PSHT Berdiri Pada Tanggal 2 September 1922
Table of Contents
PSHT Berdiri Pada Tanggal 2 September 1922
Kelahiran Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) adalah sebuah peristiwa sakral yang menandai dimulainya sebuah perjalanan luhur. Tepat pada tanggal 2 September 1922, di Kota Madiun, sebuah tonggak sejarah pencak silat Indonesia ditancapkan. Peristiwa ini bukan sekadar pendirian sebuah paguyuban, melainkan pengejawantahan filosofi Setia Hati yang diwariskan untuk mendidik manusia berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Konteks Waktu dan Kalender
Hari jadi PSHT ini tercatat dalam lintasan waktu yang sarat makna. Momen berdirinya PSHT ini terjadi pada:
- Hari/Tanggal Masehi: Sabtu Legi, 2 September 1922
- Kalender Jawa: 9 Sura 1853, Tahun Jimawal, Windu Sangara
- Kalender Hijriah: 10 Muharram 1341 H
- Elemen Penanggalan Jawa:
- Neptu: 14 (Sabtu 9 + Legi 5)
- Wuku: Bolo
- Pranotomongo: Katigo (26 Agustus – 18 September)
- Pangarasan: Lakuning Rembulan
- Pancasuda: Bumi Kapetak
- Palintangan: 12 Lintang Sur
- Dina: Asu
- Zodiak: Virgo (22 Agustus – 22 September)
Narasi Historis Lahirnya Persaudaraan
Sejarah PSHT tidak dapat dipisahkan dari sosok sang pendiri, Ki Hadjar Hardjo Oetomo. Beliau, seorang pahlawan perintis kemerdekaan, adalah murid kinasih dari Ki Ngabehi Soerodiwirdjo, pendiri aliran Setia Hati. Dengan restu sang guru, Ki Hadjar Hardjo Oetomo mendirikan "SH Pencak Sport Club" di Madiun pada tahun 1922.
Pendirian ini bukan sekadar memisahkan diri, melainkan sebuah strategi perjuangan. Di tengah cengkeraman kolonialisme Belanda, Ki Hadjar Hardjo Oetomo melihat kebutuhan untuk menyebarkan ajaran Setia Hati secara lebih terbuka dan merakyat. Ilmu pencak silat yang luhur digunakan sebagai sarana untuk menempa fisik, mental, dan spiritual kaum muda, sekaligus menanamkan jiwa nasionalisme.
Lokasi berdirinya di Madiun 1922 juga bukan kebetulan. Madiun, yang kala itu menjadi kawah candradimuka pergerakan, menjadi bumi yang subur bagi bibit "Setia Hati" untuk tumbuh menjadi "Terate" yang mekar indah.
Sebagai tanggal lahir PSHT, Madiun kini menjadi "Bumi Kandung" (Bumi Kelahiran) yang menjadi jantung denyut nadi organisasi. Terdapat dua lokasi sentral luhur yang menjadi pancer (pusat) Persaudaraan, yang saling melengkapi:
- Padepokan Luhur (Geriyo Ki Hadjar Hardjo Oetomo): Terletak di Jl. Pilang Adi No.2, Pilangbango, Kec. Kartoharjo, Kota Madiun, Jawa Timur 63119. Ini adalah lokasi cikal bakal yang sangat historis, yakni kediaman sang Pendiri, Ki Hadjar Hardjo Oetomo. Tempat ini adalah saksi bisu lahirnya Persaudaraan Setia Hati Terate dan menjadi akar spiritual organisasi.
- Padepokan Agung Persaudaraan Setia Hati Terate - Pusat Madiun: Terletak di Jl. Merak No.10, Nambangan Kidul, Kec. Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur 63128. Ini adalah pusat utama organisasi saat ini, jantung administrasi Dewan Pusat, dan padepokan megah tempat berlangsungnya kegiatan-kegiatan agung Persaudaraan, termasuk prosesi pengesahan warga baru skala besar.
Kedua lokasi ini menegaskan Madiun sebagai titik awal, akar sejarah, sekaligus pusat spiritual bagi seluruh warga Setia Hati Terate di dunia.
Makna Filosofis & Spiritual Tanggal 2 September 1922
Dalam kacamata spiritual Jawa, tanggal berdirinya PSHT memancarkan getaran filosofis yang mendalam, selaras dengan nilai-nilai PSHT itu sendiri.
Momen ini jatuh pada 9 Sura (Kalender Jawa) atau 10 Muharram (Kalender Hijriah). Keduanya adalah hari yang dimuliakan, hari di mana introspeksi, keprihatinan, dan "laku" spiritual dijalankan. Ini selaras dengan filosofi Setia Hati yang menekankan pada pengendalian diri dan pencarian jati diri sejati.
Neptu 14 dengan Pangarasan Lakuning Rembulan (Perjalanan Bulan) melambangkan sifat yang meneduhkan, mengayomi, dan menjadi penerang dalam kegelapan. Ini adalah cerminan dari watak Persaudaraan Setia Hati Terate yang harus mampu menjadi pelindung bagi yang lemah dan penebar kedamaian.
Sementara itu, Pancasuda Bumi Kapetak menyiratkan watak pekerja keras, tekun, tidak mudah menyerah, dan "membumi". Ini adalah pondasi mental seorang pendekar Terate: keteguhan hati dalam berlatih, keikhlasan dalam mengabdi, dan kesederhanaan dalam bersikap, meskipun memiliki ilmu yang tinggi.
Jiwa Persaudaraan yang Terus Hidup
Pada akhirnya, PSHT berdiri pada tanggal 2 September 1922 bukanlah sekadar catatan historis. Ia adalah momen kelahiran sebuah jiwa. Jiwa persaudaraan yang tulus, yang dilandasi oleh kesetiaan pada hati nurani, dan terikat dalam sumpah untuk bersama-sama memayu hayuning bawana (memperindah keindahan dunia). Tanggal tersebut adalah titik awal dari mekarnya bunga Terate yang akarnya terus menghunjam dalam sanubari setiap insan Setia Hati, di mana pun ia berada.


Post a Comment