Sebutkan Macam-Macam Tendangan dalam Pencak Silat (Ini Jawaban Lengkap dan Ilustrasinya)
Daftar Isi
Sebutkan Macam-Macam Tendangan dalam Pencak Silat
Dalam kancah agung pencak silat, tendangan (serangan kaki) bukanlah sekadar ayunan anggota tubuh untuk mencederai. Ia adalah perwujudan strategi, keseimbangan, kecepatan, dan tentunya yang terpenting ialah kontrol diri yang paripurna. Kaki adalah "tangan" kita yang terjauh, penjaga jarak (pengukur jarak) sekaligus instrumen pertahanan yang kuat.
Saat kita diminta sebutkan macam-macam tendangan dalam pencak silat, kita sesungguhnya tidak sekadar mendaftar gerakan fisik. Kita membuka khazanah filosofi pertahanan diri Nusantara. Dalam etika silat, mengangkat kaki lebih tinggi dari pinggang dalam konteks sosial adalah tabu; melakukannya dalam pertarungan adalah pernyataan serius. Oleh karena itu, setiap tendangan harus dilandasi oleh kesadaran penuh, kontrol emosi, dan hanya digunakan untuk pembelaan diri atau dalam arena pertandingan yang terhormat.
Macam-Macam Tendangan dalam Pencak Silat
Berikut adalah berbagai jenis tendangan pencak silat, dari yang paling dasar hingga yang membutuhkan keahlian tinggi. Setiap teknik memiliki tujuan, lintasan, dan aplikasi yang unik.
1. Tendangan Depan (Lurus / Tendangan A)
- Dalam Pencak Silat, ini sering disebut Tendangan A, A Cocor, atau A Cobra. Istilah lain meliputi Jejag (mendorong) atau Jeblag (Sunda).
- Lintasannya lurus ke depan. Diawali dari kuda-kuda (umumnya kuda-kuda berdiri/pasang), lutut diangkat, lalu tungkai diluruskan (dilecutkan) dengan badan menghadap sasaran. Perkenaan utamanya adalah pangkal bagian dalam jari-jari kaki.
- Terdapat juga varian Tendangan A Papak, yakni tendangan yang dilakukan secara tiba-tiba. Keunikannya, tendangan ini bisa dilecutkan secara efektif baik dari posisi kuda-kuda depan (menggunakan kaki tumpuan) ataupun dari posisi berdiri biasa tanpa kuda-kuda penuh, membuatnya sangat cepat dan mengejutkan.
- Sangat cepat untuk menyerang area vital seperti perut, ulu hati, atau dada, dan berfungsi menghentikan laju serangan lawan (stopping power).
- Ini adalah tendangan paling fundamental. Kelemahannya: jika lintasannya terlalu jelas, kaki mudah ditangkap lawan.
2. Tendangan A Duduk
- Ini adalah varian khas dari tendangan depan yang dilontarkan dari posisi kuda-kuda bawah (istilah umum di PSHT).
- Tendangan ini dilontarkan dari posisi sangat rendah (sering disebut 'diduduki' setelah melakukan rangkaian 'pasang', seperti 'pasang 1' dan 'pasang 2'), di mana kaki belakang jinjit namun tumpuan berat siap untuk melontarkan tendangan depan secara eksplosif dari bawah.
- Meskipun lintasannya sama (lurus ke depan dengan perkenaan A Cocor), teknik ini unik karena menyerang dari level rendah yang tidak terduga, seringkali mengincar ulu hati atau dada lawan yang maju.
- Dalam aplikasi bela diri praktis, prinsip serangan dari level bawah ini juga bisa digunakan dalam kondisi tidak siap (tanpa kuda-kuda), seperti ketika sedang duduk bersila atau duduk di kursi, untuk melancarkan serangan kejutan ke area vital lawan (misalnya pangkal paha atau perut).
3. Tendangan Samping (Side Kick / T-Kick)
- Tendangan Samping, sering juga disebut Tendangan T (T-Kick) (atau Tamping di beberapa aliran Betawi).
- Tubuh diputar 90 derajat (menyamping), lalu kaki didorong lurus menyamping dengan kuat. Posisi ini membentuk postur seperti huruf "T", di mana perkenaan utamanya menggunakan pisau kaki (sisi luar telapak kaki) atau tumit.
- Daya hancurnya sangat besar, mengandalkan dorongan pinggul. Sangat efektif untuk sasaran seperti perut, pinggang (tulang rusuk), atau bahkan kepala, dan vital untuk bela diri praktis.
- Sama halnya dengan tendangan A, varian ini juga memiliki Tendangan T Papak. Aplikasinnya serupa, yakni dapat dilecutkan secara tiba-tiba menggunakan kaki depan, baik dari posisi kuda-kuda maupun dari posisi berdiri biasa tanpa kuda-kuda penuh.
- Varian lanjutannya yang bersifat akrobatik meliputi Tendangan T Terbang (dilakukan sambil melompat) dan Tendangan T Terbang Serkel (melompat sambil memutar badan).
- Membutuhkan kuda-kuda dan rotasi pinggul yang kuat. Meski kuat, ia sedikit lebih lambat dieksekusi dibanding tendangan depan.
4. Tendangan Bundar (Sabit atau C)
- Ini adalah teknik tendangan yang populer disebut Tendangan Sabit, karena gerakannya melingkar seperti sabit (membentuk huruf 'C') dari samping ke dalam.
- Dimulai dari kuda-kuda seimbang, kaki diayunkan dengan lutut ditekuk, lalu dilecutkan lurus untuk hentakan. Lintasan melingkar ini mengandalkan putaran pinggul yang kuat.
- Perkenaan utamanya menggunakan punggung telapak kaki atau pangkal jari telapak kaki, dengan sasaran utama diarahkan ke area perut, rusuk, atau punggung lawan.
- Setelah kontak, kaki ditarik kembali ke posisi awal untuk menjaga keseimbangan.
- Ini adalah tendangan pencetak poin utama dalam fungsi tendangan pertandingan karena cepat dan sulit diblok. Fleksibilitas sangat menentukan ketinggian tendangan ini.
5. Tendangan Melingkar Rendah (Low Kick)
- Tendangan Paha, Tendangan Betis, atau Gajul (Sunda).
- Secara mekanis sama dengan Tendangan Bundar, namun sasarannya adalah bagian vital kaki lawan (paha luar, paha dalam, atau betis).
- Merusak kuda-kuda dan mobilitas lawan. Dalam bela diri, tendangan ini sangat efektif untuk melumpuhkan penyerang tanpa harus membunuhnya.
- Risiko utama adalah adu tulang kering jika lawan melakukan blok (checking). Harus dilatih pengkondisian (pengerasan) tulang.
6. Tendangan Sapuan (Sweeping Kick)
- Tendangan Sapu, Sapuan (termasu Sapuan Tegak, Sapuan Rebah).
- Ini adalah kategori khusus tendangan sapu / sweeping dalam pencak silat. Dilakukan sangat rendah (seringkali dalam posisi jongkok, duduk, atau rebah) untuk menyerang mata kaki atau betis lawan.
- Menjatuhkan lawan. Dalam pertandingan, teknik jatuhan yang berhasil (menjatuhkan lawan sementara penyerang tetap berdiri/kontrol) mendapat poin tertinggi (Poin 3).
- Sering dikombinasikan dengan dorongan tangan atau tarikan.
7. Tendangan Lutut (Dengkulan)
- Dikenal juga sebagai Dengkulan. Ini adalah serangan tungkai vital yang menggunakan lutut sebagai alat serang.
- Sangat efektif untuk pertarungan jarak sangat dekat (sering disebut clinch atau "mainan atas").
- Dapat digunakan secara tiba-tiba (dengkulan langsung) atau sebagai bagian dari kombinasi serangan.
- Seringkali didahului dengan tarikan (misalnya menarik leher, bahu, atau badan lawan) untuk membenturkan area vital lawan (seperti ulu hati, rusuk, atau paha) ke lutut.
- Setelah lawan membungkuk akibat serangan lutut, serangan bisa dilanjutkan dengan kuncian, sikutan ke punggung, atau cekikan.
8. Tendangan B Kilat
- Dikenal juga sebagai Tendangan B. Prinsip utamanya adalah teknik menendang dengan memutar badan secara tiba-tiba (dari berhadapan menjadi membelakangi lawan).
- Nama "Kilat" (Lightning) merujuk pada kecepetannya yang mendadak dan gerakannya yang tunggal.
- Ini adalah serangan kaki yang cepat dan tidak terduga, dilontarkan tanpa awalan yang jelas untuk mengejutkan lawan, membuka pertahanan, atau sebagai serangan awal.
9. Tendangan B Ganda (Dobel)
- Ini adalah varian dari Tendangan B, yang juga menggunakan prinsip membelakangi lawan.
- Secara spesifik, ini adalah variasi tendangan yang melibatkan gerakan menggunting kaki ke samping dua kali secara berurutan.
- Teknik ini seringkali menjadi lanjutan atau dikombinasikan dengan teknik jatuhan lain, dan erat kaitannya dengan Teknik Guntingan.
- Membutuhkan latihan kekuatan (terutama tumpuan lengan), keseimbangan, dan koordinasi yang baik. Latihan sering dimulai dari penguatan lengan dan melatih gerakan menggunting secara bertahap.
10. Tendangan Serkel Atas (Biasa)
- Ini adalah tendangan serkel yang dilakukan dari posisi berdiri (biasa).
- Teknik ini memiliki lintasan yang khas, yakni melingkar dari arah belakang, ke samping, lalu ke depan, biasanya sambil memutar badan.
- Perkenaan utamanya adalah menggunakan tumit.
- Umumnya diarahkan ke sasaran atas (kepala/leher).
11. Tendangan Serkel Terbang
- Ini adalah varian akrobatik dari tendangan serkel.
- Gerakannya memiliki lintasan dan perkenaan (tumit) yang sama dengan serkel atas, namun dilakukan sambil melompat.
- Membutuhkan momentum dari putaran badan yang dikombinasikan dengan lompatan untuk menyerang sasaran atas, seringkali setelah memutar badan.
12. Tendangan Serkel Bawah
- Ini adalah varian tendangan serkel yang khusus diarahkan ke target rendah, dengan teknik yang sedikit berbeda dari serkel atas.
- Gerakannya tetap memutar (dari belakang ke depan), namun dilakukan pada level yang jauh lebih rendah, seringkali dengan tubuh sedikit direbahkan.
- Lintasannya menyasar area bawah lawan, seperti pinggul, paha, atau betis.
- Tujuannya adalah untuk merusak kuda-kuda, mencederai kaki tumpuan, atau sebagai sapuan rendah yang kuat.
- Karena lintasannya rendah, tendangan ini seringkali lebih cepat dan lebih sulit diprediksi daripada serkel atas.
13. Tendangan Punggung Kaki (Back Kick)
- Tendangan Belakang, Tendangan Tumit (Bahasa Inggris: Back Kick).
- Pelaku memutar tubuh ke belakang (melihat sasaran melalui bahu), lalu mendorong kaki lurus ke belakang. Perkenaan mutlak menggunakan tumit.
- Serangan balik (counter-attack) dengan daya hentak luar biasa. Sangat kuat untuk mematahkan serangan lawan yang maju secara agresif.
- Ada "titik buta" sesaat ketika memutar badan. Kunci suksesnya adalah melihat sasaran dengan jelas sebelum melepaskan tendangan.
14. Tendangan Melingkar Tinggi (High Round Kick)
- Tendangan Bundar Tinggi, Sabit Kepala.
- Sama dengan Tendangan Bundar, namun membutuhkan fleksibilitas pinggul dan paha yang ekstrem untuk mencapai sasaran kepala, leher, atau rahang.
- Pukulan telak (Knockout) dalam pertandingan. Sangat spektakuler namun berisiko tinggi.
- Risiko tinggi kehilangan keseimbangan atau kaki ditangkap. Hanya digunakan ketika lawan benar-benar terbuka atau terkecoh.
15. Tendangan Kait (Hook Kick)
- Tendangan Kait, Cangkol (mencangkol).
- Lintasan mirip tendangan samping, namun saat kaki hampir lurus, lutut ditekuk dan tumit "dicangkolkan" dari luar ke dalam. Perkenaan menggunakan tumit.
- Tendangan tipuan (feint) yang sangat efektif. Sering digunakan untuk melewati tangkisan (guard) lawan dan mengenai area pelipis atau belakang telinga.
- Sulit diprediksi. Sering disamarkan seolah-olah akan melakukan tendangan samping.
16. Tendangan Setrika / Gejig (Axe Kick)
- Tendangan Setrika, Tendangan Gejig (menghentak), atau Tendangan Tebang.
- Kaki diayun lurus setinggi mungkin secara vertikal, lalu dijatuhkan atau ditebang lurus ke bawah. Perkenaan menggunakan tumit.
- Menghancurkan sasaran dari atas, seperti tulang selangka (collarbone), bahu, atau untuk mematahkan tangkisan lengan lawan.
- Cenderung lambat dan mudah dibaca, namun tenaganya sangat destruktif karena memanfaatkan gravitasi.
17. Tendangan Putar 360° (Tornado Kick)
- Tendangan Putar, Tendangan Gasing (karena berputar).
- Gerakan akrobatik di mana tubuh berputar 360 derajat di udara sebelum melepaskan tendangan (biasanya tendangan bundar, kait, atau belakang).
- Serangan kejutan dengan momentum yang sangat besar. Lebih sering digunakan dalam kategori Seni (Tunggal/Ganda/Regu) daripada Tanding.
- Risiko cedera dan kegagalan sangat tinggi. Membutuhkan atletisitas, timing, dan latihan luar biasa, yang seringkali membutuhkan penguasaan teknik dasar akrobatik seperti salto belakang.
18. Tendangan Lurus Menyusur (Push Kick / Teep)
- Tendangan Dorong, Tusuk, atau Teep (istilah dari Muay Thai yang populer).
- Varian tendangan depan, namun fokus utamanya adalah mendorong (thrusting) dengan telapak kaki penuh, bukan melecut.
- Kontrol jarak absolut. Merusak keseimbangan dan ritme pernapasan lawan. Dalam pertandingan, digunakan untuk mendorong lawan keluar arena.
- Sangat defensif dan efektif. Inialah "jab" versi kaki, digunakan untuk mengukur jarak.
19. Tendangan Kombinasi & Umpan (Feint)
- Kombinasi Serangan, Tendangan Tipuan (Feint).
- Ini bukan satu jenis tendangan, melainkan aplikasi dari teknik tendangan pencak silat. Contoh: Pura-pura memukul (umpan atas) lalu menendang rendah (tendangan melingkar rendah). Atau, pura-pura menendang depan, lalu mengubah lintasan menjadi tendangan bundar.
- Mengelabui pertahanan lawan, membuka celah untuk serangan sesungguhnya.
- Ini adalah "catur" dalam pencak silat. Pesilat yang cerdas tidak hanya mengandalkan kekuatan, tetapi juga tipuan (kembangan).
Teknik Pelatihan & Progression (Progresi Latihan)
Latihan tendangan pencak silat harus dilakukan secara bertahap dan aman.
- Pondasi (Kuda-Kuda) yakni Tendangan yang kuat lahir dari kuda-kuda yang kokoh. Latih kuda-kuda tengah, samping, dan belakang untuk membangun "akar".
- Fleksibilitas yaitu Fokus pada peregangan dinamis dan statis untuk pinggul, paha belakang (hamstring), dan selangkangan.
- Drill Teknik (Latihan) meliputi:
- Shadow Kicking yakni Menendang di udara tanpa target. Fokus pada bentuk, keseimbangan, dan pernapasan.
- Pad/Samsak Work yaitu Melatih tenaga, kecepatan, dan perkenaan pada target (bantalan tendang atau samsak).
- Partner Drill adalah Latihan berpasangan untuk melatih timing, jarak, tangkisan, dan elakan.
- Keamanan Latihan Tendangan meliputi:
- Selalu lakukan pemanasan menyeluruh sebelum latihan teknik.
- Gunakan alat pelung (body protector, pelindung tulang kering) saat latihan kontak.
- Saat sparring (latih tanding), utamakan kontrol. Jangan menendang dengan kekuatan penuh ke arah rekan latihan, terutama ke area vital.
Fungsi dalam Pertandingan (Tanding) vs. Bela Diri Praktis
Penting untuk membedakan tujuan tendangan di dua ranah ini:
- Fungsi Tendangan Pertandingan (Arena IPSI) dengan:
- Tujuan yakni Mencari skor (poin).
- Teknik Dominan yaitu Tendangan bundar (Sabit) dan tendangan depan (Lurus) ke arah body protector (Poin 2). Kecepatan dan ketepatan lebih penting daripada daya hancur.
- Teknik Khusus adalah Tendangan sapu / sweeping dalam pencak silat yang berhasil menjatuhkan lawan (Poin 3) sangat krusial.
- Selain teknik, aspek pertandingan lain seperti ukuran gelanggang, siapa yang memimpin, dan waktu pertandingan juga diatur ketat dalam aturan resmi.
- Tendangan untuk Bela Diri (Jalanan / Praktis) dengan:
- Tujuan yakni Menghentikan ancaman secepat mungkin, melumpuhkan, dan menciptakan ruang untuk melarikan diri.
- Teknik Dominan yaitu Tendangan rendah (low kick) ke paha, tendangan samping ke lutut atau rusuk, dan tendangan depan ke ulu hati atau pangkal paha.
- Prinsip adalah Efisiensi. Hindari tendangan tinggi atau akrobatik yang berisiko gagal dan berakibat kehilangan keseimbangan.
Nilai Budaya & Filosofi Tendangan
Dalam pencak silat, di mana tujuan mempelajarinya juga sarat akan nilai-nilai keluhuran (Ke-SH-an), tendangan adalah cerminan karakter.
- Kontrol Diri yakni Kemampuan melakukan tendangan tinggi yang kuat tidak ada artinya jika pesilat tidak mampu mengontrol kapan harus menggunakannya. Filosofi tertinggi adalah menang tanpo ngasorake (menang tanpa merendahkan).
- Hormat yaitu Tendangan tidak boleh digunakan untuk pamer kekuatan atau menindas yang lemah. Ia adalah alat pembelaan.
- Tata Krama adalah Dalam latihan, dilarang keras menendang ke arah wajah atau area vital rekan latihan tanpa izin dan perlindungan. Menjaga keselamatan partner adalah etika utama.
Penutup
Apabila diringkas, beberapa hal utama tentang tendangan pencak silat yang patut diingat yakni:
- Tendangan bukan hanya soal kekuatan, tapi soal keseimbangan, timing, dan kontrol.
- Kuda-kuda adalah "ibu" dari semua tendangan. Tanpa kuda-kuda yang kokoh, tendangan yang dihasilkan lemah dan berisiko.
- Kuasai tiga tendangan dasar: Tendangan Depan (untuk kontrol jarak), Tendangan Bundar (untuk kecepatan/skor), dan Tendangan Samping (untuk daya rusak).
- Dalam bela diri praktis, tendangan rendah (ke paha atau betis) seringkali lebih efektif dan lebih aman daripada tendangan tinggi.
- Tendangan sapu (sweeping) adalah seni memecah keseimbangan lawan, bukan adu kekuatan.
- Filosofi tertinggi seorang pesilat: Tahu kapan saatnya tidak perlu menendang.




















Posting Komentar