Desain Jembatan Girder Baja 10 Meter Abutment Beton Bertulang Cerucuk Kayu DWG

Table of Contents

Desain Jembatan Girder Baja Lantai Kayu 10 Meter Abutment Beton Bertulang Cerucuk Kayu

Dokumen teknis ini menguraikan desain komprehensif untuk jembatan girder baja lantai kayu 10 meter abutment beton bertulang cerucuk kayu kelas 2 (70% Bina Marga) dengan bentang 10 meter yang memadukan struktur atas baja dan lantai kayu dengan struktur bawah beton bertulang yang diperkuat pondasi cerucuk kayu. Sistem struktur dirancang untuk mengakomodasi beban lalu lintas moderat di area dengan kondisi tanah lunak, seperti lahan gambut, yang diindikasikan oleh penggunaan cerucuk kayu ulin sebagai elemen perbaikan tanah. Gambar kerja menyajikan detail lengkap mulai dari layout umum, konfigurasi gelagar baja WF (Wide Flange), detail sambungan baut mutu tinggi, sistem perletakan elastomer, hingga penulangan abutment tipe gravitasi yang adaptif terhadap dua kondisi tanah berbeda.

Ringkasan Spesifikasi Teknis


Komponen Spesifikasi
Tipe Jembatan Girder Baja Lantai Kayu
Bentang Bersih 10.000 mm (10 Meter)
Lebar Jalur 3.200 mm (3,2 Meter)
Gelagar Induk WF 500x200x10x16
Gelagar Melintang WF 248x124x5x8
Lantai Kayu Kelas I & II
Abutment Beton Bertulang K-175
Pondasi Cerucuk Kayu Ulin (6 Meter)

Informasi Umum File

Berikut adalah ringkasan spesifikasi dokumen digital yang menjadi basis analisis teknis ini:

  • Identifikasi Berkas Utama
    Dokumen ini bernama Desain Jembatan Girder Baja Lantai Kayu 10 Meter Abutment Beton Bertulang Cerucuk Kayu yang merupakan hasil ekspor presisi dari perangkat lunak CAD.
  • Karakteristik Visual Gambar
    Dokumen berisi gambar teknik 2D yang mencakup denah, potongan memanjang, potongan melintang, serta detail-detail konstruksi spesifik dengan skala 1:10 hingga 1:50.
  • Struktur Konten Dokumentasi
    Susunan halaman dimulai dari gambaran umum denah dan profil memanjang, diikuti detail struktur rangka baja dan lantai, detail sambungan dan bracing, hingga diakhiri dengan detail pondasi dan pemancangan cerucuk.
  • Total Lembar Gambar
    Terdapat 7 (tujuh) lembar gambar kerja yang diterbitkan secara resmi pada tanggal 11 Januari 2026 sebagai panduan pelaksanaan konstruksi.

Uraian Teknis Per Halaman

1. Denah & Potongan Memanjang


Potongan memanjang jembatan bentang 10 meter struktur girder baja WF 500 dan pondasi cerucuk.

Halaman pertama memberikan visualisasi makro dari jembatan bentang 10.000 mm dengan lebar total 3.200 mm. Potongan memanjang memperlihatkan elevasi gelagar utama WF 500x200x10x16 yang menumpu pada abutment beton bertulang K-175. Desain ini memperhitungkan elevasi muka air banjir dan normal untuk menentukan tinggi bebas (freeboard). Pondasi cerucuk kayu ulin dengan dimensi min. 150/150 mm dan panjang 6 meter digambarkan menembus tanah lunak hingga mencapai tanah keras.

  • Geometri Struktur Utama
    Menampilkan dimensi bentang bersih 10 meter dan lebar jalur lalu lintas yang didukung oleh struktur baja dan lantai kayu.
  • Spesifikasi Material dan Beban
    Mendefinisikan penggunaan baja ASTM A36/JIS SS400 untuk girder dan kayu Kelas I/II untuk lantai, serta klasifikasi jembatan Kelas 2.
  • Sistem Pondasi Cerucuk
    Menggambarkan skema perbaikan tanah menggunakan cerucuk kayu ulin panjang 6 meter untuk mendukung abutment di atas tanah lunak.
  • Elevasi dan Tata Letak
    Menunjukkan posisi vertikal struktur terhadap muka air sungai dan integrasi dengan timbunan tanah oprit pada kedua sisi jembatan.
  • Konfigurasi Gelagar Memanjang
    Memperlihatkan penggunaan profil baja WF 500 sebagai balok induk dan WF 248 sebagai balok anak yang disusun secara grid.

2. Potongan Melintang, Detail Perpanjangan Balok & Denah Rangka Baja


Susunan lapisan lantai kayu kelas satu di atas rangka baja WF 248 dan WF 500.

Lembar kedua merinci aspek struktural lantai dan rangka baja. Potongan melintang skala 1:20 memperlihatkan susunan lapis lantai yang terdiri dari balok kayu 15/25 dan 10/25 yang ditumpuk di atas flange baja, dikunci dengan pelat strip dan baut. Denah rangka baja skala 1:50 menggambarkan pola grid gelagar induk dan anak serta sistem ikatan angin (bracing). Terdapat pula detail khusus penyambungan balok kayu memanjang (sambungan bibir miring) untuk mencapai panjang bentang yang diperlukan.

  • Komposisi Lantai Komposit
    Menguraikan susunan balok ganjal kayu, papan lantai 5/20, dan pelat strip pengunci yang membentuk permukaan jalan.
  • Grid Struktur Baja
    Menampilkan denah penempatan gelagar induk WF 500 dan gelagar melintang WF 248 dengan jarak antar balok anak 1.192 mm hingga 1.800 mm.
  • Detail Sambungan Kayu
    Menyajikan teknik penyambungan balok kayu 10/25 dan 15/25 menggunakan takikan dan baut diameter 5/8 inci untuk kontinuitas.
  • Sistem Stabilitas Lateral
    Memperlihatkan pola pemasangan bracing siku 50x50x5 secara diagonal di antara gelagar utama untuk menahan gaya lateral.
  • Dimensi Profil dan Jarak
    Memberikan informasi dimensi eksak jarak antar gelagar dan ukuran profil baja yang digunakan dalam sistem rangka.

3. Detail Bracing (Ikatan Angin)


Detail sambungan ikatan angin profil siku 70x70x7 menggunakan pelat buhul dan baut HTB A325.

Halaman ini berfokus pada detail fabrikasi sistem pengaku lateral. Gambar kerja menyajikan potongan detail (Detail A, Detail B, Potongan 1-1, Potongan 2-2) dari sambungan bracing. Sistem ini menggunakan profil siku 50x50x5 dan 70x70x7 yang dihubungkan ke pelat buhul (gusset plate) pada badan girder maupun cross girder menggunakan baut mutu tinggi (HTB) tipe A325.

  • Konstruksi Simpul Bracing
    Menggambarkan detail pertemuan batang diagonal siku dengan gelagar baja melalui pelat buhul tebal 8mm dan 10mm.
  • Spesifikasi Baut Sambungan
    Menentukan penggunaan baut HTB A325 diameter 1/2 inci dan 5/8 inci untuk menjamin kekakuan sambungan rangka.
  • Geometri Pelat Buhul
    Menunjukkan dimensi dan bentuk pelat penyambung yang dilas pada badan profil baja sebagai dudukan bracing.
  • Hierarki Profil Siku
    Membedakan penggunaan profil siku 70x70x7 untuk elemen utama dan 50x50x5 untuk elemen sekunder dalam sistem pengaku.
  • Posisi Pemasangan
    Memvisualisasikan elevasi pemasangan bracing relatif terhadap sumbu netral dan sayap profil baja utama.

4. Detail Sambungan


Tampak samping sambungan lewatan gelagar induk WF 500 dengan pelat pengaku vertikal tebal 10mm.

Lembar ini menyajikan detail sambungan struktural kritis pada elemen baja utama. Terdapat detail sambungan lewatan (splice) untuk profil WF 500x200x10x16 yang menggunakan pelat penyambung badan dan sayap dengan baut HTB A325 diameter 3/4 inci. Selain itu, ditampilkan detail hubungan antara gelagar induk dan gelagar melintang (WF 248) yang diperkuat dengan siku penyambung.

  • Detail Splice Gelagar Induk
    Merinci sambungan segmen balok WF 500 menggunakan pelat sayap tebal 12mm dan pelat badan tebal 8mm.
  • Pola Baut Struktural
    Menampilkan konfigurasi lubang baut yang presisi pada pelat sambung untuk transfer beban momen dan geser yang efektif.
  • Koneksi Balok Melintang
    Menjelaskan mekanisme penyambungan cross girder WF 248 ke badan main girder menggunakan siku 70x70x7 dan baut 5/8 inci.
  • Perkuatan Badan Profil
    Menunjukkan penggunaan pelat pengaku vertikal (stiffener) pada titik-titik sambungan untuk mencegah tekuk lokal.
  • Spesifikasi Material Sambung
    Memberikan data tebal pelat dan diameter baut A325 yang harus digunakan sesuai perhitungan beban struktur.

5. Detail Sambungan & Perletakan Baja


Mekanisme perletakan bantalan elastomer 400x240x30 mm dan angkur tanam pada abutment beton.

Halaman ini memuat detail antarmuka antara struktur baja, lantai kayu, dan beton abutment. Detail sambungan kayu-baja memperlihatkan metode klem menggunakan pelat dan baut untuk mengikat balok lantai ke sayap girder. Bagian bawah menampilkan detail perletakan yang terdiri dari base plate 400x240x20 mm, bantalan elastomer 400x240x30 mm, dan angkur tanam diameter 3/4 inci.

  • Mekanisme Klem Lantai
    Menjelaskan sistem pengikatan balok kayu ke profil baja menggunakan pelat klem tanpa merusak profil utama dengan las/bor.
  • Sistem Tumpuan Elastomer
    Menguraikan spesifikasi bantalan karet (elastomeric bearing) yang berfungsi meredam getaran dan mengakomodasi rotasi.
  • Detail Base Plate dan Angkur
    Menampilkan dimensi pelat landasan baja dan konfigurasi angkur yang tertanam dalam beton untuk menahan gaya horizontal/uplift.
  • Pengelasan Kaki Kolom
    Menunjukkan instruksi pengelasan keliling (fillet weld) antara ujung profil WF 500 dengan pelat dasar.
  • Geometri Dudukan
    Menyajikan jarak tepi dan posisi as perletakan yang presisi terhadap ujung jembatan dan abutment.

6. Denah dan Potongan Pondasi Detail Cerucuk (Mineral)


Potongan struktur abutment beton K-175 tanah mineral dengan cerucuk kayu keras panjang 4 meter.

Lembar ini menggambarkan desain struktur bawah untuk kondisi tanah mineral. Abutment dirancang sebagai struktur beton bertulang dengan tulangan utama diameter 16mm dan sengkang diameter 10mm. Pondasi menggunakan cerucuk kayu keras diameter 150 mm dengan panjang 4 meter. Detail ini mencakup denah pemancangan tiang dan pembesian pile cap.

  • Struktur Abutment Tanah Mineral
    Menguraikan dimensi dan penulangan abutment yang didukung oleh cerucuk pendek (4 meter) pada tanah yang relatif stabil.
  • Pola Pemancangan Cerucuk
    Menampilkan grid posisi tiang pancang kayu di bawah telapak beton untuk distribusi beban merata.
  • Detail Penulangan Beton
    Menyajikan skema pembesian dinding dan telapak abutment menggunakan besi ulir/polos sesuai standar K-175.
  • Konstruksi Lantai Kerja
    Menunjukkan lapisan beton rabat (lean concrete) setebal 5 cm di bawah telapak pondasi sebagai dasar kerja.
  • Integrasi Tiang-Struktur
    Memperlihatkan detail masuknya kepala tiang kayu (embedment) ke dalam beton pile cap dan perkuatan stek besi.

7. Denah Pondasi & Cerucuk dan Potongan Pondasi & Cerucuk (Gambut)


Konfigurasi pondasi tapak lebar di lahan gambut menggunakan cerucuk ulin panjang 6 meter.

Halaman terakhir menyajikan variasi desain pondasi untuk lokasi tanah gambut atau tanah sangat lunak. Perbedaan utama terletak pada panjang cerucuk yang ditingkatkan menjadi 6 meter (dibanding 4 meter pada tanah mineral) untuk mencapai lapisan tanah keras. Konfigurasi cerucuk lebih rapat dan masif untuk mengantisipasi daya dukung tanah yang rendah.

  • Adaptasi Pondasi Tanah Lunak
    Menjelaskan penggunaan cerucuk kayu ulin panjang 6 meter sebagai solusi pondasi di lahan gambut yang labil.
  • Desain Abutment Tipe Gambut
    Menggambarkan struktur beton bertulang yang sama namun dengan dukungan pondasi tiang yang lebih dalam dan ekstensif.
  • Layout Kelompok Tiang
    Memvisualisasikan matriks pemancangan cerucuk yang disesuaikan untuk menahan beban vertikal dan lateral pada tanah lunak.
  • Detail Sambungan Kepala Tiang
    Menunjukkan detail teknis pengikatan antara ujung atas cerucuk dengan tulangan telapak beton untuk kesatuan struktur.
  • Dimensi Sayap Jembatan
    Menyajikan geometri dinding sayap (wing wall) yang berfungsi menahan tanah timbunan oprit agar tidak longsor.

File DWG

Bagian ini menyediakan akses ke berkas sumber asli dalam format DWG. File ini sangat penting bagi tim konstruksi untuk mendapatkan data geometris yang akurat, memeriksa lapisan gambar (layers), dan memproduksi gambar kerja lapangan (shop drawing) turunan.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Older Posts Newer Posts

Post a Comment