Desain Jembatan Girder Baja 12 Meter Abutment Beton Bertulang Cerucuk Kayu DWG

Table of Contents

Desain Jembatan Girder Baja Lantai Kayu 12 Meter Abutment Beton Bertulang Cerucuk Kayu

Dokumen teknis ini menyajikan rancangan komprehensif untuk struktur jembatan girder baja lantai kayu 12 meter abutment beton bertulang cerucuk kayu komposit yang menggabungkan elemen baja profil WF sebagai gelagar utama dan material kayu kelas I sebagai lantai kendaraan. Desain ini dirancang khusus untuk mengakomodasi kondisi tanah lunak dan gambut melalui penggunaan sistem pondasi cerucuk kayu ulin dan abutment beton bertulang mutu K-175. Uraian teknis dalam halaman ini mencakup analisis mendalam mengenai konfigurasi struktur atas (superstructure) yang terdiri dari girder baja ASTM A36/JIS SS400, sistem ikatan angin (wind bracing), serta detail sambungan baut mutu tinggi (HTB). Selain itu, dokumentasi ini juga merinci struktur bawah (substructure) yang meliputi geometri wing wall, penulangan pelat injak, serta detail elastomeric bearing sebagai media penyalur beban ke pondasi. Seluruh gambar kerja disajikan dalam format standar engineering drawing yang mencakup denah, potongan, dan detail fabrikasi.

Ringkasan Spesifikasi Teknis


Komponen Spesifikasi
Bentang Total 12.000 mm (12 Meter)
Gelagar Induk WF 600x200x11x17
Gelagar Melintang WF 248x124x5x8
Lantai Papan Kayu 5/20
Abutment Beton Bertulang K-175
Pondasi Cerucuk Kayu Ulin (Min. 150 mm)

Informasi Umum File

Berkas ini merupakan representasi digital dari gambar kerja teknik sipil yang disusun untuk keperluan konstruksi infrastruktur jembatan semi-permanen hingga permanen. Dokumen ini memuat informasi vital terkait spesifikasi material, dimensi geometris, dan metode perakitan elemen struktural yang terstandarisasi.

  • Identifikasi Berkas Digital
    File ini merupakan hasil ekspor presisi dari perangkat lunak Computer-Aided Design (CAD), memastikan skalabilitas dan kejelasan garis untuk keperluan tinjauan teknis maupun pelaksanaan di lapangan.
  • Klasifikasi Visual Teknis
    Isi dokumen mencakup variasi tampilan proyeksi ortogonal, mulai dari denah situasi, potongan memanjang dan melintang, hingga detail pembesian dan sambungan baja (shop drawing).
  • Sistematika Penyajian Dokumen
    Penyusunan gambar dilakukan secara hierarkis, dimulai dari tata letak umum (general arrangement), dilanjutkan dengan detail struktur baja, dan diakhiri dengan detail struktur beton dan pondasi untuk berbagai kondisi tanah.
  • Kuantitas Lembar Kerja
    Dokumen terdiri dari 7 (tujuh) lembar gambar kerja yang masing-masing memiliki fokus teknis spesifik untuk memandu fabrikasi dan konstruksi.

Uraian Teknis Per Halaman

Berikut adalah bedah teknis mendalam untuk setiap halaman dalam dokumen, menguraikan komponen arsitektural dan struktural yang tergambar.

1. Denah Utama, Potongan Memanjang, dan Spesifikasi Material Jembatan


Potongan memanjang jembatan bentang 12 meter menggunakan struktur girder baja WF 600 dan abutment beton.

Halaman pertama menyajikan gambaran global jembatan dengan bentang efektif 12.000 mm dan lebar jalur lalu lintas 3.200 mm. Gambar potongan memanjang memperlihatkan elevasi struktur terhadap muka tanah asli, Muka Air Normal (MAN), dan Muka Air Banjir (MAB). Terlihat penggunaan profil baja utama WF 600x200x11x17 sebagai girder yang ditumpu oleh abutment beton. Sistem lantai menggunakan papan kayu ulin 5/20 yang disusun rapat di atas balok melintang. Tabel spesifikasi teknis di sisi kanan memberikan parameter kunci seperti kelas jembatan (Kelas 2, 70% Bina Marga), mutu baja, dan jenis perletakan elastomer.

  • Konfigurasi Elevasi dan Bentang
    Menjelaskan hubungan vertikal antara elevasi lantai jembatan, girder, dan elevasi muka air sungai untuk menentukan freeboard yang aman.
  • Spesifikasi Material Struktur
    Merinci data teknis material seperti baja ASTM A36, beton K-175, dan kayu Kelas I yang menjadi acuan pengadaan bahan.
  • Sistem Pondasi Cerucuk
    Menggambarkan skema awal penggunaan cerucuk kayu ulin min. 150 mm dengan panjang 6 meter sebagai perbaikan tanah dasar di bawah abutment.
  • Geometri Potongan Memanjang
    Visualisasi profil memanjang jembatan yang menunjukkan posisi girder, railing pengaman, dan oprit timbunan tanah.

2. Potongan Melintang, Detail Sambungan Kayu, dan Denah Rangka Angin


Detail susunan lantai kayu kelas 1 yang dikunci dengan baut pada profil baja WF 248x124.

Halaman ini membedah struktur jembatan dari arah melintang dan atas (denah rangka). Potongan melintang skala 1:20 memperlihatkan susunan balok induk WF 600x200 dan balok anak (cross girder) WF 248x124x5x8. Detail khusus diberikan pada metode penyambungan papan lantai kayu menggunakan paku ulin/baja 6 inci dan plat strip. Denah rangka baja skala 1:50 mengilustrasikan sistem stabilitas lateral berupa ikatan angin (bracing) siku 50x50x5 yang dipasang dengan pola X (silang) untuk menahan gaya lateral akibat angin atau beban dinamis kendaraan.

  • Komposisi Penampang Melintang
    Uraian mengenai susunan vertikal struktur lantai mulai dari railing, trotoar kayu, papan lantai, hingga profil baja pendukung.
  • Detail Sambungan Balok Kayu
    Spesifikasi teknis penyambungan balok kayu ukuran 10/25 dan 15/25 menggunakan baut diameter 5/8 inci dengan pola zig-zag untuk kekuatan geser maksimal.
  • Layout Ikatan Angin
    Pola distribusi batang bracing pada bidang horizontal di antara girder utama untuk menjamin kekakuan struktur terhadap gaya samping.
  • Dimensi Elemen Lantai
    Informasi ukuran nominal kayu yang digunakan untuk sparing, balok tumpuan, dan papan lantai kendaraan.

3. Detail Teknis Sambungan Bracing dan Pelat Buhul


Teknik penyambungan profil WF 600x200x11x17 menggunakan pelat buhul tebal 12mm dan baut mutu tinggi.

Fokus halaman ini adalah detail engineering untuk koneksi batang bracing ke balok utama dan balok anak. Gambar menampilkan beberapa tipe detail (Detail A, Detail B, Pot 1-1, Pot 2-2) dengan skala pembesaran 1:10. Sambungan ini menggunakan pelat buhul (gusset plate) dengan ketebalan 8 mm dan 10 mm. Pengikat yang digunakan adalah Baut HTB (High Tension Bolt) A325 diameter 1/2 inci dan 5/8 inci. Detail ini krusial untuk memastikan transfer gaya yang efektif antar elemen rangka baja tanpa menyebabkan kegagalan lokal pada titik buhul.

  • Mekanisme Sambungan Bracing
    Penjelasan visual mengenai pertemuan batang diagonal siku dengan profil WF utama melalui pelat perantara.
  • Spesifikasi Baut dan Pelat
    Data teknis mengenai grade baut A325 dan ketebalan pelat sambung yang disyaratkan untuk menahan gaya tarik dan tekan.
  • Konfigurasi Profil Siku
    Penggunaan profil siku ganda atau tunggal pada titik simpul tertentu sesuai kebutuhan struktural yang tergambar.
  • Detail Pertemuan Elemen Baja
    Visualisasi posisi lubang baut dan jarak tepi (edge distance) pada pelat buhul untuk memenuhi standar AISC/SNI baja.

4. Detail Sambungan Baut Girder Utama Profil WF 600


Konfigurasi ikatan angin horizontal menggunakan besi siku 50x50x5 untuk stabilitas rangka jembatan bawah.

Halaman ini menyajikan detail sambungan splice pada gelagar utama WF 600x200x11x17. Sambungan ini diperlukan karena panjang bentang atau keterbatasan transportasi material. Detail sambungan memperlihatkan penggunaan pelat badan (web plate) dan pelat sayap (flange plate) tebal 12 mm. Pola baut HTB A325 diameter 3/4 inci diatur secara presisi dengan jarak antar baut 70 mm dan 50 mm untuk menjamin distribusi tegangan momen dan geser yang merata di area sambungan.

  • Pola Sambungan Baut Girder
    Tata letak geometris baut pada badan dan sayap profil baja untuk memaksimalkan kapasitas momen sambungan.
  • Dimensi Pelat Sambung
    Spesifikasi panjang, lebar, dan tebal pelat penyambung yang berfungsi menyatukan dua segmen girder.
  • Spesifikasi Profil Utama
    Konfirmasi dimensi profil baja WF 600 yang digunakan sebagai elemen utama penahan beban lentur.
  • Layout Baut HTB
    Jumlah dan konfigurasi baris baut pada area sambungan yang krusial untuk integritas struktural jembatan.

5. Detail Perletakan Elastomer dan Koneksi Lantai Kayu ke Baja


Pemasangan elastomerik bearing pad dimensi 400x240x30mm di atas base plate angkur beton bertulang.

Halaman ini memberikan informasi teknis mengenai mekanisme tumpuan jembatan dan interaksi antara material kayu dengan baja. Detail perletakan baja (Skala 1:10) menunjukkan penggunaan Elastomeric Bearing Pad berukuran 400x240x30 mm yang diletakkan di atas Base Plate 400x240x20 mm. Angkur baut diameter 3/4 inci dengan panjang 25 cm digunakan untuk mengikat struktur baja ke beton abutment. Selain itu, terdapat detail klem atau baut pengikat yang menghubungkan balok kayu lantai ke sayap profil baja untuk mencegah pergeseran lateral.

  • Detail Tumpuan Elastomerik
    Spesifikasi bantalan karet jembatan yang berfungsi meredam getaran dan mengakomodasi rotasi serta pergerakan termal struktur.
  • Sistem Pengangkuran Base Plate
    Konfigurasi angkur tanam yang menghubungkan struktur atas baja dengan struktur bawah beton bertulang.
  • Koneksi Kayu terhadap Baja
    Metode teknis pengikatan lantai kayu pada gelagar baja untuk memastikan kesatuan gerak struktur (composite action terbatas).
  • Spesifikasi Dimensi Perletakan
    Ukuran presisi pelat landasan dan posisi pengelasan yang diperlukan pada area tumpuan ujung jembatan.

6. Denah dan Penulangan Abutment pada Kondisi Tanah Mineral


Sketsa pondasi telapak beton mutu K-175 dengan perkuatan cerucuk kayu keras panjang 4 meter.

Halaman ini menampilkan desain struktur bawah jembatan (abutment) yang dikhususkan untuk kondisi tanah mineral (tanah keras/sedang). Denah pondasi skala 1:25 memperlihatkan layout pemancangan cerucuk kayu keras dengan diameter minimal 150 mm dan panjang 4 meter. Potongan P1 dan P2 menunjukkan detail penulangan dinding abutment dan pile cap (poer) menggunakan besi tulangan diameter 10 mm dengan jarak 150 mm (D10-150). Beton yang digunakan adalah mutu K-175.

  • Desain Penulangan Abutment Mineral
    Rincian pembesian pada dinding penahan tanah dan telapak pondasi untuk menahan beban vertikal dan tekanan tanah aktif.
  • Konfigurasi Tiang Pancang Pendek
    Pola penempatan cerucuk kayu panjang 4 meter yang disesuaikan dengan daya dukung tanah mineral yang relatif lebih baik.
  • Dimensi Geometri Pondasi
    Ukuran lebar dan tebal elemen beton abutment serta posisi wing wall untuk menahan timbunan oprit.
  • Spesifikasi Beton Struktural
    Ketentuan mutu beton dan selimut beton yang harus dipenuhi dalam pengecoran struktur bawah.

7. Denah dan Penulangan Abutment pada Kondisi Tanah Gambut


Potongan struktur pondasi di lahan gambut menggunakan tiang pancang kayu ulin 6 meter hingga tanah keras.

Halaman terakhir menyajikan variasi desain abutment untuk lokasi dengan kondisi tanah gambut atau tanah lunak dalam. Perbedaan utama terletak pada spesifikasi pondasi cerucuk yang lebih panjang, yaitu 6 meter (sampai tanah keras), dibandingkan 4 meter pada halaman sebelumnya. Layout tiang pancang tampak lebih rapat atau disesuaikan untuk mengatasi daya dukung tanah yang rendah. Detail penulangan beton (D10-150) relatif sama, namun kedalaman pemancangan menjadi faktor kunci stabilitas.

  • Adaptasi Pondasi Lahan Gambut
    Penyesuaian desain geoteknik pondasi untuk mengatasi karakteristik tanah gambut yang memiliki kompresibilitas tinggi.
  • Spesifikasi Cerucuk Panjang
    Penggunaan elemen tiang kayu ulin yang lebih panjang untuk mencapai lapisan tanah yang lebih keras di bawah lapisan gambut.
  • Detail Tulangan Kepala Tiang
    Integrasi antara kepala tiang pancang kayu dengan beton pile cap melalui stek besi untuk transfer beban yang monolit.
  • Layout Grid Pemancangan
    Susunan titik-titik tiang pancang pada denah yang dirancang untuk mendistribusikan beban jembatan secara merata ke area yang luas.

File DWG

Bagian ini menyediakan akses langsung ke file sumber DWG asli yang digunakan untuk menghasilkan pratinjau teknis di atas. File ini berisi data vektor lengkap yang dapat diedit menggunakan perangkat lunak CAD standar untuk keperluan modifikasi desain atau ekstraksi data kuantitas (Bill of Quantities).

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Older Posts Newer Posts

Post a Comment