Desain Tower Air Beton Kapasitas 20 Ton DWG

Table of Contents

Desain Tower Air Beton Kapasitas 20 Ton DWG

Dokumen teknis ini menguraikan spesifikasi rekayasa komprehensif mengenai Desain Tower Air Beton Kapasitas 20 Ton DWG yang dibangun menggunakan konstruksi beton bertulang monolit. Sistem struktur dirancang dengan mekanisme portal kaku (rigid frame) yang terdiri dari empat kolom utama 30/30 dan balok pengikat (tie beam) untuk menopang beban hidrostatis air serta beban mati struktur. Desain ini mengintegrasikan struktur bawah berupa pondasi telapak yang diperkuat dengan cerucuk kayu keras untuk stabilisasi tanah dasar, serta struktur atas berupa tangki beton kedap air dengan ketebalan dinding dan lantai 15 cm. Sistem utilitas mekanikal mencakup jaringan perpipaan inlet, outlet, dan drainase yang diatur secara presisi dengan kemiringan lantai (slope) 1% untuk efisiensi operasional.

Informasi Umum File


  • Identifikasi Dokumen Referensi
    Menyajikan satu set lengkap gambar kerja standar yang mencakup denah, tampak, potongan, serta detail penulangan elemen struktural utama menara air dari pondasi hingga atap tangki.
  • Lingkup Visualisasi Teknis
    Mencakup 4 lembar gambar teknik yang menyajikan denah, tampak, potongan melintang, serta detail penulangan elemen struktural dari pondasi hingga atap tangki.
  • Spesifikasi Material Konstruksi
    Menetapkan penggunaan campuran beton 1:1,5:2,5 untuk elemen struktural utama dan pipa PVC AW serta pipa besi hitam medium untuk sistem mekanikal.
  • Dimensi Geometri Utama
    Menampilkan struktur dengan grid kolom 3500 x 3500 mm dan ketinggian elevasi yang mengakomodasi tekanan gravitasi distribusi air.

Data Teknis & Spesifikasi Material

Data ini dikelompokkan berdasarkan disiplin pekerjaan untuk memudahkan referensi teknis, perhitungan volume, dan pengadaan material.

Kategori PekerjaanKomponen / ItemSpesifikasi Teknis & Dimensi
I. STRUKTUR BETONMutu Beton UtamaCampuran 1 : 1,5 : 2,5 (Setara K-225/K-250)
Lantai Kerja (Lean Concrete)Beton Campuran 1 : 3 : 5
Kolom UtamaDimensi 300 x 300 mm
Balok Struktur IndukDimensi 200 x 400 mm
Balok Pengikat / SloofDimensi 200 x 300 mm
Dinding TangkiBeton Bertulang Tebal 15 cm
Lantai Dasar TangkiBeton Bertulang Tebal 15 cm (Slope 1%)
II. PONDASI & GEOTEKNIKTipe PondasiPondasi Telapak Setempat (P1 & P2)
Perkuatan TanahCerucuk Kayu Keras Ø 10 cm, Panjang 3 m
Jarak CerucukSetiap jarak 300 mm
Kedalaman Galian-1.00 meter dari muka tanah
III. PENULANGAN (BESI BETON)Tulangan Kolom (30/30)Utama: 8 D16 | Sengkang: Ø8-150
Tulangan Balok (20/40)Utama: 3 D16 (Atas/Bawah) | Sengkang: Ø8-100/150
Tulangan Balok (20/30)Utama: 3 D12 & 2 D12 | Sengkang: Ø8-150
Tulangan Pondasi (P1/P2)Jaring Ø12 - Jarak 150 mm
Tulangan Dinding TangkiBesi Ø10 - Jarak 150 mm (Rangkap)
Stek Kolom (Starter Bar)8 D16
IV. MEKANIKAL & PERPIPAANPipa OutletPVC AW Diameter 4 inch
Pipa Penguras (Drain)PVC AW Diameter 3 inch
Pipa Inlet / PengisiPipa Hitam Medium Ø 1.5 inch
Pipa Distribusi VertikalPipa Hitam Medium Ø 2 inch
Valve (Kran)Gate Valve 4 inch & Gate Valve 3 inch
V. ARSITEKTURAL & LAINNYAPagar (Railing)Pipa Hitam Medium 1.5 inch & 1 inch
Tiang PagarKolom Praktis Beton 10x10 cm
Tangga MonyetBesi Beton Ø 16 mm (Anak Tangga)
Angkur RailingØ 12 mm, Panjang 150 mm
Base Plate RailingPelat Baja Tebal 8 mm
GroutingNon-shrink Grout Tebal 25 mm

Uraian Teknis Per Halaman

1. Tata Letak Arsitektural dan Skema Pemipaan


Tampak depan menara air beton 20 ton dengan sistem perpipaan PVC AW 4 inci dan dinding tebal 15cm.

Halaman ini mendefinisikan geometri global menara air, mencakup elevasi tampak dan potongan vertikal. Struktur tangki dirancang dengan dinding beton bertulang setebal 15 cm untuk menahan tekanan air lateral. Sistem pemipaan diintegrasikan pada sisi luar struktur, menggunakan pipa outlet PVC AW diameter 4 inci dan pipa penguras (drain) diameter 3 inci. Lantai dasar tangki didesain dengan kemiringan 1% menuju lubang kuras untuk mencegah endapan lumpur.

  • Konfigurasi Grid Struktur
    Menetapkan jarak as-ke-as antar kolom sejauh 3500 mm, memberikan stabilitas dimensi untuk menopang beban 20 ton.
  • Spesifikasi Dinding Tangki
    Menggunakan beton bertulang campuran 1:1,5:2,5 setebal 150 mm untuk menjamin kekedapan air (watertightness).
  • Sistem Distribusi Air
    Merinci penggunaan pipa outlet PVC AW 4" dan inlet pipa besi hitam medium 1.5" yang dilengkapi Gate Valve.
  • Mekanisme Pengurasan
    Menempatkan pipa drainase 3" pada titik terendah lantai tangki yang memiliki kemiringan 1% (slope).
  • Elemen Balok Penumpu
    Menggunakan balok beton ukuran 20/40 sebagai penopang utama lantai tangki dan balok 20/30 sebagai pengikat horizontal.
  • Aksesibilitas Struktur
    Menyediakan tangga vertikal dari pipa besi hitam dan area inspeksi yang aman dengan pagar pengaman.
  • Hierarki Kolom Struktur
    Menggunakan kolom beton 30/30 cm yang menerus dari pondasi hingga ring balok atas tangki.

2. Denah Pondasi dan Detail Arsitektural


Potongan detail pondasi telapak P1 diperkuat cerucuk kayu keras diameter 10cm panjang 3 meter untuk stabilitas tanah.

Bagian ini menyajikan denah tata letak pondasi dan detail sambungan elemen arsitektural. Pondasi dirancang dengan tipe telapak setempat (pad footing) yang dihubungkan oleh balok sloof 20/30. Detail khusus ditampilkan untuk sambungan sudut antara dinding dan lantai tangki (Detail 1), yang merupakan area kritis tegangan. Selain itu, terdapat detail fabrikasi tangga dan pagar (railing) yang menggunakan sistem angkur baut pada beton.

  • Tata Letak Pondasi
    Memetakan posisi pondasi tipe P1 di sudut-sudut utama dan balok sloof pengikat yang membentuk grid tertutup.
  • Detail Pertemuan Sudut
    Memperlihatkan penulangan ekstra pada sambungan dinding-lantai tangki untuk menahan momen jepit akibat tekanan air.
  • Konstruksi Tangga Besi
    Menggunakan pipa besi hitam medium 1" dan 1.5" dengan anak tangga besi beton 16 mm.
  • Sistem Pengangkuran Railing
    Mendetailkan penggunaan Base Plate tebal 8 mm dan angkur diameter 12 mm yang ditanam dengan grouting 25 mm.
  • Lapisan Lantai Kerja
    Menspesifikasikan beton mutu rendah (lean concrete) campuran 1:3:5 setebal 50 mm di bawah struktur.
  • Penulangan Dinding Tangki
    Menggunakan besi diameter 10 mm dengan jarak 150 mm (10-150) pada sisi dalam dan luar (double layer).
  • Balok Pengikat Bawah
    Menunjukkan dimensi sloof 20/30 cm yang berfungsi meratakan penurunan tanah (settlement).

3. Detail Pondasi dan Perkuatan Tanah


Gambar kerja penulangan kolom beton 30x30 cm menggunakan 8 batang besi ulir D16 dan sengkang diameter 8mm.

Halaman ini fokus pada rekayasa geoteknik dan struktur bawah. Pondasi telapak (P1) diperkuat dengan sistem cerucuk kayu keras untuk meningkatkan daya dukung tanah lunak. Potongan P1 dan P2 memperlihatkan elevasi penggalian dan konfigurasi tulangan pondasi serta kolom starter.

  • Sistem Perbaikan Tanah
    Menerapkan cerucuk kayu keras diameter 10 cm panjang 3 meter dengan jarak spasi 300 mm di bawah tapak.
  • Geometri Tapak Pondasi
    Mendetailkan dimensi dan kedalaman penanaman pondasi pada elevasi -1.00 meter dari muka tanah.
  • Penulangan Tapak P1
    Menggunakan besi beton diameter 12 mm jarak 150 mm (12-150) untuk menahan gaya tarik pada dasar pondasi.
  • Tulangan Starter Kolom
    Memperlihatkan 8 buah besi ulir D16 yang ditanam ke dalam pondasi sebagai stek kolom utama 30/30.
  • Detail Tulangan Sengkang
    Mengatur jarak sengkang kolom 8-150 di area tumpuan pondasi untuk pengekangan beton.
  • Konfigurasi Sloof Pengikat
    Menampilkan penulangan balok sloof dengan besi utama 2 D16 atas dan 2 D16 bawah.
  • Elevasi Galian Efektif
    Menetapkan dasar lantai kerja pada kedalaman galian untuk memastikan stabilitas terhadap gaya guling.

4. Detail Penulangan Balok dan Kolom


Detail sambungan sudut dinding dan lantai tangki beton tebal 150mm dengan tulangan rangkap diameter 10mm jarak 150.

Dokumen ini memuat jadwal penulangan (reinforcement schedule) lengkap untuk elemen balok dan kolom. Struktur dirancang dengan prinsip daktilitas, menggunakan variasi jarak sengkang pada daerah tumpuan dan lapangan. Kolom 30/30 diperkuat dengan 8 batang tulangan utama, sementara balok 20/40 dan 20/30 memiliki konfigurasi tulangan lentur dan geser yang spesifik.

  • Spesifikasi Tulangan Kolom
    Menggunakan 8 batang besi ulir diameter 16 mm (8 D16) dengan sengkang diameter 8 mm jarak 150 mm.
  • Penulangan Balok Induk 20/40
    Merinci penggunaan tulangan utama 3 D16 pada sisi atas dan bawah untuk menahan momen lentur.
  • Zona Tulangan Geser
    Membedakan jarak sengkang balok menjadi 100 mm di area tumpuan dan 150 mm di area lapangan (8-100/150).
  • Penulangan Balok Anak 20/30
    Menggunakan tulangan utama 3 D12 dan 2 D12 dengan sengkang diameter 8 mm jarak 150 mm.
  • Detail Kait Gempa
    Memperlihatkan pembengkokan ujung tulangan sengkang 135 derajat untuk pengikatan inti beton yang optimal.
  • Denah Grid Balok
    Memberikan panduan posisi pemasangan balok tipe 20/40 dan 20/30 dalam sistem portal ruang.
  • Selimut Beton
    Tersirat dalam detail potongan dengan jarak bersih tulangan ke tepi luar beton sekitar 20-30 mm untuk perlindungan korosi.

File DWG

Bagian ini menyediakan akses ke file gambar kerja asli dalam format CAD (DWG) yang memuat seluruh layer teknis, dimensi presisi, dan detail penulangan yang telah dianalisis di atas. File ini sangat berguna untuk referensi perhitungan struktur atau modifikasi desain.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Newer Posts Older Posts

Post a Comment