Pos Jaga 2 Lantai Include Menara Pantau DWG

Table of Contents

Pos Jaga 2 Lantai Include Menara Pantau DWG

Dokumen engineering drawing ini menampilkan konfigurasi arsitektural--struktural sebuah pos jaga dua lantai (dengan indikasi area pengamatan pada lantai atas melalui balkon/selasar dan pagar pengaman) yang disajikan dalam kombinasi denah, tampak, dan potongan teknis. Pada lembar pos jaga, elemen struktur atas yang tampak mencakup bentuk atap, rangka/penutup atap bergaya limasan, balok tepi dan pagar pengaman lantai atas, bukaan pintu serta elemen tangga; sementara elemen struktur bawah yang tampak mencakup pelat lantai dasar, elevasi lantai ruang pos jaga (±0.000) dan elevasi lantai toilet (-0.050), serta bidang alas/pondasi setempat yang divisualisasikan sebagai bagian bawah bangunan pada tampak/potongan. Pada lembar pagar--taman, elemen struktur bawah diperlihatkan lebih eksplisit melalui pasangan batu kali, sloof penahan pagar bertulang, serta detail tumpuan/pedestal pilar, yang menunjukkan hubungan elemen substructure dengan superstruktur pagar dan komponen taman. Istilah seperti mini pile, abutment, wing wall, shear connector, plate deck, heling, maupun saluran drainase tidak tertera pada lembar gambar; karena itu tidak diuraikan lebih lanjut agar tetap objektif dan bebas spekulasi.

Ringkasan Spesifikasi Teknis


ParameterNilai (sesuai dokumen)
Format sumberPlot CAD (AutoCAD LT)
Ukuran kertasA4 (orientasi dengan rotasi halaman)
Total lembar gambar2 lembar
Konten utama lembar 1Denah lantai 1 & 2, tampak A & B, potongan tengah tampak dalam
Konten utama lembar 2Tampak/potongan detail pagar--taman (Tampak-1/3/5/6, Potongan A-A/B-B, Tampak/Potongan-4)
Skala tampilanDitandai pada judul tampilan (mis. 1:50)
Elevasi lantai (area pos jaga)±0.000
Elevasi lantai (area toilet)-0.050
Material kacaKaca bening t. 5 mm
Finishing lantai/dinding (area tertentu)Keramik 200×200 mm
Jenis pintuPintu besi
Lapisan/elemen pagarRolag beton
Pelapis permukaanBatu Palimanan 200×200 mm
Finishing dindingDinding halus dicat
Vegetasi pada elemen tamanTanaman berbunga putih (semak)
Struktur bawah (pondasi/alas)Pas. batu kali
Sloof penahan pagarSloof penahan pagar (bertulang besi-10D/60 mm), uk. 200×300 mm, panjang maks. 5000
Detail baja/profilBesi L 30×40 mm
Detail cincin bajaBesi ring Ø12 mm, jarak 100 mm
Komponen utilitas sanitair (teranotasi)Kran air, bak air, shower, kloset jongkok, stop kran

Informasi Umum File

Berkas DWG ini merupakan hasil plot CAD (AutoCAD LT) berorientasi kertas A4 dengan rotasi halaman, berisi dua lembar gambar yang menggabungkan representasi geometrik (garis, simbol, hatch), anotasi material, dan dimensi untuk bangunan pos jaga serta detail pagar/taman dalam satu paket dokumentasi.

  • Identifikasi berkas utama
    Pos Jaga 2 Lantai Include Menara Pantau DWG (CAD; 2 halaman; ukuran A4; tidak terenkripsi).
  • Karakteristik visual gambar
    Dominasi garis vektor dengan pewarnaan berbeda untuk elemen arsitektur, dimensi, dan anotasi; teks judul tampilan dicetak jelas; simbol penunjuk potongan (mis. A, B) muncul pada denah.
  • Struktur konten dokumentasi
    Lembar 1 memuat denah lantai 1 & 2, tampak (A dan B), serta potongan tengah tampak dalam; Lembar 2 memuat rangkaian tampak dan potongan pagar/taman (Tampak-1/3/5/6, Potongan A-A/B-B, serta Tampak/Potongan-4).
  • Total lembar gambar
    2 lembar gambar dengan skala tampilan yang ditandai (mis. skala 1:50 pada judul-judul tampilan).

Uraian Teknis Per Halaman

1. Denah, Tampak, dan Potongan Arsitektur Pos Jaga Dua Lantai (Skala 1:50)


Representasi tata letak ruang operasional pos lantai satu beserta fasilitas toilet berskala 1:50.

Lembar ini menyajikan rangkaian engineering drawing yang saling melengkapi untuk membaca organisasi ruang dan hubungan vertikal bangunan. Denah lantai 1 memperlihatkan pembagian fungsi yang diberi label POS JAGA dan TOILET, dengan elevasi lantai yang dibedakan (±0.000 pada area pos jaga dan -0.050 pada area toilet), sehingga terlihat adanya kebutuhan leveling internal untuk mengarahkan fungsi basah pada elevasi lebih rendah. Pada denah, terdapat simbol-simbol bukaan pintu dan elemen tangga yang dilabeli BORDES serta TANGGA BESI, yang secara geometrik menghubungkan lantai dasar ke lantai atas. Denah lantai 2 menegaskan ruang lantai atas sebagai bidang utama dengan bukaan/void yang ditandai garis silang (X) dan pagar pengaman, mengindikasikan area sirkulasi/pengamatan di sekelilingnya. Keterbacaan hubungan denah diperkuat oleh tampak A dan tampak B yang menunjukkan proporsi bangunan dua tingkat, keberadaan selasar/pagar lantai atas, bentuk atap, serta elemen pintu dan finishing dinding. Potongan tengah tampak dalam memberikan potret interaksi elemen vertikal--horizontal: lantai, tangga, ruang toilet, dan komponen utilitas yang ditulis sebagai KRAN AIR, BAK AIR, SHOWER, KLOSET JONGKOK, serta STOP KRAN; anotasi KACA BENING T.5MM, KERAMIK 200×200MM, dan PINTU BESI memperjelas spesifikasi komponen arsitektural yang berpengaruh pada kinerja ruang (terutama pada area basah) tanpa menambahkan asumsi di luar yang tertulis pada gambar.

  • Skema elevasi ruang basah
    Perbedaan level POS JAGA ±0.000 dan TOILET -0.050 menunjukkan pengaturan elevasi internal yang memisahkan area kering--basah, sehingga detail ini menjadi dasar pembacaan hubungan pelat lantai dan ambang/akses antar ruang.
  • Jalur sirkulasi vertikal tangga
    Label TANGGA BESI dan keberadaan BORDES pada denah/potongan membentuk sistem akses bertingkat yang secara struktural memerlukan tumpuan pada lantai dan secara fungsional menghubungkan denah lantai 1 menuju lantai 2.
  • Korelasi denah--tampak A
    Tampak-A merepresentasikan elevasi fasad yang terkait langsung dengan denah (posisi pintu, bidang dinding, dan selasar lantai atas), sehingga memvalidasi pembacaan ukuran dan komposisi elemen struktural--arsitektural pada lantai dasar.
  • Korelasi denah--tampak B
    Tampak-B memperlihatkan relasi geometri tangga luar/akses samping dengan massa bangunan, sehingga tampilan ini menjadi referensi visual untuk hubungan tangga, balkon/pagar, dan bukaan.
  • Detail utilitas toilet teranotasi
    Rangkaian anotasi KRAN AIR, BAK AIR, SHOWER, KLOSET JONGKOK, STOP KRAN memperlihatkan integrasi utilitas sanitair dalam potongan, yang berfungsi sebagai acuan koordinasi penempatan komponen dan pembacaan ruang servis.
  • Spesifikasi material bukaan dan finishing
    Catatan KACA BENING T.5MM, KERAMIK 200×200MM, dan PINTU BESI memberi informasi langsung terkait elemen non-struktural yang mempengaruhi kinerja ruang (kekedapan, kemudahan perawatan, serta ketahanan pemakaian) sesuai yang tertulis pada gambar.
  • Pembacaan sistem pelindung lantai atas
    Pagar/railing lantai 2 yang tergambar pada denah dan tampak menunjukkan elemen pengaman tepi selasar, yang secara geometrik berinteraksi dengan balok tepi dan bidang lantai atas sebagai batas aman area pengamatan.

2. Rangkaian Tampak dan Potongan Detail Pagar--Taman (Skala 1:50)


Penampang melintang pembatas luar A-A  yang memperlihatkan detail pondasi menerus dan kotak tanaman.

Lembar ini memusatkan perhatian pada detail batas tapak berupa pagar dan elemen taman melalui beberapa tampilan ortografis. Serangkaian TAMPAK-1 dan TAMPAK-3 menampilkan komposisi pagar dengan pilar, bidang isian pagar, serta planter box berisi vegetasi; anotasi material seperti ROLAG BETON, BATU PALIMANAN 200×200MM, TANAMAN BERBUNGA PUTIH (SEMAK), dan DINDING HALUS DICAT menegaskan lapisan konstruksi dan finishing yang digunakan pada bidang pagar maupun elemen taman. Potongan A-A dan B-B memperlihatkan keterkaitan vertikal antara superstruktur pagar dan struktur penahan di bawahnya, termasuk indikasi pondasi/alas pilar dan keberadaan pasangan batu. Pada tampilan gabungan TAMPAK / POTONGAN-4, tampak sebuah segmen pagar yang lebih panjang dengan penekanan pada elemen PILAR PAGAR & LAMPU, menunjukkan integrasi elemen penerangan pada struktur batas. Keterangan struktural yang eksplisit berupa PAS. BATU KALI dan SLOOF PENAHAN PAGAR (BERTULANG BESI-10D/60MM) UK. 200×300MM × PANJANG MAX 5000 memberikan informasi langsung mengenai komponen beton bertulang dan pasangan pondasi yang bekerja sebagai elemen penahan serta pengikat, sementara anotasi baja seperti BESI L 30×40MM dan BESI RING Ø12MM JARAK 100MM menunjukkan detail penguat/pengekang pada elemen tertentu sebagaimana digambarkan.

  • Komposisi panel pagar bertingkat
    Variasi tampak (Tampak-1/3/5/6) menunjukkan segmen pagar dengan ritme pilar dan bidang isian, sehingga pembaca dapat menelusuri konsistensi modul serta hubungan antar segmen dalam layout konstruksi pagar.
  • Lapisan rolag dan finishing dinding
    Catatan ROLAG BETON dan DINDING HALUS DICAT menandai keberadaan elemen lapisan atas dan finishing yang mempengaruhi ketahanan permukaan serta keterbacaan pertemuan material pada detail pagar.
  • Aplikasi batu Palimanan pada permukaan
    Anotasi BATU PALIMANAN 200×200MM mengindikasikan penggunaan material pelapis berukuran terstandar pada bidang tertentu, yang secara visual terkait dengan estetika permukaan dan konsistensi modul pemasangan.
  • Integrasi vegetasi pada elemen batas
    Keterangan TANAMAN BERBUNGA PUTIH (SEMAK) memperlihatkan bahwa detail pagar dirancang berdampingan dengan elemen taman/planter, sehingga hubungan arsitektural pagar--taman terbaca sebagai satu sistem tepi tapak.
  • Peran pondasi pasangan batu kali
    Label PAS. BATU KALI pada detail menunjukkan elemen struktur bawah yang menjadi dasar tumpuan, berfungsi sebagai media penerus beban dari pilar/alas ke tanah sesuai yang tergambar pada potongan.
  • Spesifikasi sloof penahan pagar bertulang
    Keterangan SLOOF PENAHAN PAGAR (BERTULANG BESI-10D/60MM) UK. 200×300MM × PANJANG MAX 5000 memberikan definisi eksplisit komponen beton bertulang yang bekerja sebagai elemen pengikat dan penahan, sekaligus parameter ukuran yang relevan untuk koordinasi pelaksanaan.
  • Detail baja penguat pada elemen tertentu
    Anotasi BESI L 30×40MM dan BESI RING Ø12MM JARAK 100MM menunjukkan keberadaan profil dan cincin baja sebagai bagian dari detail penguatan/pengekangan yang berkaitan langsung dengan komponen yang ditunjuk pada gambar.

File DWG

Bagian ini menyediakan akses ke file DWG asli sebagai sumber gambar kerja, sehingga pembaca dapat meninjau kembali blok CAD, layer, dimensi, serta anotasi secara langsung pada lingkungan CAD sesuai paket dokumentasi yang diturunkan.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Newer Posts Older Posts

Post a Comment