Klasifikasi Tanah Sistem USCS dan AASHTO
Klasifikasi Tanah Sistem USCS dan AASHTO
Klasifikasi tanah adalah pengelompokan jenis tanah berdasarkan sifat fisiknya agar perilakunya dapat diperkirakan dalam perancangan. Dua sistem yang paling banyak dipakai adalah USCS (Unified Soil Classification System) dan AASHTO. Keduanya menggunakan dasar yang sama — distribusi ukuran butir (gradasi) dan batas Atterberg — namun dengan penekanan dan kode berbeda. Artikel ini menjelaskan dasar klasifikasi, simbol, dan perbandingan kedua sistem.
Klasifikasi tanah menjadi langkah awal sebelum menghitung daya dukung tanah maupun merancang perkerasan jalan.
Dasar Klasifikasi
Penggolongan tanah bertumpu pada dua hal: gradasi (proporsi kerikil, pasir, lanau, dan lempung) yang diperoleh dari analisis saringan dan hidrometer, serta batas Atterberg (batas cair LL dan indeks plastisitas PI) untuk tanah berbutir halus. Tanah lolos saringan No. 200 dalam jumlah besar tergolong tanah berbutir halus.
Sistem USCS
USCS memakai dua huruf. Huruf pertama menyatakan jenis dominan, huruf kedua menyatakan sifat:
| Simbol | Arti |
|---|---|
| G / S | Kerikil (gravel) / Pasir (sand) |
| M / C | Lanau (silt) / Lempung (clay) |
| O / Pt | Organik / Gambut (peat) |
| W / P | Bergradasi baik / buruk (untuk tanah kasar) |
| L / H | Plastisitas rendah / tinggi (untuk tanah halus) |
Contoh: CH adalah lempung plastisitas tinggi, SW adalah pasir bergradasi baik. Penentuan tanah halus dibantu grafik plastisitas Casagrande dengan Garis A.
Sistem AASHTO
AASHTO mengelompokkan tanah dari A-1 hingga A-7, dengan A-1 sampai A-3 sebagai tanah granular yang baik untuk subgrade, dan A-4 sampai A-7 sebagai tanah berlanau-lempung. Kualitas relatif dinyatakan dengan indeks grup (group index); makin kecil indeks grup, makin baik tanah sebagai dasar jalan.
Perbandingan Singkat
| Aspek | USCS | AASHTO |
|---|---|---|
| Penekanan | Perilaku teknik umum | Kelayakan subgrade jalan |
| Kode | Dua huruf (mis. CL, SW) | A-1 s/d A-7 + indeks grup |
| Bidang pakai | Geoteknik & pondasi | Perkerasan jalan |
Kesimpulan dan Rekomendasi Engineer
Ringkasan: USCS unggul untuk keperluan geoteknik umum, AASHTO untuk penilaian subgrade jalan. Rekomendasi praktis:
- Gunakan USCS untuk desain pondasi, AASHTO untuk pekerjaan jalan.
- Selalu sertakan data gradasi dan Atterberg sebagai dasar klasifikasi, bukan taksiran visual.
- Catat kedua kode bila laporan dipakai lintas disiplin.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa itu klasifikasi tanah?
Klasifikasi tanah adalah pengelompokan jenis tanah berdasarkan gradasi dan batas Atterberg agar perilaku tekniknya dapat diperkirakan dalam perancangan.
Apa perbedaan sistem USCS dan AASHTO?
USCS menekankan perilaku teknik umum dengan kode dua huruf dan banyak dipakai di geoteknik, sedangkan AASHTO menekankan kelayakan subgrade jalan dengan kelompok A-1 sampai A-7 dan indeks grup.
Apa arti kode CL dan CH pada USCS?
CL adalah lempung dengan plastisitas rendah, sedangkan CH adalah lempung dengan plastisitas tinggi, dibedakan oleh batas cair pada grafik plastisitas.
Apa fungsi Garis A pada grafik plastisitas?
Garis A memisahkan tanah lempung (di atas garis) dari tanah lanau dan organik (di bawah garis) berdasarkan hubungan batas cair dan indeks plastisitas.
Lihat Juga
- Daya Dukung Tanah
- Cara Membaca Hasil Sondir (CPT)
- Metode Terzaghi: Pondasi Dangkal
- Pekerjaan Tanah pada Proyek Jalan
- Surveyor Tanah
Referensi
- Das, B. M. (2014). Principles of Geotechnical Engineering. Boston: Cengage Learning.
- Hardiyatmo, H. C. Mekanika Tanah 1. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
- ASTM D2487 — Standard Practice for Classification of Soils (Unified Soil Classification System).
- AASHTO M145 — Classification of Soils and Soil-Aggregate Mixtures.
- Badan Standardisasi Nasional. SNI 1966 & SNI 1967 — Cara uji batas plastis dan batas cair tanah. Jakarta: BSN.
Post a Comment