Pelindung Badan yang Digunakan oleh Pesilat pada Waktu Pertandingan Dinamakan Body Protector
Table of Contents
Pelindung Badan yang Digunakan oleh Pesilat pada Waktu Pertandingan Dinamakan Body Protector
Dalam gelanggang pencak silat, keberanian seorang pesilat selalu berpadu dengan kesadaran untuk menjaga keselamatan, yakni bukan hanya miliknya sendiri, tetapi juga lawannya.
Karena itu, setiap pertandingan resmi menuntut pesilat untuk mengenakan perlengkapan pelindung tubuh lengkap, dengan inti utamanya berupa body protector.
Pelindung ini bukan sekadar alat keselamatan, melainkan simbol pengendalian diri dan kebijaksanaan.
Ia mengingatkan bahwa dalam pencak silat, kekuatan sejati tidak lahir dari pukulan keras, melainkan dari keseimbangan antara tenaga dan tanggung jawab.
Makna Filosofis Body Protector dalam Dunia Silat
Dalam pandangan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), tubuh manusia adalah wadah amanah Tuhan.
Menjaga tubuh berarti menghormati kehidupan, sekaligus itu termasuk melindungi lawan agar tidak celaka.
Body protector menjadi lambang kesadaran seorang pesilat bahwa:
“Siapa yang mampu melindungi dirinya dari amarah, dialah yang sesungguhnya tak terkalahkan.”
Maka mengenakan pelindung tubuh sejatinya adalah tindakan spiritual, perwujudan kasih sayang dan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan dalam gelanggang.
Spesifikasi Teknis Body Protector (Standar IPSI – Persilat)
Sesuai dengan namanya, Pelindung Badan yang Digunakan oleh Pesilat pada Waktu Pertandingan Dinamakan body protector. Berdasarkan ketentuan resmi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), pelindung badan ini memiliki ketentuan sebagai berikut:
| Bagian / Komponen | Keterangan Teknis |
|---|---|
| Nama Resmi | Body Protector (Pelindung Badan Pesilat) |
| Fungsi Utama | Melindungi dada, perut, dan rusuk dari serangan tendangan, pukulan, atau bantingan. |
| Bahan Dasar | EVA foam, busaflex, atau karet padat berlapis kulit sintetis fleksibel dan kuat. |
| Ketebalan | ± 2–3 cm, mampu menyerap benturan tanpa mengganggu kelincahan gerak. |
| Warna Resmi | Merah untuk pesilat di sudut merah, biru untuk pesilat di sudut biru. |
| Berat Maksimal | ± 1,5 kg. |
| Sistem Pengikat | Tali elastis atau velcro di bahu dan punggung untuk menyesuaikan ukuran. |
| Logo dan Identitas | Lambang IPSI atau Persilat boleh tercantum di bagian depan atas. |
Body protector dipakai di luar pakaian silat hitam dan menjadi pembeda visual antara dua pesilat yang bertanding.
Perlengkapan Pelindung Tambahan dalam Pertandingan
Selain body protector, pesilat juga diwajibkan mengenakan perlengkapan pelindung tambahan demi keselamatan dan integritas pertandingan.
Berikut adalah perlengkapan resmi yang disahkan oleh IPSI dan digunakan dalam setiap kejuaraan:
| Nama Perlengkapan | Fungsi dan Penjelasan |
|---|---|
| Genital Protector (Pelindung Kemaluan) | Disebut juga groin guard atau genetical protector. Melindungi area vital pesilat dari benturan atau tendangan tidak sengaja. Biasanya terbuat dari plastik tebal atau karet elastis berlapis busa, dan dikenakan di dalam celana. |
| Deker Tangan Silat (Hand Guard / Arm Protector) | Melindungi bagian pergelangan, tulang lengan, dan buku jari dari benturan saat menangkis atau menyerang. Terbuat dari busa padat dengan kain elastis hitam. |
| Deker Kaki Silat (Leg Guard / Shin Protector) | Melindungi tulang kering dan pergelangan kaki dari benturan sapuan atau tendangan. Wajib digunakan untuk mencegah cedera serius. |
| Pelindung Gigi (Gumshield / Gamsil) | Alat penting untuk melindungi gigi dan rahang dari benturan. Terbuat dari bahan silikon elastis yang menyesuaikan bentuk gigi pesilat. Dikenakan di dalam mulut selama pertandingan. |
| Pelindung Kepala (Head Guard) | Digunakan untuk melindungi kepala bagian atas dan wajah, biasanya berwarna sesuai sudut gelanggang (merah atau biru). |
Setiap perlengkapan ini merupakan satu kesatuan utuh dari sistem perlindungan tubuh, yang menjamin keselamatan tanpa mengurangi keindahan dan makna spiritual dari pertarungan.
Fungsi dan Nilai Moral dari Perlengkapan Pelindung
- Menegakkan Prinsip Kemanusiaan dalam Pertarungan.
Alat pelindung mencegah terjadinya cedera berat, menjaga nilai sportivitas dan tanggung jawab antar pesilat. - Melatih Kesadaran dan Disiplin.
Setiap pesilat harus memeriksa perlengkapannya sebelum bertanding, sebuah tindakan kecil yang mengajarkan keteraturan dan kesiapan. - Mengendalikan Ego dan Emosi.
Dengan alat pelindung, pesilat diajarkan untuk bertanding bukan demi melukai, tetapi untuk mengukur kemampuan dan mengendalikan diri. - Melambangkan Kesetaraan.
Semua pesilat, apapun perguruannya, mengenakan perlindungan yang sama. Ini menegaskan semangat “satu gelanggang, satu kehormatan.”
Makna Warna Merah dan Biru pada Body Protector
Dalam pertandingan, warna pelindung badan dibedakan antara dua sudut gelanggang:
- Merah (Sudut Merah): Melambangkan semangat, keberanian, dan energi aktif.
- Biru (Sudut Biru): Melambangkan ketenangan, kebijaksanaan, dan pengendalian diri.
Keduanya mencerminkan keseimbangan alam dan kejiwaan.
Pertemuan antara merah dan biru di gelanggang bukan sekadar adu tenaga, tetapi pertemuan dua watak manusia yang mencari keharmonisan melalui perjuangan.
Etika Penggunaan dan Pemeriksaan Perlengkapan
Sebelum pertandingan dimulai, wasit akan memeriksa perlengkapan pelindung setiap pesilat dengan cermat.
Aturan pokoknya adalah:
- Semua perlindungan harus dipakai lengkap dan sesuai standar.
- Dilarang mengenakan alat tambahan yang bisa memberi keuntungan tidak adil.
- Pesilat wajib menyiapkan sendiri perlengkapannya dalam keadaan bersih dan layak.
- Jika ditemukan alat yang rusak atau tidak sesuai, pesilat diberi waktu singkat untuk memperbaiki atau mengganti.
- Pesilat dilarang melepas pelindung tanpa izin wasit selama pertandingan berlangsung.
Perkembangan Teknologi Body Protector Modern
Teknologi modern menghadirkan electronic body protector (E-Body Protector) yang digunakan di kejuaraan internasional.
Pelindung ini dilengkapi sensor digital untuk mencatat kekuatan benturan dan mengirim nilai otomatis ke sistem skor elektronik.
Kelebihannya:
- Penilaian lebih objektif.
- Cedera berkurang drastis.
- Transparansi skor meningkat.
Namun PSHT menekankan bahwa di balik kecanggihan alat, nilai spiritual dan pengendalian diri pesilat tetap menjadi inti utama dari setiap pertarungan.
Makna Pelindung dalam Perspektif PSHT
Bagi Persaudaraan Setia Hati Terate, setiap alat pelindung memiliki makna batin tersendiri:
- Body protector adalah perisai pengendalian diri.
- Genital protector adalah penjaga kehormatan.
- Deker tangan dan kaki adalah simbol kendali tenaga.
- Gumshield adalah pengingat agar lidah dijaga, yaitu untuk berkata baik, tidak mencaci, dan menjaga kehormatan sesama.
Semua perlindungan fisik itu sesungguhnya menggambarkan pelindung spiritual dalam diri manusia, yakni berupa kesabaran, ketulusan, dan kasih terhadap kehidupan.
Penutup
Pelindung badan dan perlengkapan keselamatan dalam pencak silat bukan hanya bagian dari aturan pertandingan, melainkan cermin dari peradaban dan budi pekerti luhur bangsa Indonesia.
Dengan mengenakannya, pesilat menunjukkan kesadaran bahwa setiap pertarungan harus dijalani dengan penuh tanggung jawab dan rasa hormat.
“Ilmu silat mengajarkan bukan sekadar menyerang, tetapi juga melindungi, meliputi bukan hanya tubuh, tetapi martabat kemanusiaan.”
Maka ketika seorang pesilat berdiri di tengah gelanggang dengan pelindung lengkapnya, sesungguhnya ia tidak sedang siap bertempur,
melainkan siap menjaga nilai-nilai kesatria dalam dirinya sendiri.



Post a Comment