Furniture Meja Meeting dan Meja Resepsionis (ALT 1–3) DWG — Skala 1:25

Table of Contents

Furniture Meja Meeting dan Meja Resepsionis (ALT 1–3) DWG — Skala 1:25

Halaman ini menyediakan paket lampiran gambar kerja (DWG) sebagai referensi detail furniture meja meeting dan meja resepsionis dwg untuk kebutuhan interior kantor, yang meliputi:

  • Meja Meeting (Alternatif 1–3) dengan denah, tampak A/B, dan perspektif.
  • Meja Resepsionis (Alternatif 1–3) dengan denah, tampak depan, tampak samping, dan perspektif.

Gambar kerja ini dapat digunakan sebagai referensi shop drawing untuk fabrikasi (kayu/metal), kontrol dimensi saat produksi, serta koordinasi layout ruang meeting dan area resepsionis.

Ruang lingkup paket gambar (6 lembar)

Berdasarkan pratinjau set gambar, dokumen detail furniture meja meeting dan meja resepsionis dwg ini memuat 6 lembar utama:

  • Meja Meeting ALT 1 — denah + tampak A/B + perspektif (Skala 1:25)
  • Meja Meeting ALT 2 — denah + tampak A/B + perspektif (Skala 1:25)
  • Meja Meeting ALT 3 — denah + tampak A/B + perspektif (Skala 1:25)
  • Meja Resepsionis ALT 1 — denah + tampak depan/samping + perspektif (Skala 1:25)
  • Meja Resepsionis ALT 2 — denah + tampak depan/samping + perspektif (Skala 1:25)
  • Meja Resepsionis ALT 3 — denah + tampak depan/samping + perspektif (Skala 1:25)

Parameter teknis yang tersurat pada gambar

Atribut dan dimensi material yang tercantum pada gambar kerja:

1) Meja meeting (ALT 1–3)

  • Skala: 1 : 25
  • Dimensi utama pada denah terbaca konsisten: Panjang total 500, Lebar 120.
  • Variasi modul internal (contoh terbaca pada ALT 1): 200–110–200, serta lebar 30–60–30.

2) Meja resepsionis (ALT 1–3)

  • Skala: 1 : 25
  • Dimensi kunci yang terbaca pada panel tampak/depan: Lebar total 250, Tinggi total 115.
  • Modul muka 40–170–40 (ALT 1 & ALT 2), serta variasi modul 40–20–130–20–40 (ALT 3).

Catatan fabrikasi (praktis di workshop)

Beberapa titik kontrol yang sebaiknya dicek ulang agar tidak terjadi kendala saat produksi:

  • Pastikan ketelitian radius sudut dan edge finishing top meja meeting agar aman (tidak tajam) dan konsisten antar modul.
  • Untuk meja resepsionis, kontrol ketinggian kerja (ergonomi) dan clearance bagian dalam untuk jalur kabel/peralatan (bila ada).
  • Jika ada penambahan finishing (HPL/veneer/cat duco), tambahkan toleransi pada dimensi bersih agar hasil akhir tidak "melar" dari ukuran target.

Lampiran Gambar 1 — Meja Meeting ALT 1 (Skala 1:25)

Detail gambar kerja meja meeting ALT 1 skala 1:25, denah, tampak A, tampak B, dan perspektif

Lampiran Gambar 2 — Meja Meeting ALT 2 (Skala 1:25)

Detail gambar kerja meja meeting ALT 2 skala 1:25, denah, tampak A, tampak B, dan perspektif

Lampiran Gambar 3 — Meja Meeting ALT 3 (Skala 1:25)

Detail gambar kerja meja meeting ALT 3 skala 1:25, denah, tampak A, tampak B, dan perspektif

Lampiran Gambar 4 — Meja Resepsionis ALT 1 (Skala 1:25)

Detail gambar kerja meja resepsionis ALT 1 skala 1:25, denah, tampak depan, tampak samping, dan perspektif

Lampiran Gambar 5 — Meja Resepsionis ALT 2 (Skala 1:25)

Detail gambar kerja meja resepsionis ALT 2 skala 1:25, denah, tampak depan, tampak samping, dan perspektif

Lampiran Gambar 6 — Meja Resepsionis ALT 3 (Skala 1:25)

Detail gambar kerja meja resepsionis ALT 3 skala 1:25, denah, tampak depan, tampak samping, dan perspektif

File DWG

Silakan gunakan tombol berikut untuk mengunduh file detail furniture meja meeting dan meja resepsionis dwg secara gratis:


Penutup

Lampiran ini disusun untuk mempercepat pemilihan alternatif desain (ALT 1–3) dan verifikasi dimensi dari detail furniture meja meeting dan meja resepsionis dwg sebelum memulai proses produksi.

Jika ada perubahan layout ruang, kebutuhan jumlah kursi (seat), atau standar ergonomi, revisi DWG sebaiknya diterbitkan agar shop drawing dan hasil fabrikasi tetap konsisten.
Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Newer Posts Older Posts

Post a Comment