Desain Jembatan Beton Bentang 16 Meter DWG
Daftar Isi
Desain Jembatan Beton Bentang 16 Meter DWG
Dokumen teknis ini menyajikan rincian desain rekayasa untuk struktur jembatan beton bertulang dengan bentang bersih 16 meter dan lebar jalur 4,3 meter. Perancangan mencakup analisis komprehensif mulai dari struktur atas (superstructure) yang terdiri dari balok T-girder dan pelat lantai kendaraan, hingga struktur bawah (substructure) berupa abutment dan wing wall yang didukung oleh sistem fondasi cerucuk kayu. Detail teknis meliputi spesifikasi material beton mutu K-175, baja tulangan U-24 dan U-39, serta sistem perletakan menggunakan elastomeric bearing pad untuk mengakomodasi pergerakan termal dan beban dinamis. Gambar kerja ini juga menyediakan variasi desain fondasi berdasarkan kondisi tanah (mineral atau gambut) dan ketinggian abutment yang berbeda, menjadikannya referensi teknis yang adaptif untuk kondisi lapangan yang beragam.
Ringkasan Spesifikasi Teknis
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| Standar Desain | Bina Marga Kelas 1 |
| Bentang Bersih | 16.000 mm (16 Meter) |
| Lebar Total | 4.300 mm |
| Balok Induk | 500 x 950 mm (3 Jalur) |
| Balok Diafragma | 200 x 500 mm |
| Tebal Pelat Lantai | 20 cm |
| Mutu Beton | K-175 (Agregat pecah 2-3 cm) |
| Mutu Baja Tulangan | U-39 (Ulir) & U-24 (Polos) |
| Pondasi | Cerucuk Kayu |
Informasi Umum File
Berikut adalah spesifikasi administratif dan teknis dari dokumen gambar kerja yang dilampirkan:
- Karakteristik Visual Gambar
Dokumen menyajikan visualisasi teknis standar teknik sipil yang mencakup denah layout, potongan memanjang dan melintang, detail penulangan besi (rebar detailing), skedul material, serta matriks konfigurasi fondasi cerucuk dengan skala bervariasi antara 1:20 hingga 1:100. - Struktur Konten Dokumentasi
Sistematika penyajian dimulai dari denah umum, diikuti oleh potongan elevasi, detail elemen struktural (abutment, balok, pelat), tabel volume dan penulangan, serta diakhiri dengan seri gambar variasi pola cerucuk fondasi untuk berbagai ketinggian timbunan. - Total Lembar Gambar
Dokumen terdiri dari 17 lembar halaman gambar kerja yang terintegrasi penuh, mencakup seluruh aspek struktural jembatan.
Uraian Teknis Per Halaman
1. Denah dan Spesifikasi Umum Jembatan
Halaman ini menampilkan denah layout utama jembatan dengan dimensi bentang total 16.000 mm dan konfigurasi balok induk (girder) yang terdiri dari tiga jalur balok berdimensi 500 x 950 mm. Denah juga memperlihatkan balok diafragma berukuran 200 x 500 mm yang menghubungkan balok utama untuk kekakuan lateral, serta pelat lantai jembatan dengan ketebalan 20 cm yang memiliki kemiringan (slope) 2% untuk drainase air hujan. Informasi spesifikasi material menegaskan penggunaan beton bertulang K-175 menggunakan agregat pecah 2-3 cm dan tulangan deform ulir untuk diameter di atas 12 mm.
- Konfigurasi Grid Balok Struktur
Tata letak elemen pemikul beban utama yang terdiri dari balok memanjang 500x950 mm dan balok diafragma 200x500 mm. - Geometri Pelat Lantai Kendaraan
Spesifikasi dimensi pelat beton setebal 20 cm dengan pengaturan elevasi untuk kemiringan aliran air. - Parameter Mutu Material Konstruksi
Ketentuan teknis mengenai kuat tekan beton K-175 dan tegangan leleh baja tulangan fy 240 MPa serta fy 390 MPa. - Sistem Pipa Utilitas Drainase
Penempatan pipa PVC berdiameter 2 inci sebagai saluran pembuangan air di sepanjang sisi lantai jembatan.
2. Potongan Melintang dan Tampak Samping
Bagian ini menyajikan irisan vertikal jembatan yang memperlihatkan hubungan antara struktur atas dan struktur bawah, serta elevasi muka air sungai (HWL dan NWL). Detail potongan melintang menunjukkan posisi balok di atas abutment dengan jarak dasar balok minimal 800 mm dari muka air banjir tertinggi. Terdapat instruksi spesifik mengenai kedalaman dasar abutment yang bervariasi: 1200 mm di bawah dasar sungai untuk tanah mineral dan 1500 mm untuk tanah pasir/gambut. Struktur dinding penahan tanah menggunakan beton siklop (campuran beton 1:3:5 + batu mangga).
- Elevasi Hidrologi dan Struktur
Posisi vertikal elemen jembatan relatif terhadap muka air normal dan muka air banjir tertinggi. - Profil Dinding Penahan Tanah
Konstruksi dinding abutment yang menggunakan kombinasi beton dan pasangan batu kali dengan kemiringan urugan maksimal 8%. - Kriteria Kedalaman Fondasi Dangkal
Pedoman penentuan level dasar abutment berdasarkan klasifikasi jenis tanah dasar sungai. - Detail Balok Tepi dan Railing
Rincian dimensi dan penulangan pada bagian kerb atau balok tepi jembatan.
3. Detail Pembesian Abutment dan Wing Wall
Lembar ini memuat detail penulangan kritis untuk kepala jembatan (abutment) dan dinding sayap (wing wall). Penulangan menggunakan besi diameter 16 mm dan 25 mm dengan jarak spasi yang rapat untuk menahan tekanan tanah lateral. Terdapat detail sambungan antara struktur beton dengan tiang pancang kayu (cerucuk) di mana kepala tiang kayu dicoak sedalam 2 cm dan diberi stek besi masuk ke dalam untuk ikatan komposit. Sistem drainase dinding penahan tanah difasilitasi oleh pipa rembesan PVC 2 inci yang dipasang setiap ketinggian 1 meter.
- Mekanisme Transfer Beban Tiang
Teknik sambungan stek besi yang mengikat kepala tiang pancang kayu ke dalam tapak beton abutment. - Skema Penulangan Dinding Sayap
Arrangement besi tulangan vertikal dan horizontal pada struktur wing wall untuk stabilitas lereng. - Sistem Manajemen Air Tanah
Instalasi pipa suling-suling untuk mengurangi tekanan hidrostatis di belakang dinding penahan. - Konstruksi Beton Siklop
Komposisi material pengisi volume abutment menggunakan beton mutu rendah ditambah batu belah.
4. Detail Perletakan Elastomeric Bearing
Halaman ini fokus pada detail sambungan tumpuan antara balok girder dan abutment. Sistem perletakan menggunakan bantalan karet (elastomeric bearing) berukuran 450x500x40 mm yang didudukkan di atas pelat baja 450x500x16 mm. Mekanisme pengangkuran menggunakan angkur diameter 16 mm dengan panjang 250 mm yang tertanam pada beton, serta detail pengelasan antara pelat dan angkur. Gambar ini sangat krusial untuk memastikan transfer beban yang elastis dan mencegah kerusakan akibat gaya gempa atau pemuaian.
- Spesifikasi Bantalan Karet
Dimensi dan ketebalan bantalan elastomer yang berfungsi sebagai peredam getaran dan akomodasi rotasi. - Rakitan Pelat Baja Tumpuan
Ukuran pelat landasan baja yang menjadi antarmuka antara beton balok dan bantalan karet. - Detail Angkur Pengikat
Konfigurasi baut angkur yang menanamkan sistem perletakan ke dalam struktur beton abutment. - Instruksi Pengelasan Sambungan
Simbol dan lokasi pengelasan yang diperlukan untuk menyatukan komponen baja pada tumpuan.
5. Denah Pembesian Pelat Lantai
Lembar ini menguraikan tata letak tulangan untuk pelat lantai jembatan. Tulangan utama dan bagi menggunakan besi diameter 10 mm dengan variasi jarak spasi 100 mm, 150 mm, hingga 300 mm tergantung pada lokasi momen (tumpuan atau lapangan). Potongan 5-5 memperlihatkan posisi tulangan rangkap (atas dan bawah) dalam tebal pelat 200 mm, serta integrasinya dengan balok memanjang.
- Distribusi Tulangan Lentur Pelat
Pola pemasangan besi tulangan D10 pada arah memanjang dan melintang lantai jembatan. - Variasi Jarak Spasi Besi
Pengaturan kerapatan tulangan yang berbeda pada area momen negatif dan positif. - Integrasi Tulangan Balok Anak
Hubungan penulangan antara pelat lantai dengan balok diafragma transversal. - Geometri Potongan Slab Beton
Visualisasi ketebalan efektif pelat dan posisi selimut beton terhadap tulangan.
6. Pembesian Balok Memanjang dan Melintang
Halaman ini menyajikan detail penulangan balok girder utama dan balok diafragma. Balok memanjang (500x950 mm) diperkuat dengan tulangan lentur utama berdiameter 25 mm (D25) dan sengkang geser diameter 10-12 mm dengan spasi rapat (100 mm) di area tumpuan dekat pilar. Balok melintang juga menggunakan tulangan utama diameter 25 mm dan sengkang diameter 12 mm. Terdapat potongan-potongan detail (1-1 hingga 4-4) yang menggambarkan susunan tulangan pada berbagai segmen balok.
- Profil Tulangan Girder Utama
Susunan besi tulangan tarik dan tekan D25 di sepanjang bentang balok induk. - Detail Sengkang Geser Balok
Pengaturan jarak sengkang yang lebih rapat di area tumpuan untuk menahan gaya geser maksimal. - Penulangan Balok Diafragma
Konfigurasi besi pada balok pengaku melintang untuk mendistribusikan beban antar girder. - Potongan Penampang Balok
Detail visual jumlah dan posisi batang tulangan pada irisan penampang balok yang berbeda.
7. Tabel Pembesian dan Bahan
Lembar rekapitulasi teknis ini berisi Bar Bending Schedule (BBS) dan estimasi volume material. Tabel mencakup kode bentuk besi, panjang potong, diameter (D10, D12, D25), jumlah batang, dan berat total untuk setiap komponen struktur (lantai, balok memanjang, balok melintang, abutment). Tabel volume material merinci kebutuhan beton (38,65 m3 total), semen (231 sak), pasir (21 m3), dan kerikil (31 m3).
- Skedul Pembengkokan Baja Tulangan
Daftar fabrikasi besi yang mencakup bentuk tekukan, dimensi potong, dan jumlah batang per tipe. - Rekapitulasi Volume Material Beton
Perhitungan kubikasi beton untuk setiap elemen struktur utama jembatan. - Estimasi Kebutuhan Agregat dan Semen
Konversi volume beton ke dalam satuan material dasar seperti sak semen dan kubikasi pasir/batu. - Diagram Bentuk Potongan Besi
Visualisasi bentuk potongan besi tulangan (lurus, begel, angkur) beserta dimensinya.
8. Cerucuk Abutment & Wing Wall (H 3-4M Tanah Mineral)
Gambar ini memulai seri detail fondasi, menampilkan layout pemancangan cerucuk kayu untuk ketinggian abutment 3-4 meter pada tanah mineral. Layout memperlihatkan susunan tiang pancang vertikal dan miring (battered piles) dengan spasi 450 mm dan 500 mm. Terdapat tiang pengaku horizontal yang mengikat kepala tiang.
- Layout Tiang Pancang Mineral Rendah
Denah posisi titik pancang cerucuk kayu untuk kondisi tanah keras dangkal. - Konfigurasi Tiang Miring Penahan Lateral
Penggunaan tiang pancang dengan kemiringan tertentu untuk menahan gaya dorong tanah pada wing wall. - Spasi Grid Cerucuk
Jarak antar pusat tiang pancang yang diatur sebesar 450-500 mm untuk efisiensi daya dukung. - Pengikat Kepala Tiang Horizontal
Elemen pengkaku horizontal yang menghubungkan kelompok tiang untuk kesatuan struktur.
9. Cerucuk Abutment & Wing Wall (H 4-5M Tanah Mineral)
Variasi desain fondasi untuk tanah mineral dengan ketinggian dinding 4-5 meter. Layout tiang pancang lebih ekstensif dibandingkan halaman sebelumnya untuk mengimbangi beban tanah yang lebih besar, dengan penambahan baris tiang pada area toe abutment dan perluasan area wing wall.
- Adaptasi Fondasi Mineral Menengah
Penyesuaian jumlah dan pola tiang pancang untuk menahan beban timbunan setinggi hingga 5 meter. - Pola Perkuatan Kaki Abutment
Konsentrasi tiang pancang tambahan di bagian depan abutment untuk menahan momen guling. - Ekstensi Fondasi Sayap Jembatan
Pelebaran area pemancangan pada dinding sayap mengikuti geometri timbunan yang lebih tinggi. - Dimensi Tapak Fondasi
Informasi lebar dan panjang area tapak fondasi yang diperbesar sesuai beban desain.
10. Cerucuk Abutment & Wing Wall (H 5-6M Tanah Mineral)
Desain fondasi untuk ketinggian 5-6 meter pada tanah mineral. Kerapatan tiang pancang meningkat, dan dimensi tapak fondasi melebar menjadi 4350 mm. Penambahan elemen pengaku horizontal terlihat lebih kompleks untuk menjaga stabilitas struktur yang lebih tinggi.
- Densitas Matriks Tiang Pancang
Peningkatan jumlah tiang per satuan luas untuk mendukung beban vertikal struktur yang lebih berat. - Geometri Tapak Abutment Lebar
Dimensi lebar dasar abutment yang mencapai 4,35 meter untuk stabilitas guling dan geser. - Sistem Pengaku Tiang Bertingkat
Penggunaan balok pengikat pada tiang pancang untuk meningkatkan kekakuan lateral kelompok tiang. - Layout Cerucuk Trapesium
Susunan tiang pancang yang mengikuti bentuk denah wing wall yang menyudut.
11. Cerucuk Abutment & Wing Wall (H 6-7M Tanah Mineral)
Untuk ketinggian 6-7 meter, desain fondasi tanah mineral menunjukkan tapak yang sangat lebar (5250 mm). Jumlah baris tiang pancang bertambah signifikan secara transversal untuk mendistribusikan beban ke tanah keras secara merata.
- Formasi Fondasi Mineral Tinggi
Konfigurasi fondasi masif untuk menahan tekanan tanah aktif yang besar pada ketinggian 7 meter. - Ekspansi Transversal Tapak
Pelebaran dimensi fondasi tegak lurus as jalan untuk memaksimalkan area dukung. - Manajemen Gaya Guling Ekstrim
Penempatan baris tiang terluar yang berfungsi sebagai penahan momen guling utama. - Detail Angkur Vertikal Tiang
Spesifikasi tulangan vertikal D16 yang menghubungkan cerucuk dengan plat beton fondasi.
12. Cerucuk Abutment & Wing Wall (H 7-8M Tanah Mineral)
Ini adalah desain maksimum untuk tanah mineral dengan ketinggian dinding 7-8 meter. Tapak fondasi mencapai lebar 5700 mm. Matriks tiang pancang sangat padat, mencakup seluruh area di bawah abutment dan wing wall yang luas.
- Konfigurasi Fondasi Beban Maksimum
Desain cerucuk terpadat untuk kondisi tanah mineral dengan ketinggian struktur maksimal. - Dimensi Tapak Super-Lebar
Lebar dasar struktur bawah yang mencapai 5,7 meter untuk distribusi tegangan tanah yang aman. - Pola Grid Pemancangan Rapat
Jarak antar tiang yang diminimalkan untuk mencapai kapasitas dukung kelompok tiang tertinggi. - Integrasi Struktur Sayap Luas
Fondasi yang mengakomodasi dinding sayap yang sangat panjang akibat tingginya timbunan oprit.
13. Cerucuk Abutment & Wing Wall (H 3-4M Tanah Pasir/Gambut)
Beralih ke kondisi tanah lunak (Pasir/Gambut), desain ini menampilkan pendekatan berbeda. Untuk ketinggian 3-4 meter, tiang pancang cerucuk kayu dipasang dengan kedalaman minimal 1,5 meter sampai tanah keras. Lebar tapak 3300 mm, lebih lebar dibanding desain tanah mineral setinggi sama, untuk mengkompensasi daya dukung tanah lunak yang rendah.
- Strategi Fondasi Tanah Lunak
Desain khusus cerucuk untuk mengatasi daya dukung rendah pada tanah pasir atau gambut. - Kedalaman Penetrasi Minimum
Syarat pemancangan tiang kayu minimal 1,5 meter ke dalam lapisan tanah keras di bawah gambut. - Kompensasi Lebar Tapak
Pelebaran dimensi dasar abutment dibandingkan tanah mineral untuk mengurangi tegangan kontak. - Distribusi Tiang Merata
Penyebaran beban melalui susunan tiang yang seragam untuk mencegah penurunan diferensial.
14. Cerucuk Abutment & Wing Wall (H 4-5M Tanah Pasir/Gambut)
Desain tanah pasir/gambut untuk ketinggian 4-5 meter. Lebar tapak bertambah menjadi 3800 mm. Anotasi menekankan penggunaan kayu keras diameter 150 mm. Pola tiang mencakup area wing wall yang lebih lebar.
- Adaptasi Timbunan Tanah Lunak Menengah
Peningkatan luas area fondasi untuk menopang timbunan setinggi 5 meter di atas tanah lunak. - Dimensi Tapak 3,8 Meter
Ukuran lebar dasar fondasi yang spesifik untuk menjaga stabilitas guling pada tanah gambut. - Spesifikasi Material Kayu Cerucuk
Ketentuan penggunaan kayu keras berdiameter minimal 15 cm untuk durabilitas di tanah basah. - Sistem Pengikatan Grid Horizontal
Detail tulangan pengikat arah horizontal D16 untuk menyatukan kerja kelompok tiang.
15. Cerucuk Abutment & Wing Wall (H 5-6M Tanah Pasir/Gambut)
Untuk ketinggian 5-6 meter di tanah lunak, lebar tapak fondasi adalah 4800 mm. Jumlah tiang pancang per baris meningkat signifikan. Gambar ini menunjukkan pentingnya luas area kontak pada tanah dengan daya dukung rendah.
- Ekspansi Area Dukung Tanah Gambut
Pelebaran signifikan pada tapak abutment menjadi 4,8 meter untuk mereduksi tekanan tanah dasar. - Kepadatan Tiang Arah Lateral
Peningkatan jumlah kolom tiang pancang tegak lurus sumbu jembatan. - Stabilitas Lereng Timbunan Tinggi
Dukungan fondasi yang diperluas ke area wing wall untuk menahan kelongsoran timbunan oprit. - Detail Sambungan Kepala Tiang-Beton
Visualisasi integrasi kepala tiang kayu ke dalam plat beton fondasi.
16. Cerucuk Abutment & Wing Wall (H 6-7M Tanah Pasir/Gambut)
Desain untuk ketinggian 6-7 meter pada tanah lunak memperlihatkan tapak selebar 5800 mm. Matriks tiang pancang sangat masif, hampir memenuhi seluruh area denah struktur bawah.
- Rekayasa Fondasi Gambut Dalam
Solusi fondasi cerucuk intensif untuk kondisi tanah sangat lunak dengan beban struktur tinggi. - Lebar Dasar Maksimal Kelas 4
Dimensi tapak 5,8 meter yang dirancang untuk mencegah kegagalan daya dukung tanah dasar. - Penguatan Zona Kritis Wing Wall
Konsentrasi tiang pancang pada ujung-ujung dinding sayap untuk stabilitas global. - Sistem Angkur Geser
Penggunaan tulangan miring dan horizontal untuk menahan gaya geser dasar yang besar.
17. Cerucuk Abutment & Wing Wall (H 7-8M Tanah Pasir/Gambut)
Halaman terakhir menampilkan desain paling ekstrem untuk tanah lunak dengan ketinggian 7-8 meter. Tapak fondasi mencapai lebar 6300 mm. Jumlah cerucuk yang digunakan sangat banyak dengan pola grid rapat 500 mm di seluruh area.
- Ultimate Design Tanah Lunak
Konfigurasi fondasi terbesar dan terluas untuk kondisi tanah gambut dengan ketinggian timbunan ekstrim. - Dimensi Tapak Raksasa
Lebar dasar abutment 6,3 meter sebagai syarat mutlak stabilitas di atas tanah lunak. - Grid Cerucuk Densitas Tinggi
Pola pemancangan dengan spasi rapat 50 cm di kedua arah (x dan y) secara menyeluruh. - Penjangkaran Menyeluruh
Sistem tulangan vertikal dan horizontal yang mengikat ribuan titik pancang menjadi satu kesatuan kaku.
File DWG
Bagi para profesional yang membutuhkan referensi gambar kerja lengkap untuk keperluan studi, analisis struktur, atau referensi proyek sejenis, tersedia akses ke file sumber asli dalam format CAD. File ini mencakup seluruh detail teknis, layer, dan properti objek yang dapat diedit sesuai kebutuhan spesifikasi teknis proyek.

















Posting Komentar