Pengesahan Warga SH Terate Tingkat 1, 2, 3
Table of Contents
Pengesahan Warga SH Terate Tingkat 1, 2, 3
Dalam Persaudaraan Setia Hati Terate, pengesahan bukanlah sekadar formalitas organisasi atau upacara kelulusan. Pengesahan PSHT adalah sebuah momentum sakral, sebuah penanda spiritual dan moral di mana seorang siswa yang telah tuntas menjalani tempaan lahir batin, diakui dan diterima secara resmi sebagai Warga atau "Saudara".
Penting untuk dipahami bahwa tingkatan warga PSHT (I, II, dan III) bukanlah strata sosial untuk saling meninggikan diri. Setiap tingkatan adalah cerminan dari jenjang perjalanan, tanggung jawab moral, kedalaman pemahaman, dan tingkat kesadaran jiwa yang berbeda dalam menghayati nilai ajaran Setia Hati.
Makna dan Proses Pengesahan Warga SH Terate
Makna pengesahan PSHT pada hakikatnya adalah proses penyatuan rasa (batin) dan pengakuan (lahir). Melalui proses pengesahan Setia Hati Terate, yang di dalamnya mencakup laku spiritual dan prosesi sakral seperti Keceran (penetesan mata simbolis), seorang insan secara resmi diikat dalam sumpah persaudaraan yang kekal.
Ini adalah titik peralihan fundamental. Fokus seorang siswa yang sebelumnya berkutat pada pembelajaran lahiriah (olah fisik, jurus, dan senam), kini bergeser menuju penghayatan batiniah. Ia mulai dididik untuk "melihat" ke dalam dirinya sendiri, menyelami filosofi PSHT dan spiritualitas PSHT sebagai landasan hidup.
Tingkatan Pengesahan Warga PSHT (I, II, III)
Perjalanan seorang warga terbagi dalam tiga jenjang kesadaran, yang ditandai dengan Pengesahan Warga SH Terate Tingkat 1, 2, 3.
1. Tingkat I (Satria)
Warga SH Terate Tingkat I disahkan oleh Warga Tingkat II. Ini adalah jenjang Satria, sebuah fase pengakuan lahiriah dan awal kesadaran batin. Gelar simbolis pada tingkatan ini adalah:
- Dimas Satria Anom (untuk Tingkat I Baru)
- Dimas Satria Tama (untuk Tingkat I Senior)
Pada tahap ini, seorang warga baru mulai mengemban amanah untuk menjalankan nilai-nilai luhur PSHT dalam laku (tindakan), sikap, dan adab pergaulan sehari-hari.
2. Tingkat II (Ngalindra)
Warga SH Terate Tingkat II disahkan oleh Warga Tingkat III. Ini adalah jenjang Ngalindra, sebuah tahap pendalaman rasa, kajiwan, dan budi pekerti. Gelar simbolis pada tingkatan ini berjenjang, yaitu:
- Kangmas Wira Anom (Tingkat II Baru)
- Kangmas Wira Yudo (Tingkat II Madya)
- Kangmas Wira Tama (Tingkat II Senior)
Di sini, ia mulai memahami hakikat ajaran Setia Hati: bahwa pencak silat hanyalah sarana (alat), sedangkan tujuannya yang sejati adalah mencapai keluhuran budi dan pengabdian.
3. Tingkat III (Pandhita)
Warga SH Terate Tingkat III disahkan oleh dirinya sendiri, dengan bersaksi kepada Allah SWT. Ini adalah jenjang Pandhita, puncak perjalanan, sebuah ranah tasawuf kejiwaan murni. Pengakuan gelar simbolis untuk jenjang ini, yang disaksikan oleh Warga Tingkat III Senior, adalah:
- Ki Hadjar Anom (untuk Tingkat III)
- Ki Hadjar (untuk Tingkat III Tertinggi)
Pengesahan ini sejatinya terjadi bukan melalui upacara fisik, melainkan ketika seorang insan telah mencapai kesadaran spiritual tertinggi. Ia menyadari hakikat dirinya yang sejati: bahwa manusia (makhluk) pada dasarnya laa hawla wa laa quwwata illa billah, tidak memiliki daya dan kekuatan apa pun. Kesadaran ini menuntunnya pada pemahaman bahwa Yang Ada hanyalah Allah SWT, Sang Maha Hidup, Maha Kuasa, dan sumber dari segala gerak. Puncak dari warga tingkat satu dua tiga PSHT adalah kesadaran ini.
Makna Filosofis Pengesahan dan Tingkatan
Jenjang Pengesahan Warga SH Terate Tingkat 1, 2, 3 bukanlah sistem kasta untuk membeda-bedakan. Ini adalah sebuah peta perjalanan, sebuah jenjang bimbingan spiritual yang utuh.
Setiap tingkatan membimbing warga menuju kesadaran yang lebih tinggi tentang makna sejati persaudaraan, keikhlasan, dan Ke-Esaan Tuhan. Ajaran luhur yang diwariskan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo dan para pendahulu ini menegaskan: perjalanan Setia Hati tidak berhenti di malam pengesahan, tetapi berlanjut selamanya dalam laku pengabdian kepada sesama manusia (memayu hayuning bawana) dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Penutup
Memahami jenjang pengesahan berarti memahami peta perjalanan diri: dari manusia biasa yang diliputi angkara, menuju insan sejati yang berbudi luhur dan sadar akan jati dirinya.
“Warga SH Terate sejati tidak mencari pengakuan dari dunia, tetapi berusaha agar dirinya layak diakui oleh hati nuraninya sendiri, di bawah ridha Allah SWT.”


Post a Comment