Pos Jaga Menara Api 14 M Kayu DWG

Table of Contents

Pos Jaga Menara Api 14 M Kayu DWG

Gambar kerja pada berkas ini memperlihatkan engineering drawing sebuah menara api/pos jaga setinggi 14 m berbahan kayu, disajikan sebagai kombinasi tampak (elevasi) dan denah platform dengan beberapa detail sambungan, tangga, serta detail pondasi. Dari sisi struktur atas, elemen yang tampak meliputi tiang utama kayu, balok angin (pengaku diagonal), balok dan kaso, papan lantai/platform, railing, serta konfigurasi tangga kayu antar level (Denah 1--3). Dari sisi struktur bawah, tampak elemen pondasi setempat (detail pondasi) lengkap dengan dimensi dan notasi penulangan/angkur yang ditunjukkan dengan paku 4". Tujuan rekayasa yang tersirat dari konfigurasi sistem rangka kayu ini adalah menyediakan jalur sirkulasi vertikal yang aman (tangga dan railing), platform pengamatan bertingkat, serta kestabilan lateral melalui pengaku (balok angin) pada rangka. Istilah mini pile, abutment, wing wall, shear connector, plate deck, pelat lantai (beton), heling, dan saluran drainase tidak teridentifikasi pada lembar gambar ini; elemen yang terlihat merupakan komponen konstruksi kayu dan detail pondasi setempat sesuai label yang tertera.

Ringkasan Spesifikasi Teknis


ParameterNilai (sesuai dokumen)
Objek gambarMenara api/pos jaga rangka kayu
Tinggi menara14 m
Material utamaKayu
Tiang utamaTiang utama 15/15
Pengaku diagonalBalok angin 5/10
Balok platform/gelagarBalok 5/10 dan balok 5/15
KasoKaso 5/7
Papan tangga (anak tangga)Papan tangga 3/25
Papan bordesPapan bordes 3/20
Tiang railingKayu tiang railing 5/7
Balok penyokong tambahanBalok penyokong 10/10
Penutup atapAtap asbes (pada puncak menara)
Angkur/pengikat mekanisPaku 4" (ditunjukkan pada detail pondasi dan sambungan)
Notasi tulangan pondasi (contoh)5 Ø 8 (tertera pada detail pondasi)
Format sumberEkspor DWG dari gambar CAD (plot AutoCAD LT 2022)
Ukuran & orientasi kertasA4, lanskap (rotasi 270° pada metadata)
Total lembar gambar2 lembar (Lembar 01 dan Lembar 02)
Skala gambarUtama 1:100 (tampak), serta 1:50 dan 1:20 (denah dan detail)

Informasi Umum File

Berkas merupakan ekspor DWG dari gambar CAD yang menampilkan dua lembar A4 berorientasi lanskap (rotasi halaman 270° pada metadata), berisi penggambaran menara api 14 m dengan skala utama 1:100 untuk tampak, serta skala 1:50 dan 1:20 untuk denah dan detail---dengan judul lembar yang konsisten "Menara Api 14M" dan pembagian konten antara tampak--detail serta denah--detail.

  • Identifikasi berkas utama
    2 halaman hasil plot CAD (Creator: AutoCAD LT 2022) dengan ukuran halaman A4 dan tanpa enkripsi.
  • Orientasi lembar gambar
    Setiap halaman tampil dalam format lanskap (rotasi 270°) dengan bingkai gambar, title block, dan pembagian area gambar.
  • Struktur konten dokumentasi
    Lembar 01 memuat tampak menara dan detail tangga/pondasi; Lembar 02 memuat denah level (Denah 1--3) serta detail sambungan/potongan.
  • Total lembar gambar
    Dua lembar (Lembar 01 dan Lembar 02) yang masing-masing memadukan gambar utama dan detail skala lebih besar.

Uraian Teknis Per Halaman

1. Tampak Menara Api 14 m serta Detail Tangga--Pondasi (Lembar 01)


Tampak menara api kayu 14 m dengan balok angin 5/10.

Lembar ini mengkonsolidasikan tampak menara api tinggi 14 m (skala 1:100) dan beberapa detail callout skala 1:20 untuk menjelaskan komponen kritis pada sistem struktur kayu. Pada gambar tampak, sistem utama dibentuk oleh tiang utama 15/15 sebagai kolom rangka, dipadukan dengan balok angin 5/10 sebagai pengaku diagonal untuk menahan gaya lateral dan menjaga kekakuan menara pada arah bidang tampak. Konfigurasi tangga kayu ditunjukkan sebagai lintasan naik bersegmen yang menghubungkan platform antar level, dengan papan tangga (antara lain 3/25) dan elemen pendukung (kaso 5/7 serta balok 5/15) yang secara geometrik ditata mengikuti modul ketinggian antar lantai/landing. Detail 1 dan detail posisi anak tangga menekankan hubungan antara papan bordes 3/20, papan lantai/pijakan, serta kayu tiang railing 5/7 sebagai sistem pengaman tepi. Di bagian bawah, detail pondasi memperlihatkan kaki struktur dengan blok/umpak beton dan notasi tulangan (mis. "5 Ø 8") serta paku 4" yang dinyatakan sebagai angkur, sehingga alur beban vertikal dari tiang kayu diteruskan ke pondasi setempat melalui elemen pengikat yang tergambar.

  • Konfigurasi tiang utama 15/15
    Menjelaskan peran kolom utama sebagai elemen pemikul beban gravitasi dan pengendali kelangsingan rangka pada menara setinggi 14 m.
  • Skema balok angin 5/10
    Menguraikan fungsi pengaku diagonal pada bidang rangka untuk meningkatkan stabilitas lateral serta membatasi deformasi akibat gaya samping.
  • Rangkaian tangga kayu bertingkat
    Merinci lintasan tangga yang menghubungkan Denah 1--3 pada elevasi, termasuk implikasi geometrinya terhadap kebutuhan landing dan ruang gerak.
  • Detail pijakan anak tangga 3/25
    Menjabarkan hubungan papan tangga, kaso 5/7, dan balok penumpu sehingga kapasitas dukung langkah dapat dicapai sesuai detail yang digambar.
  • Sistem railing kayu 5/7
    Menyatakan keterkaitan tiang railing, papan bordes, dan tepi platform sebagai pengaman jatuh yang terintegrasi dengan lantai kayu.
  • Bingkai atap asbes
    Menginterpretasikan komponen "atap asbes" pada puncak menara sebagai penutup pelindung cuaca yang didukung oleh rangka kayu pada area kepala menara.
  • Detail angkur paku 4" pada pondasi
    Menegaskan mekanisme pengikatan tiang kayu ke pondasi melalui elemen angkur yang ditandai paku 4", untuk mengurangi potensi geser/angkat pada kaki struktur.

2. Denah Platform Level 1--3 dan Detail Sambungan Balok--Tangga (Lembar 02)


Layout platform Denah 1–3 menampilkan tiang 15/15 dan balok 5/15.

Lembar ini berfokus pada denah (skala 1:50) untuk tiga level platform (Denah 1, Denah 2, Denah 3) dan dua pembesaran detail (skala 1:20) yang menjelaskan sambungan dan potongan. Denah menampilkan susunan tiang 15/15 pada sudut-sudut rangka, dengan balok 5/10 dan balok 5/15 sebagai elemen pengikat/gelagar tepi yang membentuk bidang platform persegi serta mengatur jalur beban dari papan lantai menuju rangka utama. Area tangga dan bordes diperlihatkan dengan elemen papan tangga 3/25 dan papan bordes 3/20, termasuk perubahan posisi yang berbeda antar denah sebagai representasi pergeseran landing/akses pada level tertentu. Detail 2 dan potongan B memperlihatkan geometri sambungan antara balok 5/10--5/15 dan tiang 15/15, serta elemen "balok penyokong 10/10" yang bekerja sebagai penopang tambahan pada zona pertemuan tangga/platform. Notasi paku 4" muncul pada detail sambungan, menunjukkan metode pengikat mekanis yang digunakan pada node rangka dan pada elemen yang mengalami perpindahan gaya akibat aktivitas sirkulasi (tangga) dan beban lantai.

  • Denah modul platform skala 1:50
    Menggambarkan pembacaan dimensi dan modul bidang lantai pada Denah 1--3 sebagai dasar koordinasi elemen struktural kayu.
  • Jaringan balok 5/10 dan 5/15
    Menguraikan pembagian peran balok sebagai pengikat rangka serta media transfer beban papan lantai ke tiang pada simpul yang ditandai.
  • Penempatan tiang 15/15 pada sudut
    Menjelaskan konsekuensi penempatan kolom pada perimeter terhadap kekakuan bidang platform dan keterbacaan jalur beban pada denah.
  • Integrasi papan bordes 3/20
    Menyatakan fungsi papan tepi sebagai pembatas platform sekaligus elemen perkuatan lokal pada area pertemuan bordes.
  • Bidang tangga 3/25 dan kaso 5/7
    Menjabarkan hubungan papan tangga dengan kaso sebagai penyangga anak tangga, termasuk indikasi lebar pijakan yang ditandai pada denah.
  • Balok penyokong 10/10 pada Detail 2
    Mengkaji peran elemen penyokong tambahan yang digambar untuk menstabilkan zona sambungan dan mengurangi konsentrasi tegangan di dekat tangga.
  • Potongan B pada node sambungan
    Menghubungkan informasi potongan dengan denah untuk menunjukkan konfigurasi pengikat (paku 4") dan tata letak elemen pada pertemuan balok--tiang.

File DWG

Bagian berikut disediakan sebagai akses menuju file DWG asli yang menjadi sumber utama gambar kerja (engineering drawing) sehingga pembaca dapat melakukan peninjauan detail, pengukuran ulang, atau integrasi ke dokumen perencanaan lain sesuai kebutuhan teknis.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Newer Posts Older Posts

Post a Comment