Desain Jembatan Beton Bentang 17 Meter DWG
Daftar Isi
Desain Jembatan Beton Bentang 17 Meter DWG
Dokumen teknis ini memaparkan rancangan detail engineering drawing untuk struktur jembatan beton bertulang dengan bentang bersih 17 meter dan lebar efektif 4,3 meter. Desain ini mengadopsi sistem struktur atas tipe T-Beam Girder yang didukung oleh struktur bawah berupa abutment beton siklop dan fondasi cerucuk kayu. Spesifikasi teknis mencakup penggunaan beton mutu K-175 untuk elemen struktural utama, baja tulangan ulir dan polos, serta sistem perletakan elastomeric bearing. Dokumen ini juga menyediakan variasi desain fondasi yang adaptif terhadap kondisi tanah (tanah mineral dan tanah pasir/gambut) serta ketinggian timbunan oprit yang berbeda, menjadikannya referensi komprehensif untuk perencanaan infrastruktur di berbagai kondisi geoteknik.
Ringkasan Spesifikasi Teknis
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| Bentang Bersih | 17.000 mm (17 Meter) |
| Lebar Total | 4.300 mm |
| Balok Induk | 500 x 1.000 mm (3 Jalur) |
| Balok Diafragma | 200 x 600 mm |
| Tebal Pelat Lantai | 20 cm |
| Mutu Beton | K-175 |
| Pondasi | Cerucuk Kayu Keras (Diameter 150 mm) |
Informasi Umum File
Berikut adalah rincian administratif dan teknis dari berkas gambar kerja yang dilampirkan:
- Identifikasi Berkas Utama
File ini merupakan dokumen PDF hasil ekspor dari perangkat lunak CAD yang memuat gambar kerja konstruksi (shop drawing) untuk proyek Jembatan Beton Bentang 17 Meter dengan kode referensi IFDV/JB.17M-4,3/JBT/26. - Karakteristik Visual Gambar
Dokumen menyajikan visualisasi teknis dua dimensi yang meliputi denah struktur, potongan melintang dan memanjang, detail penulangan beton, detail sambungan, serta matriks tata letak fondasi dengan skala presisi antara 1:20 hingga 1:100. - Struktur Konten Dokumentasi
Sistematika penyajian dimulai dari denah layout jembatan, diikuti oleh detail struktur atas (balok dan pelat), detail struktur bawah (abutment dan wing wall), serta diakhiri dengan seri variasi desain fondasi cerucuk berdasarkan klasifikasi tanah dan ketinggian dinding penahan. - Total Lembar Gambar
Dokumen ini terdiri dari 14 lembar halaman teknis yang saling terintegrasi untuk membentuk satu kesatuan desain jembatan utuh.
Uraian Teknis Per Halaman
1. Denah Struktur Jembatan
Halaman ini menampilkan denah planimetris jembatan dengan bentang total 17.000 mm. Konfigurasi struktur atas terdiri dari tiga buah balok induk (girder) berdimensi 500 x 1.000 mm yang disusun sejajar. Balok-balok ini dihubungkan oleh balok diafragma berukuran 200 x 600 mm untuk kekakuan lateral. Pelat lantai jembatan dirancang dengan ketebalan 20 cm dan memiliki kemiringan (slope) 2% ke arah luar untuk memfasilitasi drainase air hujan melalui pipa PVC diameter 2 inci.
- Geometri Planar Jembatan
Dimensi panjang bentang 17 meter dan lebar jalur 4,3 meter yang terlihat dari pandangan atas. - Spesifikasi Gelagar Utama
Identifikasi tiga jalur balok induk 500x1000 mm sebagai elemen pemikul beban primer. - Sistem Pengaku Transversal
Posisi balok diafragma 200x600 mm yang dipasang pada jarak interval tertentu antar balok induk. - Manajemen Aliran Permukaan
Detail kemiringan lantai kendaraan sebesar 2% dan penempatan titik buangan air pipa PVC.
2. Potongan Melintang dan Tampak Samping
Lembar ini menyajikan potongan vertikal yang memperlihatkan elevasi jembatan terhadap muka air sungai (HWL dan NWL). Struktur bawah menggunakan konstruksi beton siklop (campuran 1:3:5 + 60% batu mangga) untuk abutment dan wing wall. Gambar ini menegaskan posisi dasar abutment yang harus berada minimal 1.200 mm di bawah dasar sungai untuk tanah mineral, atau 1.500 mm untuk tanah pasir/gambut.
- Profil Melintang Struktur
Visualisasi irisan jembatan yang menampilkan hubungan antara balok, pelat, dan kepala jembatan. - Komposisi Beton Siklop
Spesifikasi material pengisi abutment yang menggunakan kombinasi adukan beton dan batu belah besar. - Elevasi Hidrologi Sungai
Garis referensi muka air banjir (H.W.L) dan muka air normal (N.W.L) terhadap elevasi bawah balok. - Kriteria Kedalaman Galian
Ketentuan teknis mengenai level dasar fondasi relatif terhadap permukaan tanah keras dan dasar sungai.
3. Detail Wing Wall dan Abutment
Halaman ini memuat detail penulangan dinding sayap (wing wall) dan kepala jembatan (abutment). Penulangan menggunakan besi diameter 16 mm dan 25 mm dengan jarak spasi 500 mm. Terdapat sistem drainase dinding penahan tanah berupa pipa suling-suling (PVC 2") yang dipasang setiap ketinggian 1 meter untuk mengurangi tekanan hidrostatis di belakang dinding. Fondasi didukung oleh cerucuk kayu keras diameter minimal 150 mm.
- Detail Penulangan Dinding
Skema pembesian vertikal dan horizontal pada struktur penahan tanah untuk menahan gaya lateral. - Sistem Drainase Sub-Surface
Instalasi pipa resapan berlubang untuk mengalirkan air tanah dari belakang dinding wing wall. - Konstruksi Kepala Jembatan
Bentuk geometris dan dimensi abutment yang berfungsi menopang beban struktur atas. - Spesifikasi Tiang Pancang
Penggunaan kayu keras sebagai elemen transfer beban ke lapisan tanah keras.
4. Pembesian Kepala Jembatan dan Elastomer
Lembar ini fokus pada detail sambungan tumpuan dan hubungan tiang pancang. Sistem perletakan menggunakan elastomeric bearing berukuran 500x500x40 mm yang diletakkan di atas pelat baja. Detail "stek besi di pancang kayu" menunjukkan metode komposit di mana kepala tiang kayu dicoak sedalam 2 cm dan diberi tulangan besi 12 mm yang dicor menyatu dengan beton pile cap.
- Mekanisme Tumpuan Elastomer
Rincian dimensi bantalan karet dan pelat baja sebagai sendi perletakan jembatan. - Detail Sambungan Tiang Pancang
Teknik penyatuan kepala tiang kayu dengan struktur beton menggunakan stek besi angkur. - Spesifikasi Angkur Baja
Penggunaan angkur diameter 16 mm untuk mengikat pelat landasan ke beton abutment. - Potongan Detail Tumpuan
Visualisasi irisan area perletakan yang memperlihatkan lapisan material dan pengelasan.
5. Denah Pembesian Pelat Lantai
Halaman ini menggambarkan pola penulangan pelat lantai jembatan. Tulangan utama dan bagi menggunakan besi polos diameter 10 mm dengan variasi jarak spasi 100 mm, 150 mm, dan 300 mm. Gambar potongan 5-5 memperlihatkan posisi tulangan rangkap (atas dan bawah) dalam tebal pelat, serta selimut beton yang direncanakan.
- Skema Tulangan Pelat
Tata letak besi tulangan arah memanjang dan melintang pada lantai kendaraan. - Distribusi Besi Lantai
Variasi kerapatan tulangan berdasarkan area momen tumpuan dan lapangan. - Potongan Slab Beton
Detail ketebalan pelat 20 cm dan posisi tulangan terhadap permukaan beton. - Integrasi Balok Anak
Hubungan monolitik antara pembesian pelat dengan balok-balok pendukung di bawahnya.
6. Pembesian Balok Memanjang
Lembar ini menyajikan detail penulangan balok induk (girder). Balok dimensi 500x1000 mm diperkuat dengan tulangan lentur utama berdiameter 25 mm (D25) dan sengkang geser diameter 12 mm. Terdapat detail sambungan lewatan (overlap) sepanjang 1000 mm. Gambar juga menampilkan potongan melintang balok pada tumpuan dan lapangan yang menunjukkan jumlah dan posisi batang tulangan.
- Penulangan Lentur Balok T
Susunan besi D25 pada serat tarik dan tekan balok utama sepanjang bentang 17 meter. - Konfigurasi Sengkang Geser
Detail jarak dan diameter besi begel untuk menahan gaya geser pada balok. - Detail Balok Diafragma
Penulangan balok pengaku melintang yang menghubungkan antar girder. - Zona Sambungan Tulangan
Spesifikasi panjang penyaluran dan lokasi sambungan lewatan besi tulangan utama.
7. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Mineral H 4-5M)
Mulai halaman ini ditampilkan variasi desain fondasi. Lembar ini adalah denah cerucuk untuk tanah mineral dengan ketinggian dinding 4-5 meter. Layout tiang pancang menggunakan pola grid kombinasi tegak dan miring untuk menahan gaya vertikal dan horizontal.
- Matriks Cerucuk Mineral Rendah
Pola dasar penempatan tiang pancang pada tanah keras untuk beban moderat. - Pola Pemancangan Vertikal
Susunan tiang tegak lurus yang mendukung beban gravitasi utama struktur. - Dimensi Tapak Efisien
Ukuran area fondasi yang disesuaikan untuk ketinggian timbunan rendah di tanah stabil. - Pengikat Kepala Tiang
Detail tulangan horizontal yang menghubungkan kelompok tiang pancang.
8. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Mineral H 5-6M)
Desain fondasi untuk tanah mineral dengan ketinggian 5-6 meter. Terlihat adanya perluasan area tapak fondasi dan penambahan jumlah baris tiang pancang pada bagian toe dan heel abutment untuk meningkatkan stabilitas guling.
- Formasi Fondasi Mineral Menengah
Penyesuaian jumlah tiang pancang untuk menahan beban timbunan setinggi hingga 6 meter. - Ekspansi Tapak Abutment
Pelebaran dimensi dasar beton untuk mendistribusikan tekanan tanah yang lebih besar. - Kepadatan Tiang Sayap
Peningkatan jumlah cerucuk di area wing wall untuk menahan longsoran oprit. - Tulangan Pengaku Grid
Sistem besi pengikat antar kepala tiang untuk kesatuan aksi kelompok tiang.
9. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Mineral H 6-7M)
Layout fondasi untuk ketinggian 6-7 meter pada tanah mineral. Lebar tapak fondasi diperbesar menjadi 5250 mm. Kerapatan tiang pancang semakin tinggi, terutama pada sisi luar dinding sayap.
- Densitas Tiang Tanah Keras
Konfigurasi pancang yang lebih rapat untuk mengimbangi momen guling akibat dinding tinggi. - Layout Fondasi Sayap Lebar
Bentuk denah fondasi yang mengikuti geometri wing wall yang memanjang. - Lebar Dasar Signifikan
Dimensi lebar tapak 5,25 meter untuk menjamin keamanan terhadap gaya geser dasar. - Detail Angkur Vertikal
Besi tulangan D16 yang menghubungkan cerucuk dengan raft foundation.
10. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Mineral H 7-8M)
Desain maksimum untuk tanah mineral dengan ketinggian 7-8 meter. Tapak fondasi mencapai lebar 5700 mm. Jumlah tiang pancang sangat masif memenuhi seluruh area di bawah struktur.
- Konfigurasi Fondasi Mineral Maksimum
Desain cerucuk terpadat untuk kondisi tanah mineral dengan beban struktur terbesar. - Stabilitas Dinding Penahan Tinggi
Rekayasa fondasi untuk menahan tekanan tanah aktif dari timbunan setinggi 8 meter. - Grid Pancang Menyeluruh
Penyebaran titik pancang yang merata di seluruh luasan tapak abutment. - Sistem Penahan Lateral
Penggunaan tiang miring yang dominan untuk melawan gaya dorong tanah horizontal.
11. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Pasir H 4-5M)
Beralih ke variasi tanah lunak (Pasir/Gambut). Untuk ketinggian 4-5 meter, lebar tapak adalah 3800 mm. Desain ini menekankan pada luas area kontak yang lebih besar dibandingkan tanah mineral untuk mengurangi tegangan tanah.
- Adaptasi Fondasi Tanah Lunak
Pendekatan desain khusus untuk kondisi tanah dengan daya dukung rendah. - Skema Cerucuk Lahan Gambut
Pola pemancangan yang dirancang untuk penetrasi ke tanah keras di bawah lapisan lunak. - Lebar Tapak Kompensasi
Dimensi fondasi yang lebih lebar untuk mencegah penurunan (settlement) berlebih. - Distribusi Beban Merata
Susunan tiang yang seragam untuk membagi beban struktur ke area yang luas.
12. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Pasir H 5-6M)
Desain tanah pasir/gambut untuk ketinggian 5-6 meter. Lebar tapak bertambah menjadi 4800 mm. Kerapatan tiang pancang ditingkatkan secara signifikan pada arah transversal.
- Pola Grid Tiang Pasir
Susunan cerucuk dengan spasi rapat untuk memaksimalkan gesekan selimut tiang. - Dimensi Tapak Tanah Labil
Pelebaran dasar abutment menjadi 4,8 meter untuk stabilitas di tanah berpasir. - Perkuatan Area Kritis
Konsentrasi tiang pancang pada sudut-sudut pertemuan dinding. - Sistem Balok Sloof
Indikasi penggunaan pengaku beton di atas kepala tiang untuk kekakuan sistem.
13. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Pasir H 6-7M)
Untuk ketinggian 6-7 meter di tanah lunak, tapak fondasi mencapai lebar 5800 mm. Matriks tiang pancang sangat padat dengan spasi 500 mm antar pusat tiang.
- Kerapatan Pancang Rawa
Penggunaan jumlah tiang maksimal per meter persegi untuk kondisi tanah rawa. - Sistem Penahan Guling Gambut
Lebar tapak 5,8 meter yang krusial untuk mencegah kegagalan guling pada tanah lunak. - Integrasi Wing Wall Luas
Fondasi yang mengakomodasi dinding sayap panjang akibat kemiringan oprit. - Penjangkaran Besi D16
Detail sambungan vertikal dan horizontal yang masif antar elemen fondasi.
14. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Pasir H 7-8M)
Halaman terakhir menampilkan desain paling ekstrem untuk tanah lunak dengan ketinggian 7-8 meter. Tapak fondasi selebar 6300 mm dengan grid tiang pancang 500x500 mm di seluruh area.
- Desain Fondasi Pasir Ekstrim
Konfigurasi struktur bawah terbesar untuk kondisi tanah terburuk dan beban tertinggi. - Integrasi Struktur Bawah Masif
Tapak beton raksasa selebar 6,3 meter yang didukung ribuan titik pancang. - Matriks Tiang Penuh
Pola pemancangan tanpa celah untuk memastikan daya dukung kelompok tiang yang optimal. - Stabilitas Global Maksimum
Rancangan yang memprioritaskan keamanan jangka panjang terhadap penurunan dan pergeseran.
File DWG
Untuk keperluan analisis struktur lanjutan, perhitungan ulang, atau referensi desain proyek sejenis, tersedia akses ke file sumber asli dalam format CAD. File ini mencakup seluruh layer garis, dimensi, dan detail teknis yang presisi dan dapat diedit sesuai kebutuhan standar proyek Anda.














Posting Komentar