Pos Jaga 3x3m Panggung DWG

Table of Contents

Pos Jaga 3x3m Panggung DWG

Gambar kerja pada berkas ini memperlihatkan engineering drawing sebuah pos jaga ukuran 3 m × 3 m panggung dengan elevasi lantai bertanda +0.50, disajikan dalam rangkaian denah, tampak, potongan, detail struktur bawah (pondasi/umpak), serta rencana plafon dan instalasi listrik. Secara visual, struktur atas yang ditampilkan didominasi sistem rangka dan penutup atap (kuda-kuda, gording, nok/rabung, dan atap zincalum), sedangkan struktur bawahnya ditunjukkan melalui konfigurasi umpak cor beton dan detail sambungan elemen kayu ke pondasi. Konfigurasi ini memperlihatkan hubungan komponen-komponen kayu (kolom/tiang, balok, kaso, papan lantai, dan elemen pengikat) terhadap elemen penopang beton sebagai sistem bangunan ringan yang dinaikkan dari tanah untuk mencapai elevasi operasional dan memitigasi kontak langsung lantai dengan permukaan tanah. Pada dokumen ini tidak ditemukan representasi elemen yang sering muncul pada gambar jembatan seperti mini pile, abutment, wing wall, shear connector, plate deck, pelat lantai beton, heling, maupun saluran drainase; peran elemen-elemen tersebut karena itu tidak dapat diuraikan dari berkas ini dan di luar ruang lingkup fakta visual yang tersedia.

Ringkasan Spesifikasi Teknis


ParameterNilai (sesuai dokumen)
Ukuran bangunan3 m × 3 m
Elevasi lantaiPOS JAGA +0.50
Total lembar gambar4 lembar (Lembar 1 s.d. Lembar 4)
Jenis atapAtap pelana; penutup atap zincalum
Komponen atap (contoh)Nok 5/10; gording kayu 5/10; rabung zincalum; andher 10/10; kaki kuda-kuda 5/10; balok 5/10; ikatan angin 5/10; listplank 3/25
Pondasi/tumpuanUmpak cor beton (detail sambungan kayu ke umpak ditampilkan)
Campuran beton umpakCor beton 1:3:5
Elemen lantai (contoh)Lantai papan 2.5/20; kaso 5/7; balok 5/10
Rangka plafonGalang utama 5/7; galang pembantu 5/5; penutup triplek tebal 4 mm
Spasi gantungan plafon5/7 dipasang tiap jarak 1,2 meter (catatan pemasangan)
Instalasi listrik (contoh)Saklar ganda; MCB 2 amp; kabel NYA 2,5 mm²; arde batang tembaga Ø1/2"; posisi lampu dan lintasan kabel pada denah
Notasi elevasi pada potongan±0.00; +0.50; +1.50; +2.85; +3.00; +3.72

Informasi Umum File

Berkas merupakan keluaran plot CAD (AutoCAD) yang berisi 4 lembar gambar arsitektur/struktur untuk Pos Jaga 3×3, dengan tata letak lembar (title block) konsisten dan judul gambar yang berubah sesuai konten tiap lembar.

  • Kuantitas lembar terbitan
  • Total gambar yang terlihat adalah 4 lembar (Lembar 1 s.d. Lembar 4) sebagaimana tertulis pada tiap title block.
  • Ragam representasi grafis
    Isi visual mencakup denah, tampak, potongan, serta detail (struktur kayu, pondasi/umpak, plafon, dan utilitas listrik) lengkap dengan simbol elevasi, dimensi, dan penunjuk potongan.
  • Keterbacaan anotasi teknis
    Teks anotasi (skala, judul tampilan, spesifikasi material, serta keterangan elemen) terbaca jelas dan menjadi dasar identifikasi komponen tanpa perlu asumsi tambahan.

Uraian Teknis Per Halaman

1. Denah dan Tampak Pos Jaga 3×3 pada Skala 1:50


Tampak dan layout pos jaga 3x3, lantai +0.50.

Lembar ini memadukan denah (pandangan atas) dan empat tampak (depan, belakang, samping kanan, samping kiri) yang secara bersama-sama menjelaskan geometri dasar Pos Jaga 3×3 sekaligus ekspresi fasadnya. Denah memperlihatkan bidang ruang 3 m × 3 m dengan penanda elevasi POS JAGA +0.50, serta indikasi posisi akses berupa tangga pada salah satu sisi, sehingga hubungan sirkulasi masuk dapat dipahami dari proyeksi plan. Keempat tampak menunjukkan elevasi bangunan yang ditopang oleh beberapa umpak/penumpu, garis lantai terangkat, serta konfigurasi atap pelana dengan overstek; pembacaan ini diperkuat oleh perbedaan representasi garis/warna elemen rangka dan bidang penutup. Tabel Spesifikasi Bangunan pada lembar yang sama berfungsi sebagai ringkasan material dan komponen, misalnya dinding papan, lantai papan, plafond triplek 4 mm, atap zincalum gelombang, serta umpak cor beton campuran 1:3:5; dengan demikian, lembar ini menjadi pengikat antara informasi geometrik (dimensi dan skala) dan informasi material (komponen penyusun) dalam satu layout konstruksi yang konsisten.

  • Kerangka identifikasi denah-ruang
    Denah menunjukkan bidang 3×3 dan posisi akses tangga sebagai dasar pembacaan tata letak dan orientasi ruang.
  • Kontur elevasi lantai +0.50
    Penandaan elevasi pada plan mengaitkan level lantai terhadap garis tanah pada tampak untuk memastikan konsistensi ketinggian bangunan.
  • Peran tampak multiarah
    Empat tampak memverifikasi kesimetrian/variasi fasad serta letak elemen penopang dan overstek atap pada tiap sisi.
  • Konfirmasi sistem atap pelana
    Siluet atap pada tampak samping memperlihatkan bentuk pelana dan ruang rangka di bawah rabung sebagai elemen struktural atas.
  • Rujukan material via tabel spesifikasi
    Tabel spesifikasi mengunci interpretasi elemen grafis menjadi komponen nyata (papan, kayu kelas II, zincalum, triplek) sesuai anotasi.
  • Indikasi dinding bertanda 100 cm
    Anotasi dinding 100 cm memberi petunjuk tinggi dinding/bidang dinding yang ditampilkan relatif terhadap lantai.
  • Keterkaitan title block-konten
    Judul gambar pada title block menyatakan secara eksplisit kombinasi denah dan tampak sehingga fungsi lembar sebagai ikhtisar arsitektural tidak ambigu.

2. Potongan A--A/B--B, Denah Perkayuan Kap, dan Kuda-kuda Tipe KK-1


Potongan A-A/B-B menampilkan kuda-kuda KK-1, elevasi +3.72.

Lembar ini menyajikan dua potongan (A--A dan B--B) yang menegaskan hubungan vertikal antara pondasi/umpak, rangka lantai, dinding, dan sistem atap, disertai penanda elevasi bertingkat (±0.00, +0.50, +1.50, +2.85, +3.00, +3.72) yang berfungsi sebagai acuan koordinat ketinggian. Di sisi kanan, denah perkayuan kap memperlihatkan susunan elemen memanjang/melintang (mis. listplank 3/25, gording kayu 5/10) serta repetisi modul KK-1 pada bidang atap, sehingga pola distribusi beban penutup atap terhadap rangka dapat ditelusuri dalam proyeksi plan. Detail kuda-kuda tipe KK-1 pada skala lebih besar (1:20) memperlihatkan komponen yang dilabeli seperti nok 5/10, rabung zincalum, andher 10/10, kaki kuda-kuda 5/10, balok 5/10, serta ikatan angin 5/10; keberadaan label dimensi dan sudut (misalnya penunjuk kemiringan) memperlihatkan tujuan rekayasa untuk mengatur geometri rangka atap sekaligus menyediakan jalur pengaku agar stabilitas bidang atap dapat dipertahankan sesuai konfigurasi yang tergambar.

  • Stratigrafi elevasi potongan
    Rantai elevasi pada potongan memetakan level tanah, lantai, dinding, hingga puncak atap sebagai kontrol koordinat vertikal.
  • Distribusi modul KK-1 pada kap
    Denah perkayuan menampilkan posisi berulang KK-1 yang mengindikasikan pola penempatan kuda-kuda sepanjang bentang.
  • Fungsi gording kayu 5/10
    Label gording pada denah kap menegaskan elemen pengikat penutup atap dan penyalur beban ke kuda-kuda.
  • Kinerja ikatan angin 5/10
    Anotasi ikatan angin menunjukkan adanya pengaku diagonal untuk mengontrol goyangan dan kestabilan rangka.
  • Detail sambungan di area nok
    Susunan nok, rabung zincalum, dan komponen di puncak memperlihatkan fokus pada kontinuitas penutup dan titik temu dua bidang atap.
  • Konfigurasi andher 10/10
    Elemen andher ditunjukkan sebagai anggota berpenampang lebih besar yang berperan sebagai tumpuan/ikat utama pada sistem kuda-kuda.
  • Pemetaan listplank 3/25
    Label listplank pada tepi atap memperlihatkan komponen tepi yang menyelesaikan batas bidang atap dan membantu detail tepi secara konstruktif.

3. Denah Pondasi, Denah Tiang Umpak, dan Detail Tangga serta Tiang


Skema pondasi umpak cor 1:3:5 dengan detail tiang.

Lembar ini berfokus pada struktur bawah dan transisi akses, dengan menampilkan denah pondasi yang memperlihatkan grid penempatan titik umpak pada perimeter dan area tengah, serta denah tiang umpak pada skala lebih besar yang menggambarkan geometri umpak (terlihat dimensi bidang luar dan bidang inti). Dua detail vertikal---detail tiang tepi dan detail tiang tengah---memperlihatkan susunan berlapis dari elemen kayu (misalnya tiang kayu 10/10 atau 15/15, balok 5/10, kaso 5/7, lantai papan 2.5/20) yang bertumpu pada umpak cor beton campuran 1:3:5, disertai keterangan pengikat berupa paku 5" (tertulis 4 sisi). Keberadaan dimensi vertikal pada detail (penanda interval elevasi seperti +0.00, +0.125, +0.275, +0.50 pada salah satu detail) mengikat rancangan pondasi terhadap target elevasi lantai, sedangkan detail tangga menguraikan susunan papan dan elemen penyangga sebagai komponen fungsional untuk mencapai lantai +0.50; keseluruhan lembar ini memperlihatkan logika penempatan tumpuan dan cara elemen struktural kayu diterjemahkan menjadi tumpuan pada massa beton melalui geometri dan pengikat yang digambar.

  • Grid penempatan umpak pada denah
    Denah pondasi memperlihatkan distribusi titik tumpu pada sudut, sisi, dan bagian tengah sebagai dasar pembacaan jalur beban.
  • Geometri denah tiang umpak skala 1:10
    Gambar plan umpak menunjukkan dimensi bidang luar dan inti, sehingga ukuran tumpuan dapat diverifikasi langsung.
  • Perbedaan tipologi tiang tepi vs tengah
    Dua detail tiang menampilkan variasi konfigurasi pada perimeter dan pusat, yang mengindikasikan kebutuhan penopang berbeda sesuai posisi.
  • Kontinuitas balok 5/10 ke sistem lantai
    Label balok pada detail menegaskan jalur transfer beban dari lantai papan ke anggota utama sebelum diteruskan ke umpak.
  • Rangka lantai kaso 5/7
    Keterangan kaso memperlihatkan elemen sekunder yang membentuk bidang lantai dan menentukan jarak dukung papan.
  • Umpak cor beton 1:3:5 sebagai tumpuan
    Notasi campuran beton pada umpak mengidentifikasi material tumpuan dan membatasi interpretasi sebagai elemen beton bertulang.
  • Detail tangga sebagai transisi akses
    Detail tangga menjelaskan susunan papan dan elemen penopang sehingga hubungan fungsi akses terhadap elevasi lantai dapat ditelusuri.

4. Denah Plafond, Denah Instalasi Listrik, dan Detail List/Plafond


Rencana plafon triplek 4 mm dan instalasi listrik MCB 2 amp.

Lembar ini menggabungkan rencana elemen non-struktural (plafon) dan utilitas (listrik) dalam satu layout, yang secara teknis berfungsi sebagai koordinasi ruang atas interior. Denah plafond memperlihatkan bidang 3×3 dengan pola pembagian panel, sedangkan detail plafond menjelaskan lapisan dan rangka penggantung melalui anotasi seperti galang utama 5/7, galang pembantu 5/5, serta material penutup triplek tebal 4 mm; catatan konstruksi menyatakan gantungan plafond 5/7 dipasang tiap jarak 1,2 meter, yang menegaskan parameter pemasangan (spasi) sebagai kontrol performa kelendutan dan kestabilan bidang plafon. Denah instalasi listrik menampilkan lintasan kabel dan posisi komponen (lampu, saklar ganda, MCB 2 amp, kabel NYA 2,5 mm², serta arde batang tembaga Ø1/2") yang dijelaskan oleh legenda Keterangan, sehingga hubungan antar simbol utilitas dapat dibaca tanpa asumsi. Detail list pada dinding dan detail list plafond memperlihatkan profil penyelesaian tepi plafon dan cara elemen list diikat pada elemen kayu, yang secara keseluruhan mengaitkan pekerjaan finishing dengan sistem rangka kayu utama dalam satu potongan teknis.

  • Koordinasi panel denah plafond 3×3
    Denah plafon mengatur pembagian bidang sehingga modul panel dan batas tepi dapat diikuti pada skala 1:50.
  • Parameter spasi gantungan 1,2 m
    Catatan pemasangan gantungan memberi batas teknis jarak penyangga untuk menjaga kinerja bidang plafon.
  • Susunan galang utama 5/7
    Label galang utama menjelaskan anggota primer rangka plafon yang menerima beban panel dan meneruskannya ke titik gantung.
  • Peran galang pembantu 5/5
    Anggota pembantu menunjukkan pengaku/pembagi beban panel agar bidang plafon lebih merata.
  • Legibilitas legenda keterangan listrik
    Simbol lampu, saklar, MCB, kabel, dan arde didefinisikan melalui legenda sehingga hubungan antar elemen utilitas listrik dapat ditelusuri langsung dari gambar.
  • Spesifikasi proteksi MCB 2 amp
    Anotasi MCB memberi informasi rating proteksi yang mengaitkan skema dengan perangkat pengaman.
  • Rute arde batang tembaga Ø1/2"
    Penandaan arde menunjukkan jalur pembumian sebagai bagian dari keselamatan instalasi sesuai gambar.

File DWG

Bagian ini menyediakan akses menuju file DWG asli sebagai sumber gambar kerja yang menjadi dasar penyusunan engineering drawing pada dokumen ini, sehingga pengguna dapat meninjau ulang layer, blok, dimensi, dan anotasi pada format desain CAD.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Newer Posts Older Posts

Post a Comment