Chord Terate Emas Satu Abad (PSHT)
Table of Contents
Kunci Gitar Terate Emas Satu Abad (PSHT)
Pembahasan Chord Terate Emas ini membawa kita langsung menuju inti sebuah komposisi yang melampaui musik semata; ia adalah monumen suara bagi peringatan Satu Abad Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Lagu "Terate Emas 1 Abad" dirilis untuk menandai tahun emas organisasi, membentang dari tahun 1922 hingga 2022. Meskipun komposisi resmi yang bertajuk Terate Emas (1 Abad Psht) diciptakan oleh Marsono Boleng dan dinyanyikan oleh Rindi Safira, dalam ranah performa akustik, pencarian chord yang paling populer tertuju pada aransemen yang lebih mudah diakses dan tersebar luas, yakni versi "Menuju Satu Abad" dari PSHT Sedati. Analisis teknis ini akan berfokus pada kunci-kunci dari versi populer tersebut, yang diklasifikasikan sebagai tingkat kesulitan "beginner" (pemula).
Asal Muasal dan Makna Historis
Narasi lagu ini berpusat pada kejayaan institusional dan persatuan. Liriknya menyerukan kegembiraan komunal, yaitu "kita semua ikut senang, kita semua merasakan," sekaligus menggarisbawahi kebanggaan sejarah. Metafora "berkilaunya cahaya emas" secara simbolis mencerminkan lambang Terate, menandakan PSHT telah mencapai abad keemasannya. Pesan persaudaraan ini dihidupkan melalui struktur musik yang kokoh, dirancang untuk dinyanyikan bersama sebagai sebuah himne. Kunci-kunci yang digunakan harus mendukung tempo sedang (sekitar 100-120 BPM) yang stabil, layaknya sebuah mars perayaan.
Menyingkap Nada Dasar Pijakan Harmonik
Pondasi harmonik yang digunakan dalam aransemen populer ini adalah G Major. Nada dasar ini dipilih secara cerdas karena merupakan salah satu nada dasar paling ramah bagi gitaris, dibangun di atas empat kunci terbuka yang mendasar: G, C, D, dan Em. Kunci-kunci ini membentuk progresi klasik I-IV-vi-V, sebuah arsitektur harmonik yang dikenal secara universal karena kemampuannya menghasilkan melodi yang mudah diingat dan terasa akrab di telinga. Kunci-kunci tambahan seperti Am (ii) memperkuat struktur diatonik G Major. Namun, ada satu momen yang meningkatkan kompleksitas harmonik, yaitu kemunculan kunci F#m di bagian ekstensi Chorus. Meskipun F#m memerlukan teknik barre chord yang sedikit lebih maju, penggunaannya di sini sebagai passing chord (kunci lewat) yang singkat berfungsi untuk menciptakan ketegangan sesaat sebelum kembali ke resolusi Tonik, memberikan kedalaman yang diperlukan pada lagu himne ini.
INTRO: G C G C
G
Menuju Satu Abad ...
Em
PSHT Selalu Hebat ...
G
Sembilan Belas Dua Dua ...
Em
Sampai Dua Ribu Dua Dua ...
INTRO: G C G C
G
Menuju Satu Abad ...
Em
PSHT Selalu Hebat ...
G
Sembilan Belas Dua Dua ...
Em
Sampai Dua Ribu Dua Dua ...
C D
Kau Pancarkan ... Sinar-sinarmu ...
G
Semua Berbahagia ...
Em
Menyambut Satu Abad ...
G
Berkilauanya Cahaya Emas ...
Em
Diseluruh Penjuru Dunia ...
C D
Panji Berkibar ... Allahu Akbar ...
REFF:
C G
Satu Abad ... Satu Abad ...
C Em
Satu Abad Terlewati ...
C G
Kita Semua Ikut Senang ...
Am D
Kita Semua Merasakan ...
C G D Em-F#m-G-D
Sudah Lama Mengepakan Sayapnya ...
C Em C D
Sebelum Merdeka Sampai Sekarang ...
MUSIK:
Em C G D
Hu u ... hu hu u..
Em C D
Ho o ...
REFF:
C G
Satu Abad ... Satu Abad ...
C Em
Satu Abad ... Terlewati ...
C G
Kita Semua Ikut Senang ...
Am D
Kita Semua Merasakan ...
C G D Em-F#m-G-D
Sudah Lama Mengepakan Sayapnya ...
C Em C D
Sebelum Merdeka Sampai Sekarang ...
Em
Menuju Satu Abad
Teknik Jari dan Tantangan Transisi
Untuk menguasai lagu ini dengan mulus, fokus harus diberikan pada efisiensi transisi antara kunci-kunci terbuka. Penyetelan gitar standar E A D G B E adalah yang diperlukan.
Tabel berikut merinci penempatan jari standar untuk kunci-kunci esensial dalam nada dasar G Major:
| Kunci | Senar (E-A-D-G-B-e) | Penempatan Jari Standar (Tangan Kiri) |
|---|---|---|
| G Major (I) | 3-2-0-0-0-3 | "Jari Tengah (senar 6, fret 3), Telunjuk (senar 5, fret 2), Kelingking (senar 1, fret 3)" |
| C Major (IV) | x-3-2-0-1-0 | "Jari Manis (senar 5, fret 3), Tengah (senar 4, fret 2), Telunjuk (senar 2, fret 1)" |
| Em (vi) | 0-2-2-0-0-0 | "Jari Tengah (senar 5, fret 2), Jari Manis (senar 4, fret 2)" |
| D Major (V) | x-x-0-2-3-2 | "Jari Telunjuk (senar 3, fret 2), Manis (senar 2, fret 3), Tengah (senar 1, fret 2)" |
| Am (ii) | x-0-2-2-1-0 | "Jari Tengah (senar 4, fret 2), Manis (senar 3, fret 2), Telunjuk (senar 2, fret 1)" |
| F#m (Kromatik) | 2-4-4-2-2-2 | Full Barre Chord F# minor di Fret ke-2 (Disarankan) |
Tantangan utama adalah urutan cepat C G D Em F#m G D. Di sini, kunci F#m (yang memerlukan barre chord) harus dimainkan sangat cepat, berfungsi hanya sebagai passing chord untuk mempertahankan integritas ritmis sebelum resolusi kembali ke G dan D.
Seni Memainkan Dinamika dan Ritme
Karena lagu ini bergenre himne/mars, pola strumming harus stabil, bertenaga, dan mendukung irama 4/4. Pola 8-ketuk yang universal adalah pilihan terbaik: D D U U D U (Bawah, Bawah, Atas, Atas, Bawah, Atas).
Gitaris harus mengatur dinamika untuk mencerminkan nuansa lirik:
- Verse (Bait) Kunci G Em: Dimainkan lebih lembut (piano) untuk mendukung narasi sejarah yang introspektif.
- Chorus (Reff) Kunci C G C Em: Dimainkan penuh tenaga (forte) dengan strum yang kuat untuk memuncak pada pesan perayaan dan persatuan.
Fleksibilitas Nada Penggunaan Capo
Meskipun G Major adalah kunci utama yang mudah, ditemukan pula versi performa yang menggunakan nada dasar A# Major (Bb Major). Nada dasar ini mungkin lebih sesuai dengan jangkauan vokal tertentu. Untuk menghindari kunci barre A# dan D# yang sulit, pemain dapat menggunakan capo tasto (capo) di Fret ke-3.
Dengan meletakkan capo di fret ke-3, pemain dapat tetap menggunakan bentuk-bentuk kunci terbuka G Major (G, C, D, Em, Am), tetapi suara aktual yang dihasilkan akan bertransposisi secara sempurna ke nada dasar A# Major (Bb):
| Kunci Aktual (Target: A#) | Posisi Capo | Bentuk Kunci yang Dimainkan |
|---|---|---|
| A# Major (Bb) | 3rd Fret | Bentuk G |
| D# Major (Eb) | 3rd Fret | Bentuk C |
| F Major | 3rd Fret | Bentuk D |
| Gm | 3rd Fret | Bentuk Em |
| Cm | 3rd Fret | Bentuk Am |
INTRO: Bb D# Bb D#
Bb
menuju satu abad
Gm
PSHT selalu hebat…
Bb
sembilan belas dua dua…
Gm
sampai dua ribu dua dua…
INTRO: Bb…D#.Bb.D#…F
Bb
menuju satu abad…
Gm
PSHT selalu hebat
Bb
sembilan belas dua dua…
Gm
sampai dua ribu dua dua…
D# F
kau pancarkan… sinar-sinarmu…
Bb
semua berbahagia…
Gm
menyambut satu abad
Bb
berkilaunya cahaya emas…
Gm
di seluruh penjuru dunia…
D# F
panji berkibar… Allahu Akbar…
REFF:
D# Bb
satu abad… satu abad…
D# Gm
satu abad… terlewati…
D# Bb
kita semua ikut senang
Сm F
kita semua merasakan…
D# Bb F Gm-Am-Bb-F
sudah lama mengepakkan sayapnya…
D# Gm D# F
sebelum merdeka… sampai sekarang…
MUSIK:
Gm D# Bb F
hu u… hu hu u…
Gm D# F
ho o…
REFF:
D# Bb
satu abad… satu abad…
D# Gm
satu abad… terlewati…
D# Bb
kita semua ikut senang…
Сm F
kita semua merasakan…
D# Bb F Gm-Am-Bb-F
sudah lama mengepakkan sayapnya…
D# Gm D# F
sebelum merdeka… sampai sekarang…
Gm
menuju satu abad…
Setelah menguasai nada dasar G Major dan progresi terbuka dari chord Terate Emas ini, musisi dapat mempertimbangkan tantangan teknis berikutnya. Lagu kunci Mekarlah Bunga Terate menawarkan kompleksitas harmonik yang lebih tinggi dengan penggunaan kunci palang yang intensif, sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan skill. Alternatifnya, bagi yang tertarik pada ritme minor yang kuat dan petuah filosofis, penelusuran chord lagu Terate Jalanan akan melengkapi pemahaman atas spektrum musik persaudaraan PSHT melalui progresi minor yang dramatis dan ritme Koplo yang bersemangat.

Post a Comment