Detail Roof Garden (Taman di Atas Rumah) DWG — Denah, Potongan, dan Detail Material

Table of Contents

Detail Roof Garden (Taman di Atas Rumah) DWG — Denah, Potongan, dan Detail Material

Halaman ini menyediakan lampiran gambar kerja sebagai referensi detail roof garden dwg (taman di atas rumah) yang memuat denah penataan, potongan, serta detail lapisan material. File ini berguna untuk koordinasi arsitektur–landscape–MEP, terutama pada pekerjaan lantai perkerasan, detail drainase permukaan, pemilihan material batu alam, serta penempatan pencahayaan (lampu spot).

Ruang lingkup gambar (apa saja yang ada di file DWG)

Berdasarkan pratinjau gambar kerja, dokumen detail roof garden dwg ini memuat:

  • Denah roof garden: konfigurasi area perkerasan, penempatan tanaman, dan furniture.
  • Potongan: informasi elevasi dan susunan lapisan (build-up) pada area roof garden.
  • Detail: detail area planter/pot, material batu alam, kerikil lepas, dan komponen tepi/reiling.

Spesifikasi teknis yang tersurat pada gambar

Atribut dan material yang tercantum pada gambar kerja:

1) Elemen landscape dan furniture

  • Tanaman dalam pot keramik Ø55 cm
  • Tanaman exotic dalam gentong besar
  • Seating group kayu + payung (by other)

2) Material finishing permukaan

  • Lantai perkerasan batu alam pola acak
  • Batu selagedang pola lantai acak
  • Batu selagedang 50×50×20
  • Batu flores pipih
  • Kerikil lepas

3) Pencahayaan dan elemen tepi

  • Lampu spot (by special lighting)
  • Reiling (by ARC)

4) Data elevasi yang tercantum

  • +4.230
  • +4.030
  • +3.880
  • ±0.000

Catatan engineering (kritis untuk roof garden)

Beberapa titik risiko yang lazim pada roof garden, dan sebaiknya dicek ulang pada gambar kerja/detail konstruksi proyek:

  • Kontrol kemiringan lantai agar tidak terjadi genangan (ponding) pada batu alam pola acak.
  • Waterproofing & root barrier: roof garden membutuhkan detail lapisan kedap air dan pengaman akar yang konsisten dengan sistem atap eksisting.
  • Drainase & filter layer: kerikil lepas dan lapisan batu perlu pemisah (geotextile) untuk mencegah migrasi fines dan sumbatan.
  • Beban mati tambahan dari batu 50×50×20, kerikil, dan planter/gentong harus dikontrol terhadap kapasitas struktur atap.
  • Koordinasi lampu spot: jalur kabel dan titik lampu sebaiknya ditetapkan sebelum finishing agar tidak merusak waterproofing.

Lampiran Gambar 1 — Pratinjau Detail Roof Garden

Denah roof garden dengan pot keramik Ø55 cm dan lampu spot

File DWG

Silakan gunakan tombol berikut untuk mengunduh file detail roof garden dwg secara gratis:


Penutup

Lampiran ini disusun sebagai referensi cepat untuk memvalidasi pemilihan material (batu alam, kerikil), penempatan planter/furniture, serta kontrol elevasi (+4.230/+4.030) dari detail roof garden dwg sebelum pekerjaan finishing dan instalasi pencahayaan.

Jika terdapat perubahan sistem waterproofing, jenis batu, atau layout furniture, revisi DWG sebaiknya diterbitkan agar koordinasi lapangan tetap rapi.
Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Newer Posts Older Posts

Post a Comment