Titoreista
Titoreista
Formulir Kontak

Titoreista Titoreista
  • Aplikasi RAB
    Tanah & Persiapan
    • Bowplank
    • Galian Tanah
    • Urugan Tanah Awal (Fill)
    • Urugan Tanah Kembali (Backfill)
    Pondasi
    • Pondasi Rollag Bata
    • Pondasi Batu Kali
    • Pondasi Footplate
    • Pondasi Cerucuk
    Struktur Beton
    • Sloof
    • Kolom
    • Balok
    • Plat Lantai Beton
    • Cor Rabat Beton
    Dinding & Finishing
    • Dinding Bata
    • Plesteran & Acian
    • Keramik Lantai
    • Pengecatan
    • Plafond
    Rangka Atap
    • Rangka Atap Kayu
    • Rangka Atap Baja Ringan
    Kalkulator Lainnya
    • Gorong-gorong
    • Kuat Tekan Beton Hot
  • Teknis & Metode
    Teknologi Beton
    • Uji Slump Beton
    • Tabel Slump Test SNI
    • Hammer Test Beton
    • Curing (Perawatan) Beton
    Metode Pelaksanaan
    • Teknik Pasangan Bata
    • Cetakan Batako
    • Cara Pasang Baja Ringan
    • Teknik Pengecatan Tembok
    MEP & Sanitasi
    • Instalasi Listrik Rumah
    • Septic Tank & Resapan
    • Septic Tank Biofil
    Struktur JembatanDesain jembatan, geoteknik, dan hidraulika dalam satu pembahasan lengkap.Baca Selengkapnya →
  • Dasar & Manajemen
    Pengetahuan Dasar
    • Apa itu Teknik Sipil?
    • Materi Dasar
    • Kaidah Tangan Kanan
    • Software Teknik Sipil
    Standar & Dokumen
    • Standar Konstruksi
    • FIDIC Contracts
    • Ukuran Kertas ISO
    • Standar HSE Proyek New
    Supervisi Proyek
    • Pengawasan Rumah Tinggal
    • Pengawasan Jembatan
    • Pengawasan Box Culvert
    • Contoh Laporan Proyek
  • Survey & Alat Berat
    Surveying
    • Surveyor Tanah
    • Windsock
    Pekerjaan Tanah
    • Cut and Fill
    • Produktivitas Alat Berat
    • Pemindahan Tanah Mekanis
    • Jenis Alat Berat
    • Pekerjaan Tanah Jalan
  • BOQ & Material
    Analisa Biaya
    • RAB (Bill of Quantity) Contoh RAB bangunan format Excel
    • Harga Bahan Bangunan
    • Satuan Volume Pekerjaan
    • AHSP (Analisa Harga Satuan)
    • Rumus Excel Sipil
    Tabel Berat Besi
    • Berat Besi Beton
    • Berat Wiremesh
  • Gambar DWG
    Jembatan
    • Jembatan Beton
    • Jembatan Girder Baja
    • Jembatan Bailey
    • Jembatan Komposit
    Drainase & Gorong-gorong
    • Box Culvert
    • Gorong-gorong Buis Beton
    • Saluran Drainase
    • Dermaga / Jetty
    Menara & Tandon Air
    • Tower Air Beton
    • Menara Air Baja
    • Storage Tank
    Bangunan & Fasilitas
    • Gudang Baja WF
    • Masjid New
    • Mushola
    • Pos Jaga
    Rumah & Arsitektur
    • Desain Rumah DWG
    • Desain Arsitektur
    • Pagar BRC
    • Kusen & Pintu New
    • Convert PDF to DWG
    Koleksi File DWG LengkapRatusan gambar kerja siap edit: jembatan, drainase, bangunan, hingga detail arsitektur.Jelajahi Semua DWG →

Daftar Isi

Blog Archive

  • 2026 209
    • November 2
    • Oktober 1
    • September 24
    • Juli 32
    • Juni 5
    • Mei 25
    • April 30
    • Maret 31
    • Februari 28
    • Januari 31
  • 2025 81
    • Desember 7
    • September 2
    • Agustus 6
    • Juli 29
    • Juni 28
    • Mei 9

Categories

  • civil engineering
  • architecture
  • dwg
  • construction
  • boq
Topik Teknik Sipil Arsip Blog
Beranda Label:civil engineering CBR Desain untuk Perencanaan Tebal Perkerasan Jalan

CBR Desain untuk Perencanaan Tebal Perkerasan Jalan

Titoreista September 23, 2026 Posting Komentar

Daftar Isi

Grafik persentil CBR desain: pada 90% titik uji, CBR desain contoh adalah 5%.

CBR desain dibaca pada 90% titik uji: nilai CBR yang sama atau dilampaui oleh 90% data, setara persentil ke-10 secara statistik (data contoh ilustratif).

CBR Desain
DefinisiNilai CBR representatif satu segmen tanah dasar yang seragam
AlasanRata-rata dapat menutupi titik terlemah
Jenis DataCBR rendaman 4 hari pada 95% kepadatan kering maksimum (MDP 2024)
Metode UtamaGrafik persentil: nilai yang dilampaui 90% titik uji
Metode LainDistribusi normal (rata-rata − f × simpangan baku) dan analitis (faktor R)
Interval UjiSekitar 200 meter dan di setiap perubahan jenis tanah
Contoh Hitung10 titik (CBR 4–9%), CBR desain 5% pada grafik
SegmentasiPisahkan segmen bila jenis tanah atau nilai CBR berubah nyata
PengaruhAnalisa Komponen: CBR desain makin rendah, ITP makin besar. MDP 2024: perbaikan tanah dasar makin mungkin diperlukan
PemakaianAnalisa Komponen: DDT (daya dukung tanah dasar) dan ITP (indeks tebal perkerasan). Pt T-01-2002-B: modulus resilien (MR) dan Structural Number (SN). MDP 2024: evaluasi tanah dasar, fondasi, bagan desain
AcuanMDP 2024 (No. 03/M/BM/2024); SNI 03-1732-1989 (Analisa Komponen); Pt T-01-2002-B; SNI 1744:2012

CBR Desain untuk Perencanaan Tebal Perkerasan Jalan

Nilai CBR desain (design CBR) adalah nilai CBR yang mewakili satu segmen tanah dasar yang seragam, ditentukan dari beberapa titik uji CBR dan dipakai sebagai dasar kekuatan tanah dasar dalam perencanaan tebal perkerasan jalan. Nilai ini berbeda dari hasil satu titik uji maupun dari rata-rata sederhana. Artikel ini menjelaskan data yang dipakai, cara menentukan segmen seragam, langkah metode grafik persentil beserta contoh hitungnya, perbandingan dengan metode lain, dan penerapannya pada metode Bina Marga (Analisa Komponen dan Pt T-01-2002-B) serta Manual Desain Perkerasan Jalan (MDP) 2024.

Ilustrasi penampang jalan dengan 10 titik uji CBR bernilai 4–9% dan CBR desain 5%.
Ilustrasi 10 titik uji CBR sepanjang segmen jalan dan CBR desain 5% (data contoh).

Apa Itu CBR Desain?

CBR desain adalah nilai CBR yang dipilih untuk mewakili seluruh segmen tanah dasar yang seragam, dihitung dari kumpulan nilai CBR di sepanjang segmen tersebut. Hasil satu titik uji hanya menggambarkan kondisi di titik itu, sedangkan perencanaan tebal perkerasan membutuhkan satu angka untuk satu segmen jalan. Karena itu hasil banyak titik perlu diringkas dengan hati-hati.

Konsep ini punya beberapa sebutan. Pada metode klasik Bina Marga nilainya disebut CBR segmen. Pada MDP nilainya disebut CBR karakteristik, yang kemudian menjadi CBR desain (untuk hasil DCP dikoreksi dengan faktor penyesuaian musim).

Istilah ini perlu dibedakan dari “CBR desain” pada uji laboratorium. SNI 1744:2012 (metode uji CBR laboratorium) juga memakai istilah tersebut untuk nilai CBR contoh uji yang ditentukan dari grafik pada kepadatan tertentu. Artikel ini membahas CBR desain untuk segmen jalan.

Mengapa Bukan CBR Rata-rata?

Nilai CBR rata-rata berisiko mengabaikan titik-titik dengan CBR rendah yang justru menjadi titik terlemah struktur perkerasan. Sebaliknya, memakai nilai terkecil cenderung terlalu konservatif karena satu titik ekstrem dapat menentukan seluruh segmen. Pendekatan persentil mengambil jalan tengah: nilai yang masih dilampaui oleh sebagian besar titik uji.

Diagram batang CBR 10 titik uji: rata-rata 6,3% menutupi titik terlemah 4%, CBR desain 5%.
Gambar 1. Rata-rata 6,3% menutupi titik terlemah 4%: enam dari sepuluh titik berada di bawah rata-rata (data contoh).

Pada data contoh di artikel ini (10 titik, CBR 4–9%), rata-ratanya 6,3%. Namun enam dari sepuluh titik berada di bawah angka itu, dan satu titik hanya 4%. Dengan CBR desain 5% pada persentil 90%, 9 dari 10 titik memiliki CBR sama atau lebih besar. Sekitar 10% titik masih lebih lemah dari nilai desain: persentil memberi tingkat keyakinan, bukan jaminan bahwa tidak ada titik lemah.

Data CBR yang Dipakai

CBR desain hanya bermakna bila seluruh datanya sejenis. Beberapa hal perlu dipastikan sebelum menghitung:

Tabel 1. Syarat data untuk menentukan CBR desain
AspekKetentuanKeterangan
Jenis CBRCBR rendaman 4 hari pada 95% kepadatan kering maksimumDasar daya dukung rencana tanah dasar pada MDP 2024
Hasil DCP (Dynamic Cone Penetrometer)Dipakai pada kondisi tertentu dan dikoreksi dengan faktor penyesuaian musimMDP 2024 membatasi DCP antara lain untuk tanah rawa jenuh dan aluvial kering
Jumlah titikSedikitnya 10 titik valid per segmen seragam untuk metode statistikBila kurang dari 10, MDP 2017 membolehkan CBR terkecil mewakili segmen
Interval titik ujiSekitar 200 meter, ditambah di setiap perubahan jenis tanah atau kondisi lingkunganRujukan klasik (Sukirman); kerangka acuan kerja (KAK) atau spesifikasi proyek dapat menetapkan lain
Standar ujiSNI 1744:2012 (CBR laboratorium)Mengatur prosedur uji CBR di laboratorium

Mencampur CBR rendaman dengan CBR tak rendaman, atau hasil laboratorium dengan hasil lapangan, dalam satu perhitungan menghasilkan angka yang tidak mewakili kondisi desain.

Menentukan Segmen Tanah Dasar yang Seragam

Sebelum menghitung CBR desain, ruas jalan dibagi menjadi segmen yang kondisi tanah dasarnya dapat dianggap seragam. MDP mengelompokkan awal berdasarkan kesamaan geologi, pedologi, kondisi drainase, dan topografi, lalu memeriksa sebaran nilai CBR-nya. Langkah praktisnya:

  • Plot nilai CBR terhadap stasioning (STA) dan cari perubahan nilai yang tiba-tiba.
  • Cocokkan dengan perubahan jenis tanah pada hasil uji, misalnya melalui klasifikasi tanah USCS dan AASHTO.
  • Hitung koefisien variasi tiap segmen: CV = simpangan baku ÷ rata-rata × 100%. Menurut MDP 2017, CV maksimum 25% (hingga 30% dengan syarat tertentu); segmen yang melampauinya perlu dibagi lagi.
Grafik CBR sepanjang STA pada dua segmen: rata-rata 8,0% dan 4,0%, dengan rata-rata gabungan 6,2% tidak mewakili keduanya.
Gambar 2. Dua kondisi tanah pada satu ruas: satu nilai gabungan tidak mewakili kedua segmen (data ilustratif).

Pada contoh ilustratif tersebut, segmen A rata-rata 8,0% dan segmen B 4,0%. Nilai gabungan sekitar 6,2% terlalu tinggi untuk segmen B yang justru lebih lemah. Uji CV menegaskannya: untuk 11 titik pada Gambar 2, CV gabungan sekitar 36%, jauh di atas batas 25%, sedangkan segmen A sekitar 11% dan segmen B sekitar 18%. Karena itu CBR desain dihitung terpisah untuk setiap segmen. Sebaliknya, segmen yang terlalu pendek menghasilkan data yang terlalu sedikit, jadi jumlah data dan keseragaman perlu diseimbangkan.

Langkah Menentukan CBR Desain dengan Grafik Persentil

Metode grafik persentil sederhana dan tidak memerlukan asumsi distribusi data. Lakukan untuk setiap segmen seragam:

  1. Kumpulkan data CBR sejenis dari seluruh titik uji dalam satu segmen.
  2. Urutkan nilai CBR dari yang terkecil hingga terbesar.
  3. Hitung jumlah titik yang sama atau lebih besar dari setiap nilai CBR, lalu ubah menjadi persentase terhadap total titik.
  4. Plot grafik nilai CBR (sumbu X) terhadap persentase titik yang sama atau lebih besar (sumbu Y).
  5. Baca nilai CBR pada 90% dari grafik, dengan interpolasi linear bila 90% jatuh di antara dua titik. Itulah CBR desain segmen.

Catatan istilah: “persentil 90%” pada metode ini berarti nilai yang dilampaui 90% data, sehingga sering ditulis “CBR 90%”. Dalam statistik, nilai itu adalah persentil ke-10 (10% data berada di bawah atau sama dengan nilainya), dan itulah penulisan yang dipakai MDP. Jangan tertukar dengan persentil ke-90, yang menghasilkan nilai CBR terlalu tinggi dan tidak aman.

Contoh Hitung: 10 Titik Uji CBR

Contoh ini bersifat ilustratif dan bukan data proyek nyata. Dari 10 titik uji pada satu segmen seragam diperoleh CBR: 4, 5, 5, 6, 6, 6, 7, 7, 8, 9 (%). Jumlah titik yang sama atau lebih besar dari tiap nilai:

Tabel 2. Perhitungan persentase titik uji data contoh
Nilai CBRJumlah Titik ≥ NilaiPersentase (%)
410100%
5990%
6770%
7440%
8220%
9110%

Pembahasan: pada persentase 90% (baris CBR 5), CBR desain segmen adalah 5%. Artinya 9 dari 10 titik uji memiliki CBR sama atau lebih besar dari nilai ini.

Grafik persentil 10 titik uji CBR: garis bantu pada 90% menunjukkan CBR desain 5%.
Gambar 3. Grafik persentil data contoh 10 titik uji: CBR desain 5% pada 90%.

Hasil yang sama dapat diperiksa di Excel (pengaturan regional Indonesia memakai titik koma). Tabel 3 memuat rumus untuk data contoh di sel A1:A10. Persentil ke-10 pada Excel bernilai 4,9% karena interpolasi linear antara dua data terkecil, sedangkan pembacaan grafik memberi 5,0%. Selisihnya kecil, tetapi laporan perlu mencantumkan metode dan pembulatan yang dipakai.

Tabel 3. Rumus Excel untuk data contoh (sel A1:A10)
PerhitunganRumus ExcelHasil
Persentil ke-10=PERCENTILE.INC(A1:A10;0,1)4,9%
Rata-rata=AVERAGE(A1:A10)6,3%
Simpangan baku sampel=STDEV.S(A1:A10)1,49%
Koefisien variasi (CV)=STDEV.S(A1:A10)/AVERAGE(A1:A10)*10023,7%
CBR karakteristik, f = 1,282=AVERAGE(A1:A10)-1,282*STDEV.S(A1:A10)4,4%

Metode Lain dan Perbandingan Hasil

Grafik persentil bukan satu-satunya cara. MDP menguraikan dua metode untuk CBR karakteristik, yaitu persentil dan distribusi normal standar, sedangkan metode klasik Bina Marga memakai rumus analitis dengan faktor R.

Tabel 4. Perbandingan metode penentuan CBR desain pada data contoh
MetodeCara hitungHasil contohCatatan
Persentil (grafik atau Excel)Nilai yang dilampaui 90% titik5,0% (grafik); 4,9% (Excel)Tanpa asumsi distribusi data
Distribusi normal standarRata-rata − f × simpangan baku. f = 0,842 (80%, jalan lokal dan kecil), 1,282 (90%, kolektor dan arteri), 1,645 (95%, tol atau bebas hambatan)5,0% / 4,4% / 3,8%Perlu sedikitnya 10 titik valid dan CV maksimum sekitar 25% (MDP 2017)
Analitis (klasik Bina Marga)Rata-rata − (CBR maks − CBR min) ÷ R; R = 3,18 untuk 10 titik atau lebih4,7%Nilai R bergantung jumlah titik (Sukirman)

Semua perhitungan di atas memakai data yang sama (rata-rata 6,3%; simpangan baku 1,49%; CV 23,7%, sehingga memenuhi batas 25%). Hasilnya berkisar 3,8–5,0%, dan makin tinggi kelas jalan, makin kecil CBR desain karena nilai f makin besar. Perbedaan ini bukan kesalahan hitung: setiap metode menjawab tingkat keyakinan yang berbeda. Pakailah metode yang disyaratkan pedoman atau dokumen kontrak, dan sebutkan asumsinya bila membandingkan hasil.

Diagram batang CBR desain dari data yang sama menurut metode: 6,3% (rata-rata), 5,0%, 4,9%, 4,7%, dan 5,0%/4,4%/3,8% (normal).
Gambar 4. Hasil CBR desain dari data yang sama berbeda menurut metode perhitungan.

Nilai f dan batas CV di atas berasal dari MDP 2017; periksa bab CBR desain tanah dasar pada MDP 2024 untuk ketentuan yang berlaku.

Dari CBR Desain ke Keputusan Desain

Setelah CBR desain segmen diperoleh, cara pemakaiannya berbeda pada tiga acuan yang sering dijumpai: Analisa Komponen, Pt T-01-2002-B, dan MDP 2024.

Alur dari data CBR titik uji ke CBR desain segmen, lalu tiga jalur desain: Analisa Komponen, AASHTO 1993 (Pt T-01-2002-B), dan MDP 2024.
Gambar 5. Posisi CBR desain dalam alur desain: Analisa Komponen, Pt T-01-2002-B, dan MDP 2024 (skema konseptual).

Metode Analisa Komponen (SNI 1732-1989-F)

Metode klasik ini bersumber dari AASHTO 1972 yang disesuaikan dengan kondisi Indonesia. CBR desain diubah menjadi Daya Dukung Tanah Dasar (DDT) melalui korelasi atau nomogram. Korelasi yang lazim dipakai adalah DDT = 4,3 log CBR + 1,7; untuk CBR desain 5% diperoleh DDT sekitar 4,7. DDT kemudian dipakai bersama data lalu lintas dan faktor desain lain untuk membaca Indeks Tebal Perkerasan (ITP) pada nomogram. Makin rendah CBR desain, makin kecil DDT dan makin besar ITP serta tebal lapis yang diperlukan.

Metode AASHTO 1993 Versi Bina Marga (Pt T-01-2002-B)

Pedoman ini mengadaptasi metode AASHTO 1993 dan menyatakan kekuatan tanah dasar dengan modulus resilien (MR), bukan DDT. Bila uji MR tidak dilakukan, MR didekati dari CBR dengan MR = 1.500 × CBR (dalam psi); CBR desain 5% setara MR sekitar 7.500 psi. Nilai MR kemudian dipakai untuk menghitung Structural Number (SN). Makin rendah CBR desain, makin kecil MR dan makin besar SN yang dibutuhkan.

MDP 2024

MDP 2024 (Nomor 03/M/BM/2024, terbit Mei 2024 dengan SE Dirjen Bina Marga No. 15/SE/Db/2024) menggantikan MDP 2017. Pendekatannya mekanistik-empirik, dan hasilnya disajikan sebagai katalog struktur perkerasan yang disusun dengan menyeragamkan target daya dukung tanah dasar. Karena itu CBR desain tidak dibaca langsung sebagai indeks tebal seperti ITP, melainkan dipakai untuk menilai apakah tanah dasar sudah memadai atau perlu perbaikan fondasi sebelum bagan desain dipilih.

Sebagai gambaran, studi komparatif MDP 2017 dan MDP 2024 pada tanah lunak di Kabupaten Banjar (Referensi 6) menghitung CBR karakteristik dengan persentil ke-10 dari 12 titik, dan nilai di bawah 6% memicu perbaikan tanah dasar dengan target 6%. Pada tanah lunak ber-CBR 1,2% itu, MDP 2017 menetapkan lapis penopang 1.000 mm dan timbunan pilihan 175 mm, sedangkan MDP 2024 mensyaratkan penanganan geoteknik lebih dulu karena kedalaman tanah lunak melebihi 1.000 mm, lalu timbunan pilihan ber-CBR minimal 10% setebal 300 mm. Hasil itu khusus untuk studi kasus tersebut; jenis dan tebal perbaikan proyek lain harus mengikuti bagan desain fondasi MDP 2024. ITP sendiri merupakan konsep Analisa Komponen: pada MDP 2024, CBR desain yang rendah muncul sebagai kebutuhan perbaikan tanah dasar dan fondasi, bukan sebagai ITP.

Kesalahan Umum dan Praktik Baik

Tabel 5. Kesalahan umum dalam menentukan CBR desain
KesalahanAkibatPraktik yang benar
Memakai rata-rata sederhanaTitik lemah tertutup, desain terlalu optimistisGunakan persentil atau metode statistik per segmen
Menyatukan dua kondisi tanah dalam satu segmenNilai tidak mewakili kondisi mana punPisahkan segmen dan periksa CV
Mencampur CBR rendaman dan tak rendaman, atau laboratorium dan lapanganData tidak sebandingPakai satu jenis data sesuai pedoman
Menyamakan “persentil 90%” dengan persentil ke-90CBR desain terlalu tinggi dan tidak amanIngat: 90% data lebih besar atau sama dengan nilai desain adalah persentil ke-10
Data terlalu sedikitPersentil dan statistik tidak stabilTambah titik uji; bila kurang dari 10, ikuti ketentuan pedoman
Tidak mencatat metodeHasil tidak dapat ditelusuriDokumentasikan metode, jumlah data, dan pembulatan di laporan geoteknik

Artikel ini bersifat edukatif. Nilai CBR desain untuk proyek harus mengikuti hasil penyelidikan tanah, dokumen kontrak, dan pedoman resmi yang berlaku. Terakhir diperbarui: 3 November 2026 (mengacu MDP 2024).

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu CBR desain dan apa bedanya dengan CBR hasil satu titik uji?

CBR desain adalah nilai CBR yang mewakili satu segmen tanah dasar yang seragam, dihitung dari beberapa titik uji. CBR satu titik uji hanya menggambarkan kondisi di titik tersebut.

Mengapa tidak menggunakan CBR rata-rata sederhana saja?

Rata-rata menyembunyikan titik lemah. Pada data contoh, rata-rata 6,3% tetapi satu titik hanya 4%. Metode persentil memilih nilai yang dilampaui 90% titik uji, sehingga sebagian besar titik setidaknya sekuat nilai desain; sekitar 10% titik tetap bisa lebih lemah.

Berapa persentil yang dipakai untuk CBR desain?

Pada metode persentil, MDP memakai persentil ke-10, yaitu nilai CBR yang dilampaui oleh 90% data. Dalam praktik nilai ini sering ditulis “CBR 90%” atau persentil 90%. Pada metode distribusi normal, tingkat probabilitas bergantung pada kelas jalan: f = 0,842 (80%), 1,282 (90%), dan 1,645 (95%) menurut MDP 2017. Periksa MDP 2024 untuk ketentuan yang berlaku.

CBR jenis apa yang dipakai untuk menentukan CBR desain?

MDP 2024 mengambil daya dukung rencana tanah dasar dari CBR rendaman 4 hari pada 95% kepadatan kering maksimum. Hasil DCP (Dynamic Cone Penetrometer) hanya dipakai pada kondisi tertentu dan dikoreksi dengan faktor penyesuaian musim.

Berapa jarak antartitik uji CBR di lapangan?

Rujukan klasik (Sukirman) menyebut sekitar 200 meter, ditambah titik di setiap perubahan jenis tanah atau kondisi lingkungan. Proyek tertentu dapat menetapkan interval lain dalam kerangka acuan kerja (KAK) atau spesifikasinya.

Mengapa hasil dari metode lain atau dari Excel berbeda?

Setiap metode memakai tingkat keyakinan dan cara interpolasi yang berbeda. Pada data contoh hasilnya berkisar 3,8–5,0% (lihat Tabel 4). Pilih metode yang disyaratkan dan cantumkan dalam laporan.

Apakah CBR desain masih dipakai pada MDP 2024, dan bagaimana bila nilainya di bawah 6%?

Ya. Pada MDP 2024 CBR desain, yang berasal dari CBR karakteristik, dipakai untuk menilai daya dukung tanah dasar dan menentukan perlakuan fondasi sebelum bagan desain dipilih. Studi komparatif MDP 2017 dan MDP 2024 (Referensi 6) menunjukkan CBR di bawah 6% ditangani dengan perbaikan tanah dasar, misalnya timbunan pilihan, untuk mencapai target 6%. Metode Analisa Komponen memakai DDT dan ITP, sedangkan Pt T-01-2002-B memakai modulus resilien (MR) dan Structural Number (SN).

Lihat Juga

  • Uji CBR Tanah: Prosedur, Rumus, dan Interpretasi
  • Cara Menghitung Tebal Perkerasan dengan Metode Bina Marga
  • Klasifikasi Tanah Sistem USCS dan AASHTO
  • Struktur Lapisan Perkerasan Jalan

Referensi

  1. Direktorat Jenderal Bina Marga. (2024). Manual Desain Perkerasan Jalan, Nomor 03/M/BM/2024 (SE Direktur Jenderal Bina Marga No. 15/SE/Db/2024). https://binamarga.pu.go.id/index.php/peraturan/dokumen/03mbm2024-manual-desain-perkerasan-jalan-2024.
  2. Direktorat Jenderal Bina Marga. (2017). Manual Desain Perkerasan Jalan (Revisi 2017), Nomor 02/M/BM/2017 (SE Direktur Jenderal Bina Marga No. 04/SE/Db/2017). https://binamarga.pu.go.id/v3/assets/files/NSPK/pembangunan_jalan/2017_SE%20DIRJEN%20MANUAL%20DESAIN%20PERKERASAN%20JALAN%20(REVISI%20%202017)%20(STEMPEL)%20FINAL.pdf.
  3. Departemen Pekerjaan Umum. (1989). SNI 03-1732-1989 Tata cara perencanaan tebal perkerasan lentur jalan raya dengan metode analisa komponen (dikenal sebagai SNI 1732-1989-F). https://binamarga.pu.go.id/index.php/nspk/detail/sni-03-1732-1989-tata-cara-perencanaan-tebal-perkerasan-lentur-jalan-raya-dengan-analisa-metode.
  4. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. (2002). Pedoman Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur, Pt T-01-2002-B.
  5. Badan Standardisasi Nasional. (2012). SNI 1744:2012 Metode uji CBR laboratorium. https://binamarga.pu.go.id/uploads/files/585/sni-1744-2012-metode-uji-cbr-laboratorium.pdf.
  6. Widayanti, N., Arsyad, M., & Rabiyatul. (2026). Studi komparatif metode MDP 2017 dan MDP 2024 pada perencanaan perkerasan jalan di lahan basah. Jurnal Gradasi Teknik Sipil, 10(1), 22–30. https://ejurnal.poliban.ac.id/index.php/Teknik_Sipil/article/view/15254/1942.
  7. Sukirman, S. Perkerasan Lentur Jalan Raya. Bandung: Nova.
Berbagi
Titoreista
Titoreista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Baca Juga
POSTINGAN SEBELUMNYA: POSTINGAN SELANJUTNYA:

Posting Komentar untuk "CBR Desain untuk Perencanaan Tebal Perkerasan Jalan"

About

Foto saya
Titoreista Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia
project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Ikuti
Logo Website

Site Information

  • About
  • Experience
  • Contact
  • Sitemap

Apps & Tools

CivilCalc in the Chrome Web Store — civil engineering calculators and tools
Al Quranahwu Primbon Calc on Google Play — civil engineering, geodesy, hydrology, and general calculators
  • Privacy Policy
  • Terms of Service
  • Disclaimer
  • DMCA
Copyright © 2026 Titoreista. All Rights Reserved.