Desain Konstruksi Beton Menara Tandon Air Kapasitas 30 Ton DWG

Table of Contents

Desain Konstruksi Beton Menara Tandon Air Kapasitas 30 Ton DWG

Dokumen teknis ini memaparkan rekayasa struktur komprehensif mengenai Desain Konstruksi Beton Menara Tandon Air Kapasitas 30 Ton yang dirancang menggunakan sistem beton bertulang monolit. Konfigurasi struktur mengadopsi sistem portal rangka pemikul momen (moment resisting frame) dengan modul ganda, di mana beban air didistribusikan melalui dua kompartemen tangki di atas struktur penyangga. Stabilitas vertikal dan lateral ditopang oleh kolom beton bertulang dimensi 300x300 mm dan balok pengikat (tie beam) yang kaku. Sistem pondasi dirancang khusus untuk kondisi tanah yang memerlukan perbaikan, menggunakan kombinasi telapak beton bertulang dan cerucuk kayu keras sebagai elemen transfer beban ke tanah dasar. Seluruh elemen struktural utama, termasuk dinding dan lantai tangki, menggunakan spesifikasi beton mutu tinggi dengan rasio campuran 1:1,5:2,5 untuk menjamin durabilitas dan kekedapan air (watertightness).

Informasi Umum File


  • Identifikasi Dokumen Perencanaan
    Menyajikan satu set lengkap gambar kerja standar yang mencakup denah, tampak, potongan, serta detail penulangan elemen struktural utama menara air.
  • Karakteristik Visual Gambar
    Mencakup proyeksi ortogonal denah, tampak, potongan melintang, serta detail penulangan elemen struktural (reinforcement details) dalam format garis CAD presisi.
  • Struktur Konten Dokumentasi
    Terdiri dari 3 lembar gambar teknik yang menyajikan hierarki konstruksi mulai dari denah pondasi, detail pembesian, hingga geometri arsitektural tangki.
  • Spesifikasi Material Utama
    Menetapkan penggunaan beton bertulang dengan campuran semen:pasir:kerikil (1:1,5:2,5) dan baja tulangan ulir untuk elemen struktur utama.

Data Teknis & Spesifikasi Material

Data ini dikelompokkan berdasarkan komponen struktur untuk memudahkan referensi teknis dan perhitungan volume material.

Kategori PekerjaanKomponen / ItemSpesifikasi Teknis & Dimensi
I. STRUKTUR BETONMutu Beton UtamaCampuran 1 : 1,5 : 2,5 (Setara K-225/K-250)
Lantai Kerja (Lean Concrete)Beton Campuran 1 : 3 : 5
Kolom Struktur (K1)Dimensi 300 x 300 mm
Balok StrukturDimensi 250 x 300 mm
Dinding TangkiBeton Bertulang Tebal 150 mm
Lantai Dasar TangkiBeton Bertulang Tebal 150 mm
II. PONDASI & GEOTEKNIKTipe PondasiPondasi Telapak Setempat (Pad Footing)
Dimensi Tapak (P1)1000 x 1000 mm (Estimasi dari skala & detail)
Perkuatan TanahCerucuk Kayu Keras Ø 10 cm, Panjang 3 m
Jarak CerucukSetiap jarak 500 mm
III. PENULANGAN (BESI BETON)Tulangan Kolom (300/300)Utama: 8 D16
Sengkang KolomBesi Polos Ø10 - Jarak 150/200 mm
Tulangan Balok (250/300)Utama: 4 D16 (Atas & Bawah)
Sengkang BalokØ10-100 (Tumpuan) / Ø10-200 (Lapangan)
Tulangan Pondasi (P1)Jaring Ø12 - Jarak 200 mm
Tulangan Dinding TangkiBesi Ø10 - Jarak 150 mm
Stek Kolom (Starter Bar)8 D16
IV. GEOMETRI & DIMENSIKapasitas Tangki30 Ton (30.000 Liter)
Dimensi Total TangkiPanjang 6000 mm x Lebar 3000 mm
Tinggi Elevasi Dasar Tangki+4000 mm (4 Meter)
Kedalaman Pondasi-0.350 m (Top Pondasi)

Uraian Teknis Per Halaman

1. Tata Letak Geometri dan Arsitektur Struktur


Tampak depan struktur menara air beton bertulang kapasitas 30 ton dengan sistem portal kolom 30x30 cm yang kokoh menopang beban ganda.

Halaman ini mendefinisikan dimensi global dan konfigurasi sistem struktur menara. Desain menampilkan tangki air ganda dengan dimensi total panjang 6000 mm (2 x 3000 mm) dan lebar 3000 mm. Struktur penyangga terdiri dari enam titik kolom utama yang dihubungkan oleh balok beton 250/300 pada elevasi dasar tangki dan elevasi tengah. Dinding tangki dirancang dengan ketebalan 150 mm untuk menahan tekanan hidrostatis volume air 30 ton.

  • Modul Grid Struktur
    Menetapkan jarak antar as kolom sejauh 3000 mm, membentuk dua bay struktur yang simetris untuk distribusi beban yang merata.
  • Dimensi Elemen Vertikal
    Menggunakan kolom beton bertulang ukuran 300/300 mm yang menerus dari pondasi hingga ring balok atas tangki.
  • Spesifikasi Dinding Tangki
    Mensyaratkan ketebalan dinding beton 150 mm dengan campuran kedap air 1:1,5:2,5 untuk mencegah kebocoran.
  • Konfigurasi Balok Penumpu
    Menempatkan balok struktur 250/300 mm sebagai penahan langsung beban pelat lantai tangki.
  • Elevasi Balok Pengikat
    Menunjukkan adanya balok sloof dan balok tie beam pada ketinggian tengah kolom untuk mengurangi panjang tekuk efektif.
  • Geometri Tampak Samping
    Memperlihatkan proporsi ketinggian menara dengan elevasi dasar tangki pada +4000 mm dari muka tanah.
  • Sistem Pondasi Menerus
    Mengindikasikan hubungan antar kolom di level tanah melalui balok sloof beton yang kaku.

2. Detail Pondasi dan Sambungan Dinding


Potongan detail pondasi telapak P1 diperkuat cerucuk kayu keras diameter 10 cm panjang 3 meter untuk stabilitas tanah lunak.

Bagian ini menguraikan rekayasa geoteknik dan detail penulangan pada area kritis. Pondasi menggunakan tipe telapak setempat (pad footing) P1 yang diperkuat dengan cerucuk kayu keras untuk meningkatkan daya dukung tanah lunak. Detail 1 dan 2 secara spesifik menggambarkan skema penulangan pada pertemuan sudut antara dinding, lantai tangki, dan balok, yang merupakan area dengan konsentrasi tegangan momen terbesar.

  • Konfigurasi Tapak Pondasi
    Mendetailkan dimensi pondasi beton bertulang P1 dengan tulangan jaring (mesh) diameter 12 mm jarak 200 mm.
  • Sistem Perbaikan Tanah
    Menerapkan cerucuk kayu keras diameter 10 cm panjang 3 meter dengan jarak spasi 500 mm di bawah tapak.
  • Lapisan Lantai Kerja
    Menspesifikasikan penggunaan beton lean concrete campuran 1:3:5 setebal 50 mm sebagai dudukan pondasi.
  • Penulangan Stek Kolom
    Memperlihatkan 8 batang besi ulir diameter 16 mm (8 D16) yang ditanam ke dalam pondasi sebagai starter kolom.
  • Detail Pertemuan Sudut
    Memperkuat sambungan lantai dan dinding tangki dengan tulangan rangkap dan sengkang penahan geser.
  • Ketebalan Pelat Lantai
    Mengonfirmasi tebal pelat dasar tangki sebesar 150 mm, setara dengan tebal dinding vertikal.
  • Tulangan Sengkang Tumpuan
    Mengatur jarak sengkang kolom di area kaki pondasi sebesar 150 mm (10-150) untuk pengekangan beton.

3. Skema Penulangan Balok dan Kolom


Skema penulangan balok struktur 250x300 mm menggunakan 4 batang besi ulir D16 dan sengkang diameter 10mm jarak rapat di tumpuan.

Halaman ini menyajikan jadwal pembesian (reinforcement schedule) untuk elemen balok dan kolom struktur. Balok B1 (250/300) dirancang dengan prinsip daktilitas, menggunakan pengaturan jarak sengkang yang berbeda antara daerah tumpuan dan lapangan. Kolom K1 (300/300) menggunakan tulangan utama 8 D16 yang didistribusikan merata pada keempat sisi penampang.

  • Dimensi Penampang Balok
    Merinci ukuran balok struktur 250 x 300 mm yang digunakan sebagai balok grid utama penumpu tangki.
  • Tulangan Lentur Balok
    Menetapkan penggunaan 4 buah besi ulir diameter 16 mm (4 D16) pada sisi atas dan bawah balok.
  • Zonasi Tulangan Geser
    Membedakan jarak sengkang balok menjadi 100 mm di area tumpuan dan 200 mm di area lapangan (10-100/200).
  • Konfigurasi Tulangan Kolom
    Menggunakan 8 batang besi ulir diameter 16 mm (8 D16) sebagai tulangan longitudinal utama.
  • Penulangan Geser Kolom
    Menetapkan sengkang diameter 10 mm dengan jarak 200 mm (10-200) sepanjang tinggi kolom.
  • Selimut Beton Struktur
    Memperlihatkan jarak bersih antara tulangan terluar dengan permukaan beton sekitar 40 mm untuk perlindungan korosi.
  • Denah Tata Letak Balok
    Memetakan posisi balok yang membentuk grid tertutup untuk menopang pelat lantai tangki secara dua arah.

File DWG

Untuk keperluan analisis struktur lanjutan, perhitungan volume material (RAB), atau referensi penggambaran teknik sipil, file gambar kerja asli dalam format CAD (DWG) yang menjadi dasar analisis teknis ini dapat diakses melalui tautan berikut.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Newer Posts Older Posts

Post a Comment