Profil Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun
Table of Contents
Profil Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun
Makna dan Kedudukan PSHT Pusat Madiun
Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) adalah organisasi seni bela diri dan persaudaraan asli Indonesia yang berpusat di Kota Madiun, Jawa Timur. PSHT merupakan salah satu perguruan pencak silat tertua dan terbesar di Nusantara, yang mengajarkan nilai budi luhur, kebenaran, dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Di Madiun, yang dikenal luas sebagai Kampung Pesilat dan Kota Pendekar, PSHT menjadi simbol jati diri masyarakatnya. Keberadaannya bukan hanya sebagai wadah pelestarian Pencak Silat Nusantara, tetapi juga sebagai sumber inspirasi moral dan budaya yang telah menembus batas-batas nasional menuju pengakuan dunia internasional.
Dengan pusat kegiatan di Padepokan Agung PSHT, Jalan Merak Nomor 10, Nambangan Kidul, Manguharjo, Madiun, Jawa Timur - 63128, organisasi ini memancarkan semangat persaudaraan sejati yang berpadu antara tradisi, kebangsaan, dan spiritualitas.
Sejarah Singkat Berdirinya PSHT
PSHT didirikan pada tanggal 2 September tahun 1922 oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo di Pilangbango, Madiun (saat ini Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo), dengan nama awal Setia Hati Pencak Sport Club (SH-PSC). Ki Hadjar Hardjo Oetomo adalah murid Kinasih dari Ki Ngabehi Soerodiwirjo (Eyang Suro), pendiri aliran Setia Hati, sekaligus seorang Pejuang Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada masa penjajahan, organisasi ini menjadi wadah pelatihan fisik dan mental bagi pemuda Madiun untuk menentang penindasan kolonial. Demi menghindari kecurigaan Belanda, nama organisasi diubah menjadi SH Pemuda Sport Club (SH-PSC).
Pada tahun 1942, atas usulan Soeratno Soerengpati (siswa Ki Hadjar Hardjo Oetomo dan tokoh perintis kemerdekaan), nama perkumpulan diubah menjadi Setia Hati Terate.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Konferensi Pertama SH Terate tahun 1948 yang diprakarsai oleh RM. Soetomo Mangkoedjojo, Darsono, dan siswa lainnya (atas restu Ki Hadjar Hardjo Oetomo), mengubah status dari "paguron" (perguruan) menjadi organisasi persaudaraan modern dengan nama Persaudaraan Setia Hati Terate.
Perkembangan Organisasi dan Kepemimpinan
Sejak berdiri, PSHT terus berkembang di bawah kepemimpinan para tokoh yang berpengaruh dan berjiwa luhur:
| Periode | Ketua Umum | Keterangan Singkat |
|---|---|---|
| 1922–1948 | Ki Hadjar Hardjo Oetomo | Pendiri PSHT, pejuang kemerdekaan. |
| 1948–1956 | RM. Soetomo Mangkoedjojo | Penggagas modernisasi organisasi. |
| 1956–1958 | Mas Irsyad | Memantapkan ajaran dan sistem kaderisasi. |
| 1958–1962 | Kang Mas Santoso | Masa transisi kepemimpinan. |
| 1962–1977 | Kang Mas Imam Koesoepangat | Membangun pondasi persaudaraan modern. |
| 1977–1981 | Kang Mas Badini | Konsolidasi dan pembenahan organisasi. |
| 1981–2014 | Kang Mas Tarmadji Boedi Harsono | Mendirikan Padepokan Agung PSHT, memperluas cabang hingga luar negeri. |
| 2014–2015 | Kang Mas Richard Simorangkir | Pelaksana tugas (Plt.) Ketua Umum. |
| 2015–2016 | Kang Mas Arif Suyono | Pelaksana tugas (Plt.) Ketua Umum. |
| 2016–2017 | Kang Mas Muhammad Taufik | Pelaksana tugas (Plt.) Ketua Umum. |
| 2017–Sekarang | Kang Mas Murjoko | Memperkuat sistem organisasi (diteguhkan dalam Parapatan Luhur 2021). |
Pada masa kepemimpinan Kang Mas Tarmadji Boedi Harsono (sering didampingi Kang Mas Murjoko sebagai Sekretaris Umum), PSHT mengalami kemajuan pesat. Beliau juga aktif sebagai Ketua Hiswana Migas dan IPHI Kota Madiun.
Di era ini, organisasi berkembang dari 36 cabang (1981) dan mendirikan Yayasan SH Terate (1982). Puncaknya adalah peletakan batu pertama Padepokan Agung PSHT oleh Menpora Abdul Gafur pada tahun 1985, yang kini berdiri di atas tanah seluas 12.290 m², menjadikannya pusat kegiatan PSHT.
Di masa kini, di bawah kepemimpinan Kang Mas Murjoko, struktur Dewan Pusat PSHT terbentuk secara sistematis dengan bidang-bidang koordinator utama (Organisasi, Teknik Pencak Silat, Kerohanian, Pemberdayaan Anggota, dan Kominfo & Kerjasama).
Peran PSHT dalam Masyarakat dan Dunia
Sebagai organisasi pencak silat Indonesia yang berorientasi pada pendidikan moral, PSHT memiliki misi ganda: menjaga warisan budaya sekaligus membentuk manusia berbudi luhur. Kiprah PSHT mencakup:
- Pelestarian budaya Pencak Silat Nusantara sebagai warisan tak benda bangsa.
- Pembinaan generasi muda agar memiliki karakter tangguh, jujur, dan bertanggung jawab.
- Pemberdayaan sosial dan kemanusiaan, termasuk kegiatan pendidikan, sosial, dan keagamaan.
Kini PSHT memiliki lebih dari 300 cabang di dalam negeri dan cabang-cabang di luar negeri seperti di Belanda, Inggris, Rusia, Jepang, dan Amerika Serikat. PSHT juga melahirkan inovasi seperti SH Kids (program pencak silat anak) dan pelestarian kesenian tradisional Paguyuban Reog Frida Satriatama, sebagai adaptasi terhadap era global.
Struktur dan Lembaga Pendukung PSHT
Untuk menunjang sistem organisasi yang profesional dan berkelanjutan (hasil Parapatan Luhur 2021), Dewan Pusat PSHT membawahi sejumlah lembaga pendukung, di antaranya:
- Dewan Pembina dan Pengurus Pusat
- Perwakilan Pusat Provinsi (Perwapus) – sebagai penghubung koordinasi pusat di tiap provinsi.
- Lembaga Pengkajian Ajaran – melakukan penelitian dan rumusan ajaran PSHT.
- Dewan Harkat dan Martabat – menjaga kehormatan dan marwah organisasi.
- Lembaga Hukum dan Advokasi – membantu anggota dan organisasi dalam urusan hukum.
- Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) – menyelenggarakan pelatihan kader dan pelatih.
- Lembaga Wasit Juri – membina tenaga wasit dan juri resmi PSHT.
- Lembaga Pengamanan Terate (Pamter) – menjaga keamanan dan ketertiban kegiatan PSHT.
Seluruh lembaga tersebut bekerja secara terpadu dalam kerangka Persaudaraan yang modern, mandiri, dan bermartabat.
Makna Filosofis dan Spirit Persaudaraan
Filosofi Setia Hati mengajarkan bahwa kekuatan sejati manusia bukan terletak pada kemampuan fisik, melainkan pada keteguhan hati dan kemurnian budi.
“Manusia dapat dihancurkan, manusia dapat dimatikan, tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama ia setia pada hatinya.”
Lambang “Terate” mencerminkan manusia yang berbudi luhur, yaitu manusia yang tumbuh di lumpur kehidupan namun tidak ternoda. Terate menjadi simbol kesucian, keteguhan, dan keindahan budi pekerti manusia sejati.
PSHT juga mengajarkan persaudaraan yang utuh, yang didasarkan pada rasa saling menghargai, menghormati, dan bertanggung jawab, tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.
Semangat abadi PSHT tercermin dalam janji luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi:
“Selama matahari masih bersinar, selama bumi masih dihuni manusia, selama itu pula Persaudaraan Setia Hati Terate akan kekal abadi.”
Kesimpulan
Profil Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun menggambarkan perjalanan panjang organisasi yang berdiri kokoh di atas dasar ajaran Setia Hati. Dari padepokan sederhana di Pilangbango hingga menjadi organisasi pencak silat internasional, PSHT terus meneguhkan jati dirinya sebagai organisasi persaudaraan dan pendidikan moral bangsa, menjaga budaya, dan menebar nilai kemanusiaan tanpa batas.
Referensi
- Arsip Dewan Pusat PSHT, Padepokan Agung PSHT Madiun
- Hasil Parapatan Luhur PSHT

Post a Comment