Desain Menara Toren Air Struktur Baja dengan Tangki Air Baja Kapasitas 2x10 Ton DWG
Table of Contents
Desain Menara Toren Air Struktur Baja dengan Tangki Air Baja Kapasitas 2x10 Ton DWG
Dokumen teknis ini memaparkan rekayasa detail untuk struktur menara toren air (water tower) berkonfigurasi ganda (twin tanks) dengan kapasitas total 20.000 liter (2 x 10 Ton). Sistem struktur utama menggunakan rangka baja profil H-Beam dan Wide Flange (WF) yang dirancang untuk menopang beban mati dua unit tangki silinder baja serta beban hidup operasional pada ketinggian elevasi +7.604 meter. Stabilitas global struktur dijamin oleh sistem pengaku silang (cross bracing) profil siku dan pondasi beton bertulang yang diperkuat dengan cerucuk kayu keras untuk mendistribusikan beban ke tanah dasar. Kelengkapan mekanikal mencakup sistem perpipaan terintegrasi (inlet, outlet, drain), manhole inspeksi, dan indikator level air mekanis, yang seluruhnya difabrikasi mengacu pada standar material ASTM A36 dan spesifikasi pelapisan anti-korosi bertingkat.
Informasi Umum File
- Identifikasi Dokumen Proyek
Merujuk pada satu set lengkap gambar kerja teknis (DED) yang mencakup spesifikasi material, desain struktur, dan detail fabrikasi untuk sistem menara air tangki ganda. - Karakteristik Visual Gambar
Menyajikan 16 lembar dokumen teknis yang mencakup denah, tampak, potongan struktur, detail sambungan baja (steel connection), pembesian pondasi, dan skema mekanikal tangki. - Struktur Konten Dokumentasi
Meliputi spesifikasi material, desain struktur rangka baja, detail pondasi dan pedestal beton, fabrikasi tangki pelat baja, serta instalasi perpipaan dan aksesoris. - Spesifikasi Material Utama
Menetapkan penggunaan baja profil H 150x150 dan WF 125x60 untuk rangka, pelat baja hitam tebal 4 mm untuk dinding tangki, serta beton mutu K-225 untuk struktur bawah. - Standar Referensi Proyek
Mengacu pada standar teknis dan spesifikasi umum yang berlaku untuk perencanaan fasilitas bangunan pendukung dan struktur menara air.
Data Teknis & Spesifikasi Material
Data ini dikelompokkan berdasarkan disiplin pekerjaan untuk memudahkan referensi teknis, estimasi material, dan fabrikasi.
| Kategori Pekerjaan | Komponen / Item | Spesifikasi Teknis & Dimensi |
|---|---|---|
| I. STRUKTUR BAJA (RANGKA MENARA) | Standar Mutu Baja | ASTM A 36 / BJ 37 |
| Kolom Utama (Main Columns) | WF 248 x 124 x 5 x 8 mm | |
| Kolom Pendukung / Tiang | H-Beam 150 x 150 x 7 x 10 mm | |
| Balok Struktur (Beams) | WF 198 x 99 x 4.5 x 7 mm | |
| Balok Anak / Pengikat | WF 125 x 60 x 6 x 8 mm | |
| Pengaku Silang (Bracing) | Profil Siku L 50 x 50 x 5 mm | |
| Sambungan Baut (Joint) | Baut Mutu Tinggi (HTB A325) Ø 5/8" & 1/2" | |
| Pelat Buhul (Gusset Plate) | Pelat Baja Tebal 6 mm, 8 mm, & 10 mm | |
| Base Plate Kolom | Pelat Baja Tebal 16 mm | |
| Angkur Pondasi | Diameter Ø 19 mm, Panjang 800 mm | |
| II. FABRIKASI TANGKI (PLATEWORK) | Kapasitas | 2 Unit x 10 Ton (Total 20 Ton) |
| Dinding Tangki (Shell) | Pelat Baja Hitam (Hot Rolled) Tebal 4 mm | |
| Dasar Tangki (Bottom) | Pelat Baja Tebal 4 mm | |
| Atap Tangki (Roof) | Pelat Baja Tebal 3 mm | |
| Diameter Tangki (ID) | 2329 mm | |
| Rangka Atap | Profil Siku L 50 x 50 x 5 mm | |
| Ventilasi Udara | Pipa Hitam STK 41 Ø 6 inch (Leher Angsa) | |
| Manhole Atap | Diameter Ø 600 mm (Engsel) | |
| III. PEKERJAAN SIPIL (PONDASI) | Mutu Beton | Campuran 1 : 1.5 : 2.5 (Setara K-225) |
| Perkuatan Tanah | Cerucuk Kayu Keras Ø 10 cm, Panjang 3 m | |
| Jarak Cerucuk | Setiap jarak 30 cm | |
| Balok Sloof | Beton Bertulang Dimensi 200 x 300 mm | |
| Pedestal Kolom | Beton Bertulang Tulangan Utama 8 D16 | |
| Grouting Base Plate | Non-shrink Grout tebal 25 mm | |
| IV. MEKANIKAL & PERPIPAAN | Pipa Inlet & Outlet | Pipa Baja Sch. 40 Diameter 4 inch |
| Pipa Drainase | Pipa Baja Sch. 40 Diameter 4 inch | |
| Sambungan Flange | Standar ANSI #150 | |
| Valve Drainase | Gate Valve 4 inch Flange End | |
| Indikator Level Air | Sistem Katrol Ø 65 mm & Rel CNP 125 | |
| V. ARSITEKTURAL & AKSESORIS | Lantai Platform | Pelat Bordes (Checkered Plate) Tebal 4.5 mm |
| Pagar (Handrail) | Pipa Medium Black Steel Ø 1-1/4" & Ø 1" | |
| Tangga Monyet (Akses Utama) | Induk Siku L 50x50x6 & Anak Tangga Pipa 1" | |
| Pengaman Tangga (Cage) | Pelat Strip 4 x 30 mm | |
| VI. SPESIFIKASI PENGECATAN | Struktur Baja (Umum) | Cat Dasar Zinc Chromate Primer (30 Micron) |
| Finish Luar Tangki | Synthetic High Gloss / Platune 8000 (40 Micron) | |
| Finish Dalam Tangki | Epoxy Food Grade (Cupon EA9) 40 Micron |
Uraian Teknis Per Halaman
1. Tata Letak Umum dan Spesifikasi
Halaman ini mendefinisikan konfigurasi geometri menara ganda dan spesifikasi teknis material. Denah menunjukkan dua tangki silinder yang ditempatkan berdampingan di atas grid balok baja. Tampak elevasi memperlihatkan struktur penyangga setinggi 7,6 meter dengan sistem tangga akses vertikal di antara kedua tangki. Spesifikasi pengecatan diuraikan secara rinci untuk perlindungan jangka panjang, termasuk penggunaan Zinc Chromate Primer 30 mikron untuk struktur dan Epoxy Food Grade untuk interior tangki.
- Konfigurasi Tangki Ganda
Menampilkan dua unit tangki kapasitas 10 ton yang diposisikan simetris pada platform struktur baja. - Spesifikasi Pelapisan Baja
Menetapkan sistem pengecatan tiga lapis (primer, undercoat, finish) dengan total ketebalan mikron tertentu untuk ketahanan korosi. - Dimensi Grid Kolom
Menunjukkan jarak antar kolom struktur sejauh 1800 mm dan 1100 mm membentuk base persegi panjang yang stabil. - Profil Kolom Utama
Mengidentifikasi penggunaan baja profil H 150x150x7x10 dan H 100x100x6x8 sebagai elemen vertikal penahan beban. - Sistem Bracing Lateral
Menggunakan profil siku L 50x50x5 mm dengan pola silang (X-brace) pada setiap segmen tingkat. - Elevasi Platform Kerja
Menetapkan ketinggian lantai kerja pelat bordes pada level +7.604 meter dari muka tanah. - Aksesibilitas Vertikal
Menempatkan tangga monyet dengan pengaman (safety cage) di sisi depan struktur untuk akses ke platform atas.
2. Potongan Elevasi Rangka
Bagian ini menyajikan potongan melintang struktur (Potongan 1-1 dan 2-2) untuk memperjelas hubungan antar elemen rangka. Terlihat detail sambungan balok induk WF 198x99 dan balok anak WF 125x60 yang menopang lantai kerja dan tangki. Pondasi tangga digambarkan terpisah dari pondasi utama untuk menghindari penurunan diferensial.
- Hierarki Balok Lantai
Menyusun balok utama WF 198x99x4.5x7 dan balok sekunder WF 125x60x6x8 sebagai grillage penumpu tangki. - Material Lantai Platform
Menspesifikasikan pelat bordes (Checkered Plate) tebal 4.5 mm untuk permukaan anti-selip di area sirkulasi. - Dukungan Tangga Akses
Memperlihatkan rangka siku L 50x50x5 yang mengikat tangga vertikal ke balok dan kolom utama. - Pondasi Tangga Terpisah
Merancang dudukan beton khusus untuk kaki tangga guna memisahkan beban tangga dari struktur utama. - Koneksi Pengaku Silang
Menampilkan pelat buhul (gusset plate) di titik pertemuan bracing dengan kolom dan balok. - Pagar Pengaman Platform
Menggunakan pipa medium black steel diameter 1 inci dan 1-1/4 inci setinggi 1 meter. - Elevasi Dasar Kolom
Menetapkan level base plate kolom pada ±0.000 sebagai referensi ketinggian konstruksi.
3. Denah dan Potongan Rangka As
Halaman ini memvisualisasikan rangka batang (truss) pada as-as utama (As A & B). Gambar ini mempertegas pola geometri bracing yang membentuk segitiga-segitiga kaku untuk stabilitas lateral. Kolom H-beam menerus dari tumpuan bawah hingga balok lantai atas tanpa sambungan di tengah bentang.
- Geometri Portal Rangka
Menampilkan susunan bracing diagonal L 50x50x5 yang mengisi setiap panel antar kolom. - Kontinuitas Kolom
Menunjukkan penggunaan profil H 150x150x7x10 yang utuh setinggi 6 meter untuk meminimalkan sambungan lewatan. - Simpul Pertemuan Bracing
Memperlihatkan pelat kopel di tengah bentang diagonal untuk memperpendek panjang tekuk batang. - Detail Balok Tepi
Menggunakan profil WF 125x60x6x8 sebagai pengikat keliling pada level platform. - Jarak Antar Lantai
Membagi ketinggian struktur menjadi tiga segmen vertikal @1900 mm untuk efisiensi bracing. - Tumpuan Balok Utama
Memperlihatkan balok WF 198x99 yang menumpu langsung di atas kepala kolom H-beam. - Orientasi Profil Kolom
Mengatur arah sumbu kuat profil H sesuai dengan arah momen inersia terbesar yang dibutuhkan.
4. Detail Sambungan Baut (Bagian 1)
Dokumen ini berisi detail fabrikasi sambungan (connection details) tipe baut. Detail 1 hingga 4 menunjukkan metode penyambungan balok ke kolom dan bracing ke pelat buhul. Spesifikasi baut menggunakan mutu tinggi (HTB A325) untuk menjamin transfer gaya yang optimal.
- Spesifikasi Baut Mutu Tinggi
Menggunakan HTB ASTM A325 diameter 5/8 inci dan 1/2 inci untuk seluruh sambungan struktural. - Detail Pelat Buhul
Mendefinisikan tebal pelat simpul (gusset plate) 6 mm dan 8 mm dengan dimensi pemotongan presisi. - Sambungan Balok-Kolom
Menggunakan pelat ujung (end-plate) tebal 8 mm yang dibaut ke sayap kolom H-beam. - Konfigurasi Lubang Baut
Memberikan koordinat jarak pusat lubang baut (misal 40, 50, 40 mm) untuk akurasi fabrikasi. - Detail Tumpuan Pedestal
Memperlihatkan angkur diameter 19 mm panjang 800 mm yang tertanam dalam beton pedestal. - Pengaku Badan Kolom
Menambahkan pelat stiffener pada badan kolom di area sambungan balok untuk mencegah tekuk lokal. - Metode Sambungan Bracing
Menjepit profil siku ganda atau tunggal pada pelat buhul menggunakan dua atau lebih baut.
5. Detail Sambungan Baut (Bagian 2)
Halaman ini melanjutkan detail sambungan untuk area yang berbeda (Detail 5, 6, 7). Fokus pada pertemuan balok anak dengan balok induk dan sambungan bracing pada posisi tengah kolom.
- Sambungan Balok Anak
Memperlihatkan detail koneksi geser balok WF 125 ke badan balok WF 198 menggunakan pelat siku atau fin plate. - Pertemuan Diagonal
Mendetailkan pelat simpul tengah yang menghubungkan empat batang bracing siku pada satu titik potong. - Dimensi Las Sudut
Memberikan simbol las fillet untuk penyambungan pelat-pelat komponen di bengkel (shop weld). - Jarak Bersih Sambungan
Mengatur celah instalasi (erection gap) untuk kemudahan pemasangan balok di lapangan. - Spesifikasi Mur dan Ring
Mensyaratkan penggunaan ring plat dan ring per pada setiap baut untuk mencegah kelonggaran akibat getaran. - Konsistensi Tebal Pelat
Menyeragamkan tebal pelat penyambung 6 mm untuk elemen sekunder guna efisiensi material.
6. Detail Sambungan Baut (Bagian 3)
Bagian ini melengkapi pustaka detail sambungan (Detail 8, 9, 10). Menampilkan variasi sambungan pada sudut-sudut rangka yang melibatkan profil H 100x100 dan WF 125x60. Detail angkur base plate juga dipertegas dimensinya.
- Variasi Profil Kolom
Menangani sambungan untuk kolom sekunder profil H 100x100x6x8 di sisi tangga atau area beban ringan. - Detail Base Plate Kecil
Merinci pelat landasan tebal 16 mm untuk kolom H 100 dengan angkur diameter 19 mm. - Baut Sambungan Ringan
Menggunakan baut diameter 1/2 inci untuk elemen bracing pada kolom kecil. - Posisi Garis Netral
Menyelaraskan garis kerja batang-batang rangka agar bertemu di satu titik buhul untuk menghindari momen eksentris. - Geometri Pemotongan Siku
Menunjukkan pemotongan sudut (chamfer) pada ujung profil siku agar tidak bertabrakan saat pemasangan. - Pelat Pengisi
Mungkin diperlukan (Shim Plate) untuk menyesuaikan toleransi ketebalan profil pada sambungan baut. - Identifikasi Posisi Detail
Memberikan referensi silang nomor detail (misal 10a, 10b) ke gambar denah atau elevasi utama.
7. Detail Sambungan Baut (Bagian 4)
Halaman terakhir dari seri detail sambungan (Detail 11, 12, 13). Fokus pada sambungan silang bracing (Detail 13) dan sambungan balok pada elevasi menengah.
- Detail Pelat Pusat X
Menggambarkan pelat persegi atau belah ketupat di tengah bentang X-bracing yang menyatukan empat batang siku. - Sambungan Balok Melintang
Memperlihatkan koneksi balok pengikat horizontal pada elevasi tengah kolom H 150. - Baut Pengikat Pelat
Menunjukkan pola baut 4 buah pada pelat pusat untuk menjamin kekakuan hubungan antar batang diagonal. - Dimensi Pelat Buhul
Memberikan ukuran spesifik pelat (misal 209x209 mm) untuk fabrikasi pelat simpul tengah. - Tipe Profil Pengaku
Mengonfirmasi penggunaan profil L 50x50x5 secara konsisten untuk seluruh elemen pengaku lateral. - Koneksi Kolom-Balok-Bracing
Mengintegrasikan ketiga elemen struktur pada satu titik buhul kolom yang kompleks. - Visualisasi Potongan Atas
Menyajikan pandangan atas (plan view) dari sambungan untuk memperjelas orientasi pelat.
8. Denah dan Detail Pagar
Bagian ini menguraikan desain railing pengaman dan lantai kerja. Pagar keliling menggunakan pipa besi hitam, sementara lantai menggunakan pelat bordes. Detail pengelasan tiang pagar ke balok struktur ditampilkan dengan jelas.
- Layout Pagar Keliling
Memetakan jalur pagar pengaman di sekeliling platform kerja untuk keamanan operator. - Material Pipa Railing
Menggunakan pipa Medium Black Steel diameter 1-1/4 inci untuk tiang dan handrail atas, serta 1 inci untuk rel tengah. - Dudukan Tiang Pagar
Mendetailkan pengelasan tiang pipa langsung ke sayap atas balok WF atau profil siku tepi. - Konstruksi Lantai Bordes
Menjelaskan metode pelapisan lantai dengan Checkered Plate tebal 4.5 mm yang dilas titik ke balok. - Sambungan Sudut Pagar
Memperlihatkan pertemuan siku (mitre joint) pipa handrail di sudut-sudut platform. - Ketinggian Standar Pagar
Menetapkan tinggi pagar 1000 mm sesuai standar keselamatan kerja ketinggian. - Pelat Penahan Kaki
Tersirat dalam detail tepi lantai untuk mencegah jatuhnya peralatan kerja ke bawah (Kick Plate).
9. Detail Tangga Vertikal
Dokumen ini merinci fabrikasi tangga akses utama dari tanah ke platform. Tangga menggunakan profil siku L 50x50x6 sebagai induk dan pipa besi sebagai anak tangga, dilengkapi kerangkeng pengaman (safety cage).
- Struktur Induk Tangga
Menggunakan dua batang profil siku L 50x50x6 yang membentang vertikal penuh. - Material Anak Tangga
Memanfaatkan pipa medium black steel diameter 1 inci dengan jarak antar pijakan 300 mm. - Kerangkeng Pengaman
Dirancang menggunakan pelat strip 4x30 mm melingkar untuk perlindungan jatuh dari belakang (Safety Cage). - Koneksi ke Struktur Utama
Menggunakan pelat bracket yang dilas ke kolom atau balok menara setiap jarak tertentu. - Detail Kaki Tangga
Memperlihatkan tumpuan tangga pada pondasi beton terpisah dengan base plate 8 mm dan angkur 12 mm. - Dimensi Lebar Tangga
Menetapkan lebar bersih tangga 500 mm untuk kenyamanan pengguna. - Elevasi Pendaratan
Mengatur posisi tangga agar berakhir tepat di elevasi lantai platform untuk akses yang aman.
10. Denah dan Detail Pondasi
Halaman ini fokus pada pekerjaan sipil/beton. Denah pondasi menunjukkan posisi pile cap (P1, P2) dan balok sloof. Detail potongan memperlihatkan penulangan pondasi dan penggunaan cerucuk kayu sebagai perkuatan tanah.
- Konfigurasi Pondasi P1/P2
Mendetailkan dimensi tapak beton bertulang 1500x1500x300 mm (P1) dan variasinya. - Perkuatan Cerucuk Kayu
Menerapkan tiang pancang kayu diameter 15 cm panjang 4 meter di bawah setiap tapak pondasi. - Penulangan Pile Cap
Menggunakan besi ulir D13 dengan jarak 150 mm (D13-150) sebagai tulangan lentur tapak. - Balok Pengikat (Sloof)
Merinci dimensi sloof 150/250 mm dengan tulangan utama 4 D13 dan sengkang 8-200. - Tulangan Pedestal
Memperlihatkan tulangan vertikal 8 D16 pada kolom pendek pedestal 250/250 mm. - Detail Angkur Kolom
Menunjukkan penanaman angkur baut diameter 19 mm L=800 mm ke dalam beton pedestal. - Lantai Kerja Bawah
Menspesifikasikan lapisan beton lean concrete 1:3:5 setebal 50 mm di bawah pondasi dan sloof.
11. Detail Pondasi P2 dan Pedestal
Lanjutan dari detail pondasi, halaman ini secara spesifik membahas tipe pondasi P2 yang mungkin memiliki beban atau posisi berbeda (misalnya di bawah tangga atau kolom sekunder).
- Spesifikasi Pondasi P2
Menyajikan detail penulangan yang serupa namun disesuaikan dengan beban pada titik kolom tersebut. - Penulangan Geser Pedestal
Menetapkan jarak sengkang 8-150 pada kolom pedestal untuk menahan gaya geser horizontal. - Hubungan Sloof-Pondasi
Memperlihatkan bagaimana tulangan balok sloof dikaitkan ke dalam tulangan kolom pedestal. - Jumlah Cerucuk
Mengindikasikan pola dan jumlah titik tiang pancang kayu di bawah tapak pondasi (misal 9 titik per tapak). - Selimut Beton
Tersirat dalam gambar, menjamin jarak aman tulangan dari tepi luar beton untuk perlindungan karat. - Elevasi Galian
Menetapkan kedalaman dasar pondasi pada -1.050 m dari muka tanah rencana. - Detail Kait Tulangan
Menggambarkan pembengkokan ujung tulangan sengkang dan utama sesuai standar detailing beton.
12. Tampak dan Denah Tangki
Bagian ini beralih ke fabrikasi tangki air baja. Gambar menunjukkan tampak luar, denah atap, dan denah dasar tangki. Dimensi tangki dan posisi nozzle perpipaan ditentukan di sini.
- Dimensi Geometri Tangki
Menetapkan diameter dalam (ID) 2329 mm dan tinggi silinder 2438 mm untuk kapasitas 10 ton per tangki. - Tata Letak Nozzle
Memetakan posisi Inlet, Outlet, dan Drain pada denah dasar dan dinding tangki secara akurat. - Indikator Level
Menunjukkan posisi dan jalur pipa pelindung (guide) untuk sistem indikator level air di sisi luar tangki. - Ventilasi Atap
Menempatkan pipa ventilasi diameter 6 inci di puncak atap kerucut. - Pola Pelat Lantai
Menunjukkan pembagian segmen pelat dasar tebal 4 mm. - Pola Pelat Atap
Membagi atap kerucut menjadi segmen-segmen radial pelat tebal 3 mm. - Manhole Atap
Menunjukkan lokasi lubang akses inspeksi di area atap tangki.
13. Rangka Atap Tangki
Halaman ini mendetailkan struktur pendukung atap tangki. Rangka atap menggunakan profil siku yang disusun radial. Detail pertemuan puncak dan ventilasi leher angsa digambarkan secara rinci.
- Konstruksi Rangka Radial
Menggunakan profil siku L 50x50x5 sebagai kasau (rafter) utama atap tangki. - Cincin Pengaku Atas
Memasang profil siku keliling L 50x50x5 pada bibir atas dinding tangki sebagai tumpuan rangka. - Detail Ventilasi Puncak
Memperlihatkan pipa STK 41 diameter 6 inci yang berfungsi sebagai tiang pusat sekaligus ventilasi. - Pelat Dudukan Pusat
Menggunakan pelat buhul di puncak untuk menyatukan ujung-ujung profil siku radial. - Kemiringan Atap
Mendesain sudut kemiringan atap kerucut untuk aliran air hujan yang efektif. - Overstek Atap
Menunjukkan pelat atap yang sedikit menjorok keluar dari dinding tangki. - Sambungan Las Rangka
Mengindikasikan pengelasan penuh pada pertemuan profil siku rangka atap.
14. Pola Potong Dinding Tangki
Dokumen ini berisi cutting plan atau rencana pemotongan pelat untuk dinding tangki. Dinding disusun dari beberapa lembar pelat baja standar 4'x8' tebal 4 mm.
- Modulasi Pelat Dinding
Menyusun dinding tangki dari lembaran pelat ukuran 4 kaki x 8 kaki (1219 x 2438 mm). - Ketebalan Pelat
Menetapkan tebal pelat dinding seragam sebesar 4 mm untuk menahan tekanan hidrostatis. - Sambungan Las Dinding
Memperlihatkan pola sambungan tumpul (butt weld) antar pelat dinding vertikal dan horizontal. - Detail Sudut Bawah
Memperbesar sambungan las sudut (fillet weld) antara dinding dan pelat dasar tangki (luar-dalam). - Sambungan Tangga Dinding
Menunjukkan bracket penyangga tangga putar/monyet pada dinding tangki (Detail Dasar Tangga). - Diameter Tangki
Mengkonfirmasi keliling tangki yang dibentuk dari susunan pelat tersebut. - Posisi Sambungan
Mengatur sambungan las agar tidak bertemu pada satu garis vertikal lurus (berselang-seling) untuk kekuatan.
15. Detail Nozzle dan Manhole
Halaman ini fokus pada detail mekanikal tangki. Manhole atap, nozzle inlet/outlet, dan sistem drainase digambarkan dengan dimensi dan spesifikasi flange.
- Konstruksi Manhole
Mendetailkan lubang akses diameter 600 mm dengan tutup berengsel dan pegangan. - Detail Inlet Nozzle
Menggunakan pipa baja 4 inci Schedule 40 yang menembus dinding atas tangki. - Detail Outlet Nozzle
Menggunakan pipa 4 inci di bagian bawah dinding, dilengkapi flange ANSI 150. - Sistem Pipa Drain
Merancang pipa kuras yang menembus lantai tangki dengan elbow 90 derajat di bawahnya. - Perkuatan Lubang
Menambahkan pelat penebalan di sekeliling penetrasi pipa pada dinding tangki (Reinforcing Pad). - Klem Pipa Drain
Menunjukkan detail penyangga pipa drainase yang menempel pada kaki menara. - Bak Kontrol
Memperlihatkan saluran buangan akhir pipa drain ke bak beton/parit.
16. Indikator Level Air
Dokumen terakhir menjelaskan mekanisme penunjuk level air. Sistem ini menggunakan prinsip katrol dan pemberat pelampung.
- Mekanisme Katrol
Menggunakan pulley diameter 65 mm untuk mengarahkan kabel seling baja. - Rel Pelindung
Memanfaatkan profil CNP 125x50x20x2.3 sebagai jalur vertikal pemberat indikator di luar tangki. - Sistem Pelampung
Menghubungkan bola pelampung di dalam tangki dengan pemberat visual di luar melalui kabel seling 4 mm. - Kotak Penutup Katrol
Mendesain perlindungan cuaca untuk mekanisme katrol di atap tangki. - Skala Pembacaan
Tersirat dari pergerakan pemberat dalam rel CNP yang dapat dilihat dari bawah. - Engsel Penutup
Memudahkan akses perawatan mekanisme katrol. - Dudukan Rel
Mengikat jalur indikator ke dinding tangki menggunakan pelat bracket.
File DWG
Untuk keperluan analisis struktur, perhitungan volume material, atau referensi penggambaran ulang, file gambar kerja asli dalam format CAD (DWG) yang memuat seluruh data teknis presisi dapat diakses melalui tautan berikut.
















Post a Comment