Macam-macam Pukulan dalam Pencak Silat Lengkap dan Ilustrasinya

Daftar Isi

Macam-macam Pukulan dalam Pencak Silat

Empat pose seorang pesilat berseragam hitam sabuk putih yang mendemonstrasikan sikap pasang dan teknik pukulan lurus

Dalam filosofi pencak silat, tangan adalah instrumen dualitas. Ia adalah alat untuk bersalaman, merangkul saudara, dan menanam padi; namun dalam keadaan terdesak, ia menjadi senjata presisi yang paling adaptif. Berbeda dengan tendangan yang mengandalkan kekuatan tungkai dan jarak, pukulan (serangan tangan) adalah tentang kecepatan, presisi, dan kemampuan bertarung di ruang yang paling sempit.

Setiap jenis pukulan pencak silat adalah perwujudan dari "rasa". Seorang pesilat tidak memukul dengan amarah, melainkan dengan kesadaran penuh. Teknik pukulan pencak silat yang sejati tidak hanya mengandalkan kekuatan lengan, tetapi bersumber dari rotasi pinggul, kokohnya kuda-kuda, dan penyaluran energi dari bumi. Inilah yang membedakan antara pukulan biasa dengan pukulan berisi.

Daftar Utama Macam-Macam Pukulan Pencak Silat

Berikut adalah penjabaran yang lebih mendalam mengenai serangan tangan dalam pencak silat, yang dikelompokkan berdasarkan "senjata" utama yang digunakan.

Kelompok 1: Pukulan Berbasis Kepalan (Fist Strikes)

1. Pukulan Lurus (Depan / Straight / Tinju)

Teknik fundamental ini, yang juga dikenal sebagai Tinju, Jab (jika sebagai umpan cepat), atau Cross (bila bertenaga penuh), adalah serangan lurus ke depan. Ini adalah pukulan tercepat dengan jangkauan terjauh, vital untuk fungsi pukulan pertandingan (meraih poin cepat, menjaga jarak) maupun bela diri (menusuk pertahanan). Kunci efisiensinya adalah retraksi (penarikan) yang cepat untuk menghindari tangkapan.

Mekanika Inti:

  • Inisiasi (Kuda-kuda): Tenaga dimulai dari pijakan kaki belakang (untuk cross) atau dorongan ringan (untuk jab), mentransfer berat badan ke depan secara terkontrol.
  • Rotasi (Sumber Tenaga): Pinggul dan bahu berotasi secara eksplosif ke arah target. Ini adalah mesin utama dari pukulan, bukan sekadar dorongan lengan.
  • Eksekusi (Lintasan): Lengan meluncur lurus dari guard (posisi jaga) ke target, dengan dua buku jari teratas menghantam permukaan. Bahu yang memukul naik untuk melindungi rahang.
  • Retraksi (Keamanan): Segera setelah menghantam, tangan ditarik lurus kembali ke posisi guard secepat ia diluncurkan.

Seorang pesilat mempraktikkan teknik pukulan lurus pencak silat dengan kuda-kuda yang kokoh

2. Pukulan Sangkol (Kait / Hook / Bandul Samping / Melingkar)

Pukulan Samping atau Sangkol ini (dikenal sebagai Hook, Bandul Samping, atau Pukulan Melingkar) adalah spesialis jarak menengah. Ciri khasnya adalah lintasan pukulan yang melengkung secara horizontal, dirancang untuk membongkar pertahanan lawan yang tertutup rapat (guard). Tenaga utamanya bukan dari ayunan lengan, tapi dari rotasi eksplosif badan dan pinggul.

Mekanika Inti:

  • Inisiasi (Kuda-kuda): Berat badan dipindahkan sedikit ke sisi pemukul, menggunakan pijakan kaki sebagai poros (pivot) untuk rotasi.
  • Rotasi (Sumber Tenaga): Ledakan tenaga berasal dari putaran pinggul dan badan (torso) yang menyatu.
  • Eksekusi (Lintasan): Siku ditekuk (umumnya 90 derajat) dan dijaga sejajar lantai. Pukulan "mengait" target dari samping (rahang atau rusuk).
  • Keamanan: Tangan guard non-pemukul harus menempel erat di pelipis atau rahang untuk melindungi dari counter-hook lawan.

Ilustrasi lintasan pukulan sangkol atau hook melingkar yang membongkar guard lawan dalam pencak silat

3. Pukulan Bandul (Sanggah / Uppercut / Catok)

Pukulan ini, yang juga dikenal sebagai Bandul, Sanggah, Catok, atau Uppercut, memiliki lintasan unik, yaitu vertikal dari bawah ke atas. Ia sangat ideal untuk pertarungan jarak sangat rapat (infighting) karena lintasannya yang pendek dan tersembunyi, sangat efektif saat lawan menunduk atau merangsek masuk.

Mekanika Inti:

  • Inisiasi (Kuda-kuda): Merendahkan level tubuh sedikit dengan menekuk lutut (bukan membungkukkan punggung), "mengisi" tenaga pada kuda-kuda.
  • Rotasi (Sumber Tenaga): "Ledakan" tenaga datang dari dorongan kaki ke atas, dikombinasikan dengan sedikit putaran pinggul.
  • Eksekusi (Lintasan): Pukulan meluncur vertikal dari bawah, menyasar dagu atau ulu hati. Telapak tangan umumnya menghadap ke wajah pemukul saat impact.
  • Keamanan: Jaga agar pukulan tidak terlalu "liar" atau melampaui target, yang dapat membuat kehilangan keseimbangan.

Aplikasi pukulan bandul atau uppercut pencak silat yang menyasar dagu dari jarak sangat rapat

4. Pukulan Tegak (Kepalan Vertikal)

Ini adalah variasi dari pukulan lurus, di mana perbedaannya terletak pada orientasi kepalan tangan.

Mekanika Inti:

  • Bentuk Tangan: Tangan menggenggam (mengepal) dengan posisi tegak (vertikal).
  • Lintasan: Lurus ke depan.
  • Target: Umumnya diarahkan ke pundak, sendi bahu, atau dada.

Perbandingan orientasi kepalan tangan pada teknik pukulan tegak (vertikal) pencak silat

5. Tumbuk (Pukulan Genggaman Atas)

Mirip dengan Ketok namun menggunakan genggaman penuh, sering disamakan dengan hammer fist.

Mekanika Inti:

  • Bentuk Tangan: Tangan menggenggam.
  • Senjata: Sisi genggaman tangan bagian dalam (sisi jari kelingking).
  • Lintasan: Diayun dari atas kepala ke depan bawah.
  • Target: Kepala atau dada lawan.

Pesilat melakukan teknik tumbuk (hammer fist) dengan lintasan ayunan dari atas ke bawah

Kelompok 2: Serangan Tangan Terbuka (Open Hand Strikes)

6. Tebangan (Sisi Tangan / Knife Hand / Pedang)

Tebangan, atau sering disebut Pedang Tangan (Knife Hand), adalah teknik yang mengutamakan presisi di atas kekuatan mentah. Ia tidak menggunakan buku jari, melainkan sisi luar telapak tangan yang telah dikondisikan (dikeraskan). Fokusnya bukan menghantam, melainkan "memotong" titik-titik lemah. Lintasannya bisa vertikal (atas ke bawah) atau horizontal (menyamping).

Mekanika Inti:

  • Penguatan Tangan: Jari-jari dirapatkan dan diluruskan, ibu jari ditekuk ke dalam telapak untuk menguatkan struktur tangan (membentuk "pedang").
  • Senjata: Sisi telapak tangan dari pangkal kelingking hingga pergelangan.
  • Lintasan: Seperti menebang (atas-bawah) atau menyamping (horizontal), bisa dari luar ke dalam atau atas ke bawah.
  • Target: Presisi ke titik vital seperti leher, tenggorokan, pelipis, bahu, atau sendi (seperti pangkal lengan).

Close-up formasi tangan untuk tebangan (pedang tangan) pencak silat yang menargetkan titik vital

7. Pukulan Dorong (Telapak Tangan / Palm Strike)

Disebut juga Sodokan Telapak, teknik ini menggunakan pangkal telapak tangan yang keras. Ini adalah alternatif yang sangat baik untuk pukulan lurus, karena lebih aman bagi buku jari penyerang (tidak mudah patah) namun tetap memiliki daya hentak kuat untuk target keras seperti hidung, dagu, atau dahi.

Mekanika Inti:

  • Senjata: Pangkal telapak tangan yang keras. Jari-jari ditarik ke belakang agar tidak terbentur.
  • Gerakan: Mendorong lurus ke depan, mirip pukulan lurus, dengan tenaga penuh dari rotasi pinggul dan bahu.
  • Fungsi Ganda: Bisa untuk strike (menghantam) atau push (mendorong/merusak kuda-kuda lawan).

Seorang pesilat menggunakan pangkal telapak tangan untuk melancarkan teknik pukulan dorong (palm strike) pencak silat

8. Pukulan Punggung Tangan, Tamparan & Kepret

Kelompok ini adalah serangan "sentilan" (whipping strikes). Keduanya tidak mengandalkan dorongan tenaga besar, melainkan kecepatan dan efek kejut yang melenting untuk memecah konsentrasi atau menyerang titik sensitif.

Mekanika Inti (Backfist):

  • Senjata: Punggung dari dua buku jari teratas (telunjuk dan jari tengah).
  • Gerakan: Gerakan sentilan cepat dan kaku dari posisi guard atau sebagai bagian dari putaran badan (Spinning Backfist).
  • Target: Pelipis, jembatan hidung.

Mekanika Inti (Tamparan):

  • Senjata: Telapak tangan terbuka.
  • Gerakan: Melenting seperti cambuk, sering dari rotasi badan yang cepat.
  • Target: Telinga (untuk merusak keseimbangan dan ear drum), pipi (guncangan dan memutar kepala).

Mekanika Inti (Kepret):

  • Senjata: Punggung tangan, namun dengan pergelangan tangan yang lemas (rileks).
  • Gerakan: Gerakan "melecut" secara horizontal. Fokus pada efek cambuk, bukan benturan keras.
  • Target: Kepala atau dada, untuk memecah konsentrasi atau membuka pertahanan.

Perbandingan tiga serangan sentilan (whipping strikes): tamparan, kepret, dan pukulan punggung tangan (backfist)

9. Tebak (Telapak Tangan Ganda)

Ini adalah pukulan depan yang spesifik menggunakan kedua telapak tangan terbuka secara bersamaan. Berbeda dengan Pukulan Dorong (Palm Strike) yang umumnya satu tangan.

Mekanika Inti:

  • Bentuk Tangan: Kedua telapak tangan terbuka, jari rapat menghadap ke atas.
  • Lintasan: Lurus ke depan, didorong secara bersamaan.
  • Target: Dada lawan, berfungsi untuk hentakan atau dorongan kuat.

Pesilat dalam kuda-kuda siap melakukan teknik tebak, dorongan lurus menggunakan kedua telapak tangan ganda

10. Sodok (Tusukan Telapak Terbuka)

Pukulan ini mirip Colokan namun menggunakan keseluruhan telapak tangan dalam posisi terbuka menghadap ke atas, bukan hanya ujung jari.

Mekanika Inti:

  • Bentuk Tangan: Telapak tangan terbuka menghadap ke atas, jari-jari rapat dan lurus.
  • Lintasan: Lurus ke depan, sedikit ke atas.
  • Target: Ulu hati atau dagu lawan.

Bentuk tangan untuk teknik sodok pencak silat, tusukan telapak terbuka menghadap ke atas menyasar ulu hati

11. Sanggah (Jari Terbuka)

Meskipun Sanggah terkadang menjadi alias Bandul (kepalan), teknik ini juga merujuk pada serangan bawah dengan tangan terbuka.

Mekanika Inti:

  • Bentuk Tangan: Jari-jari tangan terbuka, agak bengkok ke dalam namun tidak menggenggam.
  • Lintasan: Diayun dari depan perut bagian bawah ke atas.
  • Target: Ulu hati atau dagu lawan.

Kelompok 3: Serangan Jari, Ruas & Cakaran (Finger/Knuckle/Claw Strikes)

12. Colokan (Tusukan Jari Presisi)

Ini adalah teknik bela diri murni yang dilarang mutlak dalam tanding karena sifatnya yang sangat mencederai. Ini adalah "jarum" dalam pencak silat, di mana teknik lain adalah "palu". Fokusnya adalah presisi absolut ke titik lunak. Terkadang disebut juga Tusuk.

Mekanika Inti:

  • Bentuk Tangan: Ujung jari (umumnya satu atau dua jari) dirapatkan, dikeraskan, dan sedikit ditekuk untuk membentuk struktur yang kokoh.
  • Lintasan: Tusukan lurus, cepat, dan tajam, seringkali tanpa telegrafi. Bisa juga bervariasi dari bawah ke atas menyasar leher.
  • Target: Hanya titik paling rentan: mata, tenggorokan (lubang di antara tulang selangka), atau titik saraf spesifik.
  • Keamanan: Membutuhkan pengkondisian jari yang serius agar tidak patah saat benturan.

Bentuk tangan kaku untuk teknik colokan pencak silat, sebuah tusukan jari presisi ke titik vital

13. Sosrok (Tusukan Lima Jari & Remasan)

Ini adalah pengembangan yang sangat penting, sering ditemukan di PSHT dan banyak aliran tradisi. Sosrok (atau tusukan lima jari) bukanlah serangan satu-dimensi; ia adalah transisi dari tusukan ke cengkeraman. Tujuannya adalah menusuk untuk "mengait", lalu merusak.

Mekanika Inti:

  • Bentuk Tangan: Kelima jari dibuka, kaku, dan sedikit melengkung (seperti Cakaran), siap untuk menusuk sekaligus mencengkeram.
  • Fase 1 (Tusukan): Melakukan tusukan lurus dan kuat dengan kelima ujung jari. Targetnya bervariasi: Leher (tenggorokan), Rusuk (celah iga), atau Perut (ulu hati/solar plexus).
  • Fase 2 (Remasan): Segera setelah ujung jari mengenai atau sedikit "masuk" ke target, tangan secara refleks menutup, "meremas" apa yang didapat.
  • Aplikasi Lanjutan: Jika targetnya adalah otot atau leher, fase remasan ini adalah untuk "meremas urat" atau jaringan lunak, menimbulkan rasa sakit luar biasa dan merusak struktur. Jika di rusuk, ia bisa merobek otot antar-iga.

Demonstrasi teknik sosrok, transisi dari tusukan lima jari menjadi remasan yang merusak

14. Gothok (Pukulan Ruas Jari)

Teknik ini, disebut Gothok, menggunakan bentuk tangan yang unik untuk menghasilkan impact keras dan tajam tanpa menggunakan buku jari standar. Ini adalah senjata jarak menengah yang sangat baik untuk menembus celah.

Mekanika Inti:

  • Bentuk Tangan: Jari-jari ditekuk ke dalam (seperti posisi awal ingin mengetuk pintu, namun lebih rata dan kaku). Posisi ini mengekspos ruas jari tengah (bukan ujung jari, bukan buku jari utama).
  • Senjata: Punggung luar dari ruas jari (ruas jari tengah, atau phalanges tengah).
  • Lintasan: Mirip dengan pukulan lurus atau sangkol, namun permukaannya lebih kecil dan lebih tajam daripada kepalan biasa.
  • Target: Area yang sensitif terhadap tekanan tumpul namun terfokus: ulu hati, rusuk, pelipis, atau di bawah tulang rahang.

Posisi tangan unik untuk pukulan gothok yang mengekspos ruas jari tengah sebagai senjata

15. Cakaran (Cengkraman Harimau)

Ini bukan sekadar garukan, tapi sebuah konsep serangan yang utuh, sering disimbolkan sebagai "Cengkraman Harimau". Ini adalah teknik merobek yang mengandalkan kekuatan tarikan lengan dan kekakuan jari.

Mekanika Inti:

  • Bentuk Tangan: Jari-jari dibuka lebar, kaku, dan dibentuk melengkung seperti cakar elang atau harimau.
  • Gerakan: Bukan pukulan, melainkan "menggaruk" atau "merobek". Tenaga berasal dari tarikan kuat lengan, bahu, dan punggung (otot latissimus).
  • Target: Area lunak (wajah, mata, leher) untuk merusak penglihatan dan menimbulkan kepanikan, atau area lengan/tangan untuk merobek cengkeraman lawan.
  • Fungsi Ganda: Bisa sebagai serangan (ofensif) atau sebagai teknik defensif untuk melepaskan kuncian atau pegangan.

Bentuk tangan cakar harimau yang kaku, siap melakukan teknik cakaran untuk merobek target

16. Ketok (Pukulan Ruas Jari Atas)

Ini adalah pukulan dengan lintasan dari atas ke bawah, menggunakan ruas jari sebagai senjata.

Mekanika Inti:

  • Bentuk Tangan: Jari-jari rapat dan agak ditekuk, telapak tangan menghadap ke bawah.
  • Senjata: Buku-buku (ruas) jari tangan.
  • Lintasan: Diayun dari atas kepala ke depan bawah.
  • Target: Dahi, kepala, atau dada atas lawan.

Posisi tangan teknik ketok dengan telapak menghadap ke bawah, siap memukul menggunakan ruas jari

Kelompok 4: Serangan Senjata Khusus

17. Pukulan Siku (Sikutan)

Ini adalah salah satu pukulan untuk bela diri paling mematikan: Pukulan Siku / Sikutan dalam Pencak Silat. Ia menggunakan sendi siku yang runcing dan keras sebagai senjata utama. Karena daya rusaknya yang ekstrem di jarak clinch (jarak tempel), teknik ini dilarang keras di sebagian besar kategori tanding olahraga.

Mekanika Inti (Variasi Lintasan):

  • Siku Depan: Lengan ditekuk horizontal di depan dada, siku digerakkan lurus ke depan. Sasaran ke dada atau kepala lawan.
  • Siku Samping: Lengan ditekuk horizontal, siku digerakkan menyamping (mirip hook). Sasaran ke kepala atau rusuk samping lawan.
  • Siku Atas: Lengan ditekuk vertikal, siku digerakkan ke depan atas (mirip uppercut). Sasaran ke dagu lawan.
  • Siku Bawah: Lengan ditekuk vertikal di depan kepala, siku digerakkan ke depan bawah. Sasaran ke kepala atau pundak lawan.
  • Lintasan Lain: Selain empat arah dasar tersebut, sikutan juga bisa bersifat diagonal atau putar (spinning elbow).

Demonstrasi pukulan siku (sikutan) pencak silat sebagai teknik bela diri jarak clinch yang mematikan

Konsep Taktis: Umpan (Feint) & Kombinasi

Ini bukanlah satu teknik, melainkan konsep taktis cerdas yang membedakan pesilat pemula dengan pesilat berpengalaman. Ini adalah "seni menipu" dalam pertarungan, menggunakan satu pukulan untuk "menjual" pukulan lainnya.

Mekanika Inti (Konsep Taktis):

  • Fase 1 (Umpan): Lakukan 70% dari sebuah teknik (misal jab lurus) dengan kecepatan penuh namun tanpa intensi untuk mengenai. Tujuannya hanya untuk memancing reaksi spesifik dari lawan (misal lawan memblok ke atas).
  • Fase 2 (Membaca): Dalam sepersekian detik, baca reaksi lawan. Jika lawan memblok ke atas, maka bagian bawahnya (ulu hati/rusuk) terbuka.
  • Fase 3 (Serangan Utama): Luncurkan serangan kedua (misal hook ke badan atau uppercut) ke celah yang baru saja terbuka akibat reaksi lawan terhadap umpan yang dilancarkan.

Teknik Pelatihan & Progresi (Latihan Pukulan Pencak Silat)

Pukulan yang efektif adalah hasil dari latihan pukulan pencak silat yang konsisten, yang selalu dimulai dari pondasi:

  1. Pondasi Kuda-Kuda & Langkah (Footwork): Kuda-kuda adalah ibu dari pukulan. Tanpa pijakan yang benar, pukulan akan "hampa". Latih langkah (geseran, selup, langkah segitiga) untuk menemukan jarak yang pas.
  2. Rotasi Pinggul & Bahu: Sumber tenaga terbesar pukulan bukan lengan, tapi rotasi inti tubuh (pinggul dan bahu). Latih ini secara terpisah (latihan kering/shadow boxing).
  3. Drill Teknik: Latih lintasan pukulan di depan cermin, lalu gunakan target seperti sansak (untuk tenaga) dan focus mitts (untuk kecepatan, akurasi, dan reaksi).
  4. Keamanan Latihan Pukulan: Selalu lakukan pemanasan, terutama pada sendi bahu, siku, dan pergelangan tangan. Jangan memukul dengan emosi atau tenaga penuh jika bentuknya belum benar. Menjaga keamanan tangan adalah esensial; buku jari yang cedera butuh waktu lama untuk pulih.

Fungsi dalam Pertandingan vs Bela Diri Praktis

Sama seperti tendangan, fungsi pukulan pertandingan dan pukulan untuk bela diri memiliki penekanan yang berbeda.

  • Dalam Pertandingan (Tanding): Tujuannya adalah poin. Pukulan (umumnya pukulan lurus dan pukulan samping yang bersih) harus masuk ke area yang sah (rompi). Kecepatan dan kebersihan teknik dihargai. Teknik berbahaya seperti sikutan, colokan, sosrok, gothok, ketok, dan tumbuk dilarang keras.
  • Dalam Bela Diri Praktis: Tujuannya adalah melumpuhkan ancaman. Tidak ada aturan. Teknik yang dilarang di tanding justru menjadi pilihan utama: Pukulan siku, colokan ke mata, sosrok ke leher, gothok ke rusuk, dan cakaran ke wajah. Presisi ke titik vital lebih penting daripada keindahan gerakan.

Kriteria Penilaian Pertandingan

Dalam kategori tanding seni (Tunggal, Ganda, Regu), penilaian tidak didasarkan pada poin per serangan, melainkan pada kualitas keseluruhan gerakan, yang umumnya dibagi menjadi:

1. Nilai Kebenaran

  • Kebenaran gerak setiap jurus.
  • Kebenaran urutan gerakan.
  • Kebenaran urutan jurus (jika menggunakan jurus baku).

2. Nilai Kemantapan

  • Kemantapan gerak (keseimbangan dan kekuatan).
  • Kemantapan irama gerak (keselarasan dan alur).
  • Kemantapan penghayatan gerak (ekspresi dan 'rasa').
  • Kemantapan tenaga dan stamina.

Nilai Budaya & Filosofi

Tangan dalam pencak silat adalah simbol tertinggi dari kontrol diri. Seorang pesilat dilatih ribuan kali untuk memukul, justru agar ia tahu kapan untuk tidak memukul. Pukulan adalah opsi terakhir ketika dialog dan de-eskalasi gagal.

Filosofinya adalah "tangan untuk merangkul, bukan untuk memukul". Latihan keras di gelanggang adalah untuk menempa mental agar di luar gelanggang, tangan itu menjadi sejuk, pemaaf, dan membangun. Menggunakan pukulan untuk arogansi adalah tanda kegagalan seorang pesilat dalam memahami ilmunya.

Ringkasan

Esensi dari seluruh penjabaran ini dapat diringkas dalam beberapa poin krusial berikut:

  • Pukulan yang benar lahir dari kuda-kuda (kaki), disalurkan oleh pinggul, dan dieksekusi oleh tangan.
  • Kuasai tiga pukulan dasar (pukulan lurus, pukulan samping/sangkol, pukulan bandul/uppercut) sebelum teknik lanjutan.
  • Teknik seperti Sosrok, Gothok, dan Sikutan adalah murni pukulan untuk bela diri yang menunjukkan tingkat bahaya sesungguhnya dari pencak silat.
  • Pahami perbedaan fundamental: pukulan tanding mencari poin, pukulan bela diri mencari penghentian (melumpuhkan).
  • Keamanan latihan pukulan berarti fokus pada perlindungan sendi dan melatih presisi di atas tenaga.
  • Dalam pencak silat, tangan yang paling berbahaya adalah tangan yang mampu memukul keras, namun memilih untuk tidak melakukannya.

Referensi

Carilah guru yang kompeten. Fokuskan latihan tidak hanya pada kekuatan, tetapi pada footwork (langkah) dan timing (ketepatan waktu). Latih pernapasan (tarik napas saat persiapan, buang napas saat memukul) untuk memaksimalkan tenaga dan efisiensi.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Postingan Lama Postingan Lebih Baru

Posting Komentar