Falsafah Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)
Table of Contents
Falsafah Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)
Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) merupakan salah satu organisasi pencak silat terbesar dan berpengaruh di Indonesia, yang berpusat di Madiun. Sebagai wadah seni bela diri sekaligus persaudaraan, PSHT tidak hanya menekankan aspek fisik dan keterampilan pencak silat, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai moral, budi pekerti, dan falsafah hidup.
Dokumen atau kartu anggota PSHT umumnya memuat identitas organisasi beserta falsafah yang menjadi landasan kehidupan warganya. Informasi utama yang biasanya tercantum antara lain:
- Nama Organisasi : Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun.
- Nomor Registrasi Pusat (Nomor Induk Pusat) : 2371596.
- Ketua Umum : H. Tarmadji Boedi Harsono, SE.
- Nomor Induk Warga (NIW) : 630100001.
- Lambang PSHT
Falsafah PSHT
Falsafah PSHT tertuang dalam kalimat yang sarat makna:
“Manusia dapat dihancurkan, manusia dapat dimatikan tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu masih Setia kepada dirinya sendiri atau ber SH pada dirinya sendiri.”
Makna dari falsafah ini menekankan bahwa:
- Kekuatan fisik manusia memang terbatas, namun keteguhan hati dan kesetiaan pada nilai kebenaran menjadikan manusia tidak pernah benar-benar kalah.
- Kesetiaan pada hati nurani (Setia Hati) adalah sumber kekuatan sejati yang mengatasi keterbatasan jasmani.
Selain itu, terdapat pula semboyan luhur PSHT yang dikenal luas di kalangan warga:
“Selama Matahari masih bersinar, dan selama Bumi masih dihuni oleh manusia, selama itu pula Persaudaraan Setia Hati Terate tetap kekal, jaya, abadi selama-lamanya.”
Falsafah ini menjadi pedoman hidup warga PSHT dalam bersikap, berlatih, dan bermasyarakat. Bukan hanya membentuk pendekar yang kuat secara jasmani, tetapi juga manusia yang berbudi luhur, tahu benar dan salah, setia pada diri, dan menjunjung tinggi persaudaraan sejati.
Salam Persaudaraan
PSHT JAYA

Post a Comment