Kepanjangan PSHT: Arti, Sejarah, dan Nilai Luhur Persaudaraan Setia Hati Terate

Daftar Isi

Kepanjangan PSHT: Arti, Sejarah, dan Nilai Luhur Persaudaraan Setia Hati Terate

Lambang PSHT resmi sebagai identitas kepanjangan Persaudaraan Setia Hati Terate

Banyak orang bertanya, apa kepanjangan PSHT?

PSHT merupakan singkatan dari Persaudaraan Setia Hati Terate, sebuah organisasi pencak silat dan pendidikan moral yang lahir di Madiun, Jawa Timur.

Kepanjangan PSHT ini tidak sekadar nama, tetapi mengandung makna mendalam tentang perjalanan spiritual dan kebangsaan. Tujuan utamanya adalah membentuk manusia berbudi luhur yang tahu benar dan salah.

Kata “Setia Hati” melambangkan ketulusan, keikhlasan, serta kesetiaan terhadap kebenaran. Sementara itu, “Terate” atau bunga teratai menggambarkan kesucian dan kebijaksanaan. Ia tumbuh dari lumpur kehidupan namun mekar indah di atas permukaan air.

Filosofi inilah yang menjadi dasar ajaran PSHT, bahwa manusia harus kuat menghadapi kehidupan, namun tetap suci dalam hati dan perbuatan.

Asal-Usul dan Sejarah PSHT

Untuk memahami lebih dalam makna di balik PSHT kepanjangan dari Persaudaraan Setia Hati Terate, kita perlu menelusuri sejarah berdirinya.

Organisasi ini didirikan oleh Ki Hajar Hardjo Oetomo pada tahun 1922 di Madiun dengan nama awal Setia Hati Pemuda Sport Club (SH PSC). Tujuannya bukan hanya mengajarkan bela diri, tetapi juga membentuk karakter dan semangat nasionalisme.

Pada Kongres Pertama tahun 1951, nama organisasi berubah menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Perubahan ini menandai langkah besar dalam perjalanan organisasi, dari sekadar wadah olahraga menjadi lembaga pendidikan moral dan spiritual.

Tokoh-tokoh penting seperti RM. Soetomo Mangkoedjojo, Mas RM. Imam Koesoepangat, dan Mas KRT Tarmadji Budi Harsono turut berperan besar dalam pengembangan ajaran PSHT hingga menjadi organisasi persaudaraan yang kuat, berakar pada nilai-nilai kejujuran dan persatuan.

Makna Filosofis dari Nama “Persaudaraan Setia Hati Terate”

Persaudaraan

Melambangkan ikatan batin sejati antar sesama manusia tanpa memandang suku, agama, atau derajat sosial.

Dalam PSHT, persaudaraan berarti menghapus sekat duniawi agar setiap anggota menjadi saudara yang sejati.

Setia Hati

Mengandung makna ketulusan, kesetiaan, dan kebersihan hati dalam menjalankan kebenaran.

Hati yang setia adalah hati yang tidak goyah oleh kepentingan pribadi, melainkan teguh membela kebenaran.

Terate (Bunga Teratai)

Bunga teratai tumbuh dari lumpur namun mekar indah di atas air tanpa noda.

Maknanya, seorang warga PSHT harus mampu menghadapi kerasnya kehidupan tanpa kehilangan kesucian dan kemurnian jiwanya.

Filosofi ini menjadi simbol kemuliaan budi dan kejernihan hati manusia Setia Hati.

Perkembangan dan Penyebaran PSHT

Kini Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) telah berkembang pesat di seluruh Indonesia dan mancanegara.

Pusatnya berada di Jl. Merak No.10, Nambangan Kidul, Madiun – Jawa Timur, dan telah hadir di lebih dari 50 negara, seperti Malaysia, Belanda, Rusia, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, Inggris, dan Mesir.

Meskipun telah menyebar luas, PSHT tetap memiliki satu garis ajaran dan legalitas resmi di bawah PSHT Pusat Madiun – Indonesia.

Dimanapun berada, setiap warga PSHT memegang teguh semboyan luhur: Setia Hati untuk Kebenaran dan Persaudaraan.

Nilai-Nilai Luhur PSHT

PSHT bukan hanya perguruan pencak silat, melainkan juga wadah pembentukan karakter manusia berbudi luhur.

Empat nilai utama yang menjadi dasar ajaran PSHT antara lain:

  • Kejujuran, sebagai pondasi segala ucapan dan tindakan.
  • Kesetiaan, yaitu keteguhan hati terhadap ajaran dan kebenaran.
  • Persaudaraan, sebagai ikatan batin murni tanpa pamrih.
  • Kebijaksanaan, kemampuan menimbang benar dan salah dengan nurani yang bersih.

"Manusia dapat dihancurkan, manusia dapat dimatikan tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu masih Setia kepada dirinya sendiri atau ber SH pada dirinya sendiri."

Ajaran PSHT berpijak pada falsafah Jawa yang mendalam:

“Ojo dumeh, eling lan waspada, lan tansah ngudi kasampurnan.”
Artinya, jangan sombong, selalu sadar dan waspada, serta senantiasa mencari kesempurnaan hidup.

Nilai-nilai luhur ini membentuk pondasi kuat bagi warga PSHT dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat. Di antara prinsip yang paling dijaga adalah ajaran paseduluran sejati, yakni persaudaraan yang tidak terikat oleh kepentingan duniawi apa pun.

Sebagaimana diungkapkan dalam pesan luhur:

“SH Terate jangan dibawa ke mana-mana, tapi biarkan ada di mana-mana.”

Ungkapan ini menggambarkan bahwa PSHT adalah wadah paseduluran yang bersifat universal, tidak berpihak pada kepentingan politik, pemerintahan, atau organisasi massa mana pun.

Yang dibangun dalam PSHT adalah konsep persaudaraan murni, sehingga keberadaannya bukan untuk kepentingan kekuasaan, melainkan untuk menebarkan nilai-nilai kebenaran, kebersamaan, dan kemanusiaan.

Dengan demikian, SH Terate tidak diidentikkan dengan golongan tertentu, melainkan hidup dan mekar di tengah masyarakat sebagai simbol ketulusan dan perdamaian.

Ilustrasi kepanjangan PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) dengan lambang, warga, dan falsafah Suro Diro

Penutup

Mengetahui apa kepanjangan PSHT bukan sekadar memahami singkatannya, tetapi juga menelusuri makna dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

PSHT adalah jalan hidup bagi mereka yang ingin menapaki kebenaran, menjunjung persaudaraan, dan memuliakan kemanusiaan.

Seperti filosofi bunganya,

“Setia Hati Terate mekar bukan karena airnya, melainkan karena sinar kebenaran yang menumbuhkannya.”

Dari Madiun untuk Indonesia, dan dari Indonesia untuk dunia,

Persaudaraan Setia Hati Terate terus mekar dalam cahaya abadi.

Identitas Organisasi


Keterangan Informasi
Singkatan PSHT
Kepanjangan Persaudaraan Setia Hati Terate
Pendiri Ki Hajar Hardjo Oetomo
Tanggal Berdiri 2 September 1922 (sebagai SH PSC); 25 Maret 1951 (sebagai PSHT)
Jenis Organisasi Perguruan Pencak Silat dan Pendidikan Moral
Kantor Pusat Jl. Merak No.10, Nambangan Kidul, Kec. Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur 63128
Wilayah Layanan Indonesia, Malaysia, Belanda, Rusia, Jepang, Amerika Serikat, Belgia, Korea Selatan, Inggris, Brunei, Singapura, Timor Leste, Kairo, dan lainnya
Ketua Umum Kangmas Drs. R. Moerdjoko HW
Ketua Dewan Pusat Kangmas H. Issoebiantoro, SH
Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Postingan Lama Postingan Lebih Baru

Posting Komentar