø16 mm.
  • Sistem Angkur Railing
    Menggunakan Base Plate tebal 8 mm dan angkur diameter 12 mm panjang 150 mm yang di-grouting ke beton.
  • Pagar Pengaman Pipa
    Mendetailkan penggunaan pipa hitam medium diameter 1 inci dan 1,5 inci sebagai handrail horizontal dan vertikal.
  • Ketebalan Pelat Lantai
    Mengonfirmasi tebal pelat dasar tangki sebesar 15 cm, setara dengan tebal dinding vertikal.
  • Penetrasi Pipa Lantai
    Menunjukkan detail bobokan atau sleeve untuk jalur pipa outlet PVC 4 inci yang menembus balok/lantai beton.
  • Detail Pembesian Sudut
    Memperlihatkan tulangan ekstra pada sudut pertemuan lantai dan dinding untuk mencegah retak akibat tegangan tarik diagonal.

4. Detail Penulangan Balok dan Kolom


Potongan dinding tangki beton tebal 15cm campuran kedap air 1:1.5:2.5 dilengkapi pipa outlet PVC AW 4 inci.

Dokumen ini memuat jadwal penulangan (reinforcement schedule) untuk elemen balok dan kolom utama. Struktur dirancang dengan daktilitas yang memadai melalui pengaturan jarak sengkang yang berbeda antara daerah tumpuan dan lapangan. Balok struktur dibagi menjadi tipe 20/40 (induk) dan 20/30 (pengikat/sloof), sementara kolom utama menggunakan dimensi 30/30 seragam.

  • Penulangan Balok 20/40
    Menggunakan tulangan utama 3 D16 di sisi atas dan bawah, dengan sengkang Ø8-100 di tumpuan dan Ø8-150 di lapangan.
  • Spesifikasi Kolom 30/30
    Diperkuat dengan 8 buah tulangan ulir D16 dan sengkang pengikat Ø8-150 sepanjang tinggi kolom.
  • Penulangan Balok 20/30
    Menerapkan tulangan longitudinal 3 D12 (atas) dan 2 D12 (bawah) serta tulangan pinggang (skin reinforcement) 2 D12.
  • Detail Kait Sengkang
    Memperlihatkan pembengkokan ujung sengkang 135 derajat (kait gempa) untuk pengekangan inti beton yang optimal.
  • Distribusi Tulangan Geser
    Membedakan jarak sengkang yang lebih rapat (100 mm) pada area dekat tumpuan kolom untuk menahan gaya geser maksimum.
  • Selimut Beton Struktur
    Tersirat dalam gambar potongan dengan jarak bersih tulangan ke tepi luar beton sekitar 20-30 mm.
  • Denah Grid Balok
    Memberikan panduan posisi pemasangan balok tipe 20/40 dan 20/30 dalam kesatuan sistem portal ruang.

File DWG

Untuk keperluan analisis struktur lanjutan, perhitungan volume material (RAB), atau referensi penggambaran teknik sipil, file gambar kerja asli dalam format CAD (DWG) yang menjadi sumber analisis teknis ini dapat diakses melalui tautan berikut.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Newer Posts Older Posts

Post a Comment