Pos Jaga 3x3m Pondasi Batu Kali DWG

Table of Contents

Pos Jaga 3x3m Pondasi Batu Kali DWG

Gambar kerja ini mendokumentasikan engineering drawing untuk sebuah bangunan kecil bertajuk Pos Jaga dengan representasi yang mencakup denah, tampak, potongan, denah pondasi serta detail tulangan, sampai dengan denah utilitas listrik, denah plafon, denah perkayuan kap, dan detail kusen. Elemen struktur atas yang terlihat terutama berupa sistem atap ringan berpenutup atap zincalum dan rabung zincalum dengan elemen rangka kayu berlabel balok 5/10, gording 5/10, serta lisplank 3/25, sedangkan struktur bawah direpresentasikan melalui pondasi batu kali, sloof 15/20, ring balok, kolom praktis, dan lapisan lantai yang diberi keterangan lantai cor beton 1:3:5 dihaluskan di atas pasir urug tebal 5 cm dan tanah urug. Konfigurasi ini memperlihatkan integrasi arsitektural--struktural pada bangunan skala kecil: denah menunjukkan level Pos Jaga ±0.00 dan Teras -0.05, potongan menunjukkan relasi elevasi (mis. ±0.00 dan -0.20), sedangkan lembar utilitas memperlihatkan simbol kelistrikan (mis. LP = lampu pijar, saklar ganda, serta keterangan kabel NYA 2,5 mm²). Sejumlah istilah yang sering muncul pada sistem komposit jembatan---seperti mini pile, abutment, wing wall, shear connector, plate deck, pelat lantai jembatan, heling, maupun saluran drainase---tidak tercantum pada lembar gambar ini; oleh karena itu pembahasan difokuskan pada komponen yang benar-benar teranotasi pada dokumen.

Ringkasan Spesifikasi Teknis


ParameterNilai (sesuai dokumen)
Nama objekPos Jaga 3x3m dengan pondasi batu kali
Total lembar gambar3 lembar
Ukuran kertasA4
Asal ekspor CADCreator: AutoCAD LT 2022
Skala gambarUtama 1:100; detail 1:10; detail 1:20
Level lantaiPos Jaga ±0.00; Teras -0.05; referensi potongan hingga -0.20
Penutup atapAtap zincalum; rabung zincalum
Rangka atap (kayu)Balok 5/10; gording 5/10; lisplank 3/25
Metode sambungan rangka atapSambungan kuda-kuda menggunakan paku
PondasiPondasi batu kali (dimensi bertanda 40 pada lebar dasar dan 40 pada dimensi vertikal)
SloofSloof 15/20 (penampang detail tulangan: 20×15)
Ring balokPenampang 15×15
Kolom praktisPenampang 15×15
Tulangan utama4Ø10 (ring balok, sloof, dan kolom praktis)
Sengkang ring balok & sloofØ6-200
Sengkang kolom praktisØ6-150
Angker pondasiAngker Ø10--50 cm
DindingPas 1/2 bata
LantaiLantai cor beton 1:3:5 (dihaluskan)
Lapisan bawah lantaiPasir urug tebal 5 cm; tanah urug
Instalasi listrikLP = lampu pijar; saklar ganda; MCB 2 amp. & arde; kabel NYA 2,5 mm²
Daya lampu (tertulis)25 W
PlafondKayu 5/5 + triplek 4 mm
KusenTipe kusen KH-1 dan KH-2 (dengan elemen kawat harmonika)
Daun pintu (KH-1)Pintu plywood t = 3 mm

Informasi Umum File

Berkas merupakan hasil plot CAD berformat A4 yang memuat tiga lembar gambar dengan skala berbeda (utama 1:100 dan detail 1:10 serta 1:20), disajikan sebagai set dokumentasi terkoordinasi antara gambar arsitektur, struktur pondasi, detail penulangan, utilitas listrik, dan detail bukaan/kusen.

  • Identifikasi berkas utama
    "Pos Jaga 3x3 Pondasi Batu Kali.dwg" (judul lembar mencantumkan Pos Jaga dan Pondasi Batu Kali).
  • Orientasi & skala lembar
    Terdapat skala 1:100 pada lembar denah/tampak/potongan serta denah instalasi; skala 1:10 pada detail pondasi dan detail tulangan; skala 1:20 pada detail kusen.
  • Komposisi lembar gambar
    Lembar 1 (denah--tampak--potongan), Lembar 2 (denah pondasi--detail pondasi--detail tulangan), Lembar 3 (denah instalasi listrik--plafond--perkayuan kap--perletakkan kusen--detail kusen).

Uraian Teknis Per Halaman

1. Denah, Tampak, dan Potongan Bangunan Pos Jaga (Skala 1:100)


Denah 100–300–100 menampilkan teras -0.05 dan pos ±0.00.

Lembar pertama menyatukan representasi geometri ruang (denah), ekspresi fasad (tampak depan/belakang/samping), serta pemahaman hubungan vertikal (potongan A dan potongan B) dalam satu paket gambar. Pada denah terlihat konfigurasi massa berbentuk persegi dengan pembagian dimensi tepi bertanda 100--300--100 pada satu arah, disertai dimensi internal bertanda 125 dan 175; area utama diberi label POS JAGA ±0.00 dan terdapat bidang masuk/serambi yang diberi label TERAS -0.05. Tanda potongan A dan B menunjukkan lokasi pengambilan potongan terhadap denah, sehingga pembaca dapat menautkan posisi elemen struktur bawah dan elemen rangka atap pada gambar potongan. Pada potongan, garis elevasi memperlihatkan acuan ±0.00 dan beda tinggi ke -0.20, sementara pada potongan atap terlihat anotasi material dan komponen kayu: atap zincalum, rabung zincalum, balok 5/10, gording 5/10, serta lisplank 3/25. Keterangan konstruktif juga dicantumkan eksplisit: sambungan kuda-kuda menggunakan paku, yang mengikat keputusan detailing rangka atap pada metode sambungan yang dipilih di gambar.

  • Geometri denah 100--300--100
    Menjelaskan modul dimensi perimeter yang dipakai untuk membentuk bidang dasar pos jaga pada gambar denah.
  • Penandaan level ±0.00 dan -0.05
    Menunjukkan dua elevasi lantai yang berbeda antara ruang pos dan teras, sehingga transisi fungsi ruang memiliki konsekuensi pada detail ambang/permukaan lantai.
  • Referensi potongan A--B pada denah
    Memetakan arah pembacaan potongan terhadap tata ruang, sehingga hubungan vertikal dan letak elemen bawah dapat ditelusuri tanpa ambiguitas.
  • Komponen atap zincalum dan rabung
    Memvalidasi bahwa penutup atap dan elemen puncak atap dinyatakan sebagai material lembaran metal, yang menjadi konteks pembacaan detail rangka.
  • Rangka kayu balok 5/10 dan gording 5/10
    Memperlihatkan ukuran elemen batang utama/sekunder pada sistem atap yang ditampilkan pada potongan.
  • Elemen lisplank 3/25 pada tepi atap
    Menandai detail finishing tepi atap yang sekaligus berperan sebagai pembatas dan pembentuk garis fasad.
  • Catatan sambungan kuda-kuda berpaku
    Mengikat pilihan metode penyambungan rangka pada praktik konstruksi yang secara eksplisit dinyatakan di lembar.

2. Denah Pondasi, Detail Pondasi Batu Kali, dan Detail Tulangan (Skala 1:100; 1:10)


Potongan pondasi batu kali dengan angker Ø10–50cm dan sloof 15/20.

Lembar kedua memfokuskan aspek struktur bawah dan beton bertulang melalui tiga lapisan informasi: denah pondasi, potongan detail pondasi batu kali, dan detail penampang tulangan untuk ring balok/sloof/kolom praktis. Denah pondasi menunjukkan konfigurasi bidang berbentuk persegi dengan dimensi tepi bertanda 100--300--100 pada satu arah dan dimensi total bertanda 300 pada arah lain, sehingga terbaca bahwa sistem pondasi mengikuti modul plan bangunan pada lembar pertama. Detail pondasi (skala 1:10) memperlihatkan susunan elemen dari atas ke bawah: dinding bertanda PAS 1/2 BATA berdiri di atas SLOOF 15/20, kemudian lapisan lantai diberi keterangan lantai cor beton 1:3:5 dihaluskan di atas pasir urug tebal 5 cm dan tanah urug. Pada zona pondasi ditunjukkan elemen pondasi batu kali dengan dimensi bertanda 40 pada lebar dasar dan dimensi vertikal bertanda 40, serta adanya angker Ø10--50cm yang diikatkan pada massa pondasi; garis level menampilkan ±0.00, -0.05, dan -0.20 sebagai acuan ketinggian. Pada bagian detail tulangan, penampang memperlihatkan spesifikasi tulangan utama 4Ø10 dan sengkang Ø6-200 untuk ring balok dan sloof, serta sengkang Ø6-150 untuk kolom praktis, masing-masing dengan dimensi penampang bertanda 15×15 (ring balok), 20×15 (sloof), dan 15×15 (kolom praktis).

  • Kontur denah pondasi berbentuk persegi
    Memperlihatkan bahwa tapak pondasi direncanakan simetris mengikuti geometri plan bangunan.
  • Stratigrafi lantai cor 1:3:5
    Menegaskan keberadaan lapisan lantai beton dengan komposisi campuran yang dituliskan dan finishing dihaluskan.
  • Lapisan pasir urug 5 cm
    Berfungsi sebagai lapisan perata yang dinyatakan eksplisit pada detail potongan pondasi.
  • Massa pondasi batu kali bertanda 40
    Menunjukkan dimensi lebar dasar/tinggi yang dicantumkan pada gambar detail pondasi.
  • Sistem angker Ø10--50 cm
    Mengindikasikan adanya elemen pengikat dari struktur atas ke pondasi yang diproyeksikan masuk ke massa pondasi.
  • Tulangan 4Ø10 pada penampang beton
    Menjabarkan jumlah dan diameter tulangan pokok yang konsisten dituliskan pada ring balok, sloof, dan kolom praktis.
  • Jarak sengkang Ø6-200 dan Ø6-150
    Membedakan rapat sengkang antar elemen, yang dinyatakan langsung sebagai angka jarak pada detail tulangan.

3. Denah Instalasi Listrik, Plafond, Perkayuan Kap, Perletakkan Kusen, dan Detail Kusen (Skala 1:100; 1:20)


Skema listrik menunjukkan lampu pijar 25 W dan kabel NYA 2,5 mm².

Lembar ketiga memperluas gambar kerja ke ranah utilitas dan detailing arsitektural. Pada bagian keterangan, legenda instalasi listrik mendefinisikan simbol: LP = lampu pijar, simbol untuk saklar ganda, MCB 2 amp. & arde, serta spesifikasi penghantar kabel NYA 2,5 mm²; dengan demikian, pembacaan denah instalasi listrik menjadi terkodifikasi dan objektif. Denah instalasi listrik (skala 1:100) menampilkan beberapa titik beban lampu bertanda 25 W yang dihubungkan jalur kabel menuju perangkat kendali sesuai simbol legenda. Denah plafond (skala 1:100) menunjukkan pola rangka plafon dengan anotasi material kayu 5/5 + triplek 4 mm, sehingga desain plafon dibaca sebagai sistem rangka dan penutup. Denah perkayuan kap (skala 1:100) menampilkan susunan elemen kayu atap dengan anotasi gording 5/10 dan dimensi repetitif bertanda 107.5--285--107.5 pada satu arah. Denah perletakkan kusen (skala 1:100) memetakan posisi bukaan bertanda kusen KH-1 dan kusen KH-2, yang kemudian dirinci pada detail kusen (skala 1:20): kusen KH-1 menampilkan daun bertuliskan pintu plywood t = 3 mm serta bidang pengaman kawat harmonika, sedangkan kusen KH-2 menampilkan bidang kawat harmonika dengan dimensi yang ditunjukkan pada pandangan dan penampang (mis. angka 105, 90, 12, 10, dan 5 pada garis dimensi).

  • Legenda LP--saklar--MCB--arde
    Mengikat standar simbol utilitas pada lembar sehingga interpretasi jaringan instalasi listrik bersifat konsisten.
  • Titik lampu 25 W pada denah
    Menunjukkan beban pencahayaan yang dinyatakan eksplisit sebagai daya pada simbol lampu.
  • Spesifikasi kabel NYA 2,5 mm²
    Menetapkan ukuran penghantar yang menjadi acuan pembacaan jalur kabel pada denah instalasi.
  • Rangka plafond kayu 5/5 + triplek 4 mm
    Menerangkan bahwa sistem plafon dibentuk dari rangka kayu dan panel penutup yang dituliskan dimensinya.
  • Modul perkayuan kap 107.5--285--107.5
    Memperlihatkan pengulangan dimensi pada susunan elemen kayu kap yang dicantumkan pada denah.
  • Klasifikasi bukaan kusen KH-1 dan KH-2
    Menjelaskan bahwa tipe kusen dibedakan sejak level denah perletakkan untuk kemudian diturunkan ke detail.
  • Detail kawat harmonika pada kusen
    Menegaskan adanya elemen pengisi/pengaman yang ditulis berulang pada detail kusen KH-1 dan KH-2.

File DWG

Bagian berikut disediakan untuk akses ke file DWG asli sebagai sumber gambar kerja, sehingga struktur layer, blok CAD, anotasi, dan pengaturan skala dapat ditinjau langsung pada perangkat lunak CAD sesuai kebutuhan koordinasi gambar.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Newer Posts Older Posts

Post a Comment