Desain Jembatan Beton Bentang 18 Meter DWG

Daftar Isi

Desain Jembatan Beton Bentang 18 Meter DWG

Dokumen teknis ini menyajikan detail perencanaan struktur jembatan beton bertulang dengan bentang bersih 18 meter dan lebar jalur lalu lintas 4,3 meter. Desain ini menggunakan sistem struktur atas gelagar beton bertulang tipe T (T-Beam Girder) yang ditumpu oleh struktur bawah berupa abutment tipe gravitasi dengan konstruksi beton siklop. Perencanaan mencakup spesifikasi material beton mutu K-175, baja tulangan ulir (deform) dan polos, serta sistem perletakan menggunakan elastomeric bearing pads. Dokumen ini secara khusus menyediakan matriks desain fondasi cerucuk kayu yang adaptif, dengan variasi konfigurasi berdasarkan jenis tanah (mineral vs lunak/gambut) dan ketinggian dinding penahan tanah, menjadikannya referensi teknis yang fleksibel untuk berbagai kondisi lapangan.

Ringkasan Spesifikasi Teknis


Komponen Spesifikasi
Bentang Bersih 18.000 mm (18 Meter)
Lebar Total 4.300 mm
Balok Induk 500 x 1.000 mm (3 Jalur)
Balok Diafragma 200 x 600 mm
Tebal Pelat Lantai 20 cm
Mutu Beton K-175
Pondasi Cerucuk Kayu Keras (Diameter 150 mm)

Informasi Umum File

Berikut adalah spesifikasi administratif dan teknis dari dokumen gambar kerja yang dilampirkan:

  • Karakteristik Visual Gambar
    Dokumen menampilkan proyeksi ortogonal standar teknik sipil meliputi denah, potongan memanjang, potongan melintang, detail penulangan, dan skema pemancangan dengan skala referensi 1:20 hingga 1:100.
  • Struktur Konten Dokumentasi
    Sistematika penyajian dimulai dari tata letak umum (general arrangement), detail elemen struktur atas, detail struktur bawah, hingga seri gambar variasi fondasi cerucuk untuk berbagai skenario ketinggian timbunan.
  • Total Lembar Gambar
    Dokumen terdiri dari 14 lembar gambar teknis yang menyajikan informasi konstruksi secara menyeluruh.

Uraian Teknis Per Halaman

1. Denah Struktur Jembatan


Tampilan atas konfigurasi balok induk T-girder dimensi 500x1000 milimeter yang tersusun sejajar sepanjang bentang 18 meter.

Halaman ini menampilkan denah layout jembatan dengan panjang bentang total 18.000 mm. Struktur pemikul utama terdiri dari tiga jalur balok induk berdimensi 500 x 1.000 mm. Balok-balok ini diikat oleh balok diafragma (cross girder) berukuran 200 x 600 mm untuk stabilitas lateral. Pelat lantai jembatan dirancang setebal 20 cm dengan kemiringan transversal 2% untuk drainase. Spesifikasi teknis mencantumkan penggunaan beton K-175 dan sistem perletakan elastomer.

  • Geometri Bentang dan Lebar
    Informasi dimensi panjang jembatan 18 meter dan lebar total 4,3 meter termasuk kerb.
  • Konfigurasi Gelagar Induk
    Tata letak tiga balok utama dimensi 500x1000 mm yang membentang sepanjang jembatan.
  • Sistem Pengaku Diafragma
    Posisi balok melintang ukuran 200x600 mm sebagai pengikat antar gelagar.
  • Spesifikasi Kemiringan Lantai
    Detail elevasi pelat lantai dengan slope 2% untuk mengalirkan air ke pipa pembuangan.

2. Potongan Melintang dan Tampak Samping


Irisan vertikal dinding penahan tanah abutment beton siklop yang menampilkan posisi elevasi terhadap muka air banjir tertinggi atau HWL.

Lembar ini menyajikan irisan vertikal yang memperlihatkan elevasi jembatan terhadap muka air sungai (HWL/NWL). Gambar menunjukkan detail abutment yang dibangun menggunakan beton siklop (campuran 1:3:5 + 60% batu mangga). Terdapat instruksi kritis mengenai kedalaman dasar abutment: minimal 1.200 mm di bawah dasar sungai untuk tanah mineral, dan 1.500 mm untuk tanah pasir. Pipa drainase PVC 2 inci dipasang pada dinding abutment.

  • Profil Vertikal Struktur
    Hubungan elevasi antara struktur atas, dudukan jembatan, dan muka air banjir tertinggi.
  • Material Pengisi Abutment
    Spesifikasi penggunaan beton siklop dengan komposisi batu belah besar untuk badan dinding penahan.
  • Kriteria Kedalaman Fondasi
    Ketentuan level dasar tapak fondasi relatif terhadap permukaan tanah asli sungai.
  • Detail Drainase Dinding
    Penempatan pipa suling-suling untuk mengurangi tekanan air pori di belakang abutment.

3. Detail Pembesian Kepala Jembatan (Bagian 1)


Skema penulangan area tumpuan yang dilengkapi angkur diameter 16mm dan pelat landasan baja untuk dudukan elastomer.

Halaman ini fokus pada detail penulangan pelat landasan dan elastomeric bearing. Bantalan karet yang digunakan berukuran 500x500x40 mm, didukung oleh pelat baja 500x500x22 mm dan 600x500x22 mm. Terdapat detail sambungan tiang pancang kayu ke beton pile cap, di mana kepala tiang kayu dicoak sedalam 2 cm dan diberi stek besi 12 mm untuk ikatan mekanis.

  • Spesifikasi Bantalan Elastomer
    Dimensi bantalan perletakan karet yang berfungsi mengakomodasi pergerakan termal dan beban hidup.
  • Detail Pelat Landasan Baja
    Ukuran pelat baja atas dan bawah yang menjadi antarmuka antara balok dan tumpuan.
  • Mekanisme Angkur Tumpuan
    Penggunaan angkur diameter 16 mm panjang 250 mm untuk mengikat perletakan ke beton.
  • Sambungan Komposit Tiang
    Teknik integrasi kepala tiang pancang kayu dengan struktur beton menggunakan coakan dan stek besi.

4. Denah Pembesian Pelat Lantai


Rencana penyebaran besi tulangan polos diameter 10mm pada pelat lantai kendaraan ketebalan 20 sentimeter dengan spasi bervariasi.

Lembar ini menampilkan pola penulangan pelat lantai kendaraan. Tulangan pokok dan bagi menggunakan besi polos diameter 10 mm dengan variasi jarak 100 mm, 150 mm, dan 300 mm tergantung lokasi momen. Potongan melintang memperlihatkan posisi tulangan rangkap (atas-bawah) dan selimut beton pada pelat setebal 200 mm.

  • Distribusi Tulangan Slab
    Penyebaran besi tulangan arah memanjang dan melintang pada lantai jembatan.
  • Variasi Jarak Sengkang
    Pengaturan spasi tulangan yang berbeda pada daerah tumpuan dan lapangan.
  • Integrasi Struktur Lantai
    Hubungan pembesian antara pelat lantai dengan balok-balok penumpu.
  • Geometri Penampang Pelat
    Visualisasi ketebalan efektif dan posisi selimut beton pada lantai kendaraan.

5. Pembesian Balok Memanjang dan Melintang


Penampang memanjang balok utama ukuran 500 kali 1000 yang diperkuat besi ulir D25 dan sengkang geser diameter 12mm.

Halaman ini menguraikan detail penulangan balok induk (girder). Balok 500x1000 mm diperkuat dengan tulangan lentur utama diameter 25 mm (D25) sebanyak 6 batang di sisi bawah dan kombinasi batang lainnya. Sengkang geser menggunakan diameter 12 mm. Gambar juga menyajikan detail pembesian balok diafragma 200x600 mm.

  • Profil Tulangan Gelagar Utama
    Susunan besi tulangan tarik dan tekan D25 pada penampang balok induk T.
  • Detail Sengkang Geser
    Konfigurasi besi begel diameter 12 mm untuk menahan gaya geser pada balok.
  • Penulangan Balok Diafragma
    Jumlah dan dimensi besi tulangan pada balok pengaku transversal.
  • Lokasi Sambungan Lewatan
    Ketentuan panjang overlap 1000 mm untuk penyambungan tulangan utama.

6. Detail Abutment dan Wing Wall (Bagian 2)


Struktur dinding sayap dan badan abutment menggunakan material beton cor campuran 1:3:5 ditambah 60 persen batu mangga.

Lembar ini memberikan tampilan detail potongan dinding penahan tanah (retaining wall) pada bagian sayap dan badan utama. Terlihat pola urugan tanah di belakang dinding, lapisan ijuk/kerikil untuk filter drainase, dan susunan cerucuk kayu di bawahnya. Penulangan dinding menggunakan besi D16 dan D25.

  • Lapisan Filter Drainase
    Detail material penyaring di belakang dinding untuk mencegah penyumbatan pipa drainase.
  • Konstruksi Sayap Jembatan
    Geometri dan penulangan dinding sayap yang berfungsi menahan tanah timbunan oprit.
  • Penulangan Badan Abutment
    Skema besi tulangan horizontal dan vertikal pada struktur utama kepala jembatan.
  • Transisi Tanah Timbunan
    Visualisasi area urugan tanah padat dan tanah asli di sekitar struktur.

7. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Mineral H 4-5m)


Matriks pemancangan cerucuk kayu diameter 150mm pada tanah mineral stabil untuk ketinggian timbunan 5 meter.

Mulai halaman ini ditampilkan variasi desain fondasi. Ini adalah layout cerucuk untuk tanah mineral dengan ketinggian dinding 4-5 meter. Pola pemancangan menggunakan cerucuk kayu diameter 150 mm dengan spasi grid kombinasi 450 mm dan 500 mm.

  • Fondasi Mineral Beban Rendah
    Konfigurasi dasar tiang pancang untuk tanah keras dengan beban struktur moderat.
  • Grid Pemancangan Standar
    Pola jarak antar tiang yang dioptimalkan untuk efisiensi material pada tanah stabil.
  • Dimensi Tapak Dasar
    Ukuran lebar dasar fondasi yang disesuaikan untuk stabilitas guling minimum.
  • Penguatan Arah Lateral
    Penggunaan tiang miring terbatas untuk menahan gaya horizontal.

8. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Mineral H 5-6m)


Konfigurasi tiang pancang vertikal yang lebih rapat untuk menopang struktur abutment setinggi 6 meter di lahan mineral.

Desain untuk tanah mineral dengan ketinggian 5-6 meter. Lebar tapak fondasi diperlebar menjadi 4350 mm. Terdapat penambahan baris tiang pancang pada bagian depan (toe) dan belakang (heel) abutment untuk meningkatkan faktor keamanan terhadap guling.

  • Adaptasi Fondasi Mineral Sedang
    Peningkatan jumlah tiang pancang untuk mengakomodasi beban timbunan hingga 6 meter.
  • Ekspansi Lebar Tapak
    Pelebaran dimensi dasar beton bertulang untuk distribusi beban yang lebih baik.
  • Kepadatan Tiang Sayap
    Penambahan cerucuk di area dinding sayap mengikuti kontur beban tanah.
  • Sistem Pengikat Kepala Tiang
    Detail balok pengaku (tie beam) yang menghubungkan kelompok tiang.

9. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Mineral H 6-7m)


Desain tapak fondasi selebar 5,25 meter dengan perkuatan besi pengikat D16 pada ujung dinding sayap.

Layout fondasi tanah mineral untuk ketinggian 6-7 meter. Lebar tapak mencapai 5250 mm. Matriks tiang pancang semakin rapat, dengan penggunaan besi pengikat D16 vertikal dan horizontal untuk menyatukan kerja kelompok tiang.

  • Fondasi Mineral Beban Tinggi
    Desain cerucuk intensif untuk menahan tekanan tanah aktif yang signifikan.
  • Dimensi Tapak 5,25 Meter
    Lebar dasar struktur yang dirancang untuk mencegah kegagalan geser dasar.
  • Pola Tiang Trapesium
    Susunan tiang yang mengikuti geometri dinding sayap yang melebar.
  • Penjangkaran Tulangan Fondasi
    Sistem besi angkur yang menghubungkan cerucuk dengan pelat beton fondasi.

10. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Mineral H 7-8m)


Layout fondasi maksimum tanah mineral lebar 5,7 meter untuk menahan tekanan tanah aktif setinggi 8 meter.

Desain maksimum untuk tanah mineral (H 7-8m). Tapak fondasi selebar 5700 mm. Jumlah cerucuk sangat banyak, memenuhi seluruh area tapak dengan spasi rapat 450 mm.

  • Konfigurasi Mineral Ekstrim
    Layout fondasi terpadat untuk kondisi tanah mineral dengan ketinggian dinding maksimal.
  • Stabilitas Global Maksimal
    Dimensi tapak dan jumlah tiang yang dimaksimalkan untuk keamanan jangka panjang.
  • Grid Tiang Rapat Seragam
    Penyebaran beban merata melalui susunan tiang dengan jarak minimal.
  • Integrasi Struktur Masif
    Kesatuan struktur bawah yang dirancang untuk beban gravitasi dan lateral terbesar.

11. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Pasir/Gambut H 4-5m)


Adaptasi teknik fondasi pada tanah lunak pasir dengan penetrasi tiang minimal 1,5 meter ke lapisan tanah keras.

Beralih ke kondisi tanah lunak (Pasir/Gambut). Untuk H 4-5m, lebar tapak adalah 3800 mm. Desain ini menggunakan prinsip penyebaran beban luas (raft effect) dengan tiang pancang yang menembus ke tanah keras.

  • Strategi Fondasi Tanah Lunak
    Desain khusus untuk mengatasi daya dukung tanah rendah pada lahan gambut/pasir.
  • Pelebaran Tapak Efektif
    Dimensi fondasi yang lebih lebar dibanding tanah mineral untuk mengurangi tegangan kontak.
  • Penetrasi Tiang Dalam
    Syarat pemancangan tiang hingga mencapai lapisan tanah keras di bawah lapisan lunak.
  • Distribusi Beban Merata
    Susunan tiang yang dirancang untuk meminimalkan penurunan diferensial.

12. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Pasir/Gambut H 5-6m)


Perluasan dimensi dasar abutment menjadi 4,8 meter untuk mencegah penurunan pada kondisi tanah pasir labil.

Desain tanah lunak untuk H 5-6m dengan lebar tapak 4800 mm. Kerapatan tiang pancang ditingkatkan signifikan pada arah tegak lurus sumbu jembatan untuk stabilitas lateral.

  • Adaptasi Gambut Menengah
    Peningkatan luas area fondasi untuk menopang timbunan sedang di atas tanah labil.
  • Grid Tiang Transversal Padat
    Penambahan baris tiang untuk melawan gaya guling yang dominan pada tanah lunak.
  • Perkuatan Sudut Wing Wall
    Konsentrasi tiang pancang pada area pertemuan dinding sayap dan abutment.
  • Sistem Balok Grid
    Indikasi pengaku beton di atas kepala tiang untuk kekakuan sistem fondasi.

13. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Pasir/Gambut H 6-7m)


Peningkatan densitas grid tiang pancang menjadi 500mm pada tapak selebar 5,8 meter di lahan gambut.

Untuk ketinggian 6-7 meter di tanah lunak, tapak fondasi diperlebar menjadi 5800 mm. Pola cerucuk sangat padat dengan jarak 500 mm antar pusat tiang di seluruh area.

  • Rekayasa Fondasi Rawa Tinggi
    Solusi fondasi cerucuk masif untuk kondisi tanah sangat lunak dengan beban tinggi.
  • Lebar Dasar 5,8 Meter
    Dimensi tapak yang krusial untuk mencegah kegagalan daya dukung tanah dasar.
  • Matriks Tiang Penuh
    Pola pemancangan tanpa celah untuk menjamin transfer beban yang aman.
  • Ikatan Tulangan Masif
    Detail sambungan besi D16 yang mengikat seluruh elemen fondasi menjadi satu kesatuan.

14. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Pasir/Gambut H 7-8m)


Struktur bawah masif selebar 6,3 meter dengan ribuan titik pancang untuk stabilitas tanah sangat lunak beban tinggi.

Halaman terakhir menampilkan desain paling ekstrem untuk tanah lunak (H 7-8m). Tapak fondasi mencapai lebar 6300 mm. Ribuan titik pancang digunakan dengan pola grid 500 mm x 500 mm.

  • Desain Ultimate Tanah Lunak
    Konfigurasi struktur bawah terbesar dan terluas untuk kondisi tanah terburuk.
  • Tapak Raksasa 6,3 Meter
    Lebar dasar fondasi maksimum untuk menjamin stabilitas terhadap guling dan penurunan.
  • Kepadatan Tiang Maksimum
    Penggunaan jumlah cerucuk tertinggi per satuan luas untuk kapasitas dukung ultimit.
  • Sistem Penahan Geser Global
    Rancangan menyeluruh untuk menahan gaya geser dasar yang sangat besar pada tanah lunak.

File DWG

Bagi praktisi yang memerlukan data teknis mendetail untuk keperluan studi kelayakan, analisis struktur ulang, atau referensi desain infrastruktur sejenis, tersedia akses ke file sumber asli dalam format CAD. File ini berisi seluruh layer gambar, notasi dimensi, dan spesifikasi material yang dapat diedit sesuai kebutuhan proyek.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Postingan Lama

Posting Komentar