Shop Drawing Adalah: Pengertian, Fungsi, Pembuat, dan Alur Persetujuannya
Shop Drawing Adalah: Pengertian, Fungsi, Pembuat, dan Alur Persetujuannya
Shop drawing adalah gambar kerja detail yang dibuat kontraktor atau subkontraktor berdasarkan gambar kontrak (DED), lalu diajukan dan disetujui MK, konsultan pengawas, atau pemilik pekerjaan sebelum pekerjaan dilaksanakan di lapangan. Istilah ini dipakai apa adanya dalam bahasa Indonesia dan sering dipadankan dengan gambar teknis lapangan atau gambar kerja. Artikel ini menjelaskan arti shop drawing, siapa yang membuat dan menyetujuinya, perbedaannya dengan DED dan as built drawing, alur persetujuan, isi dan penulisannya, jenisnya, serta kesalahan yang membuat pengajuan dikembalikan.
Ringkasan Singkat
- Shop drawing adalah gambar kerja dari kontraktor, bukan gambar desain dari konsultan perencana.
- Dibuat oleh kontraktor atau subkontraktor, disetujui MK, konsultan pengawas, atau pemilik pekerjaan.
- Diajukan dan disetujui sebelum bagian pekerjaan itu dikerjakan.
- DED menjawab apa yang direncanakan, shop drawing menjawab bagaimana kontraktor membangunnya, as built menjawab apa yang akhirnya terpasang.
- Di lapangan hanya lembar berstatus disetujui dan berhuruf revisi terbaru yang dipakai.
Apa Itu Shop Drawing?
Shop drawing adalah gambar teknis lapangan yang dipakai sebagai acuan pelaksanaan pekerjaan. Gambar ini dibuat sebelum pekerjaan dimulai, memuat bentuk dan ukuran tiap bagian konstruksi secara jelas dan detail, dan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Dengan gambar ini, pelaksana diharapkan dapat bekerja hanya dengan melihat gambar tanpa harus terus bertanya ke kontraktor atau subkontraktor.
Sumber berbahasa Inggris merumuskannya dengan cara serupa. Jawaban untuk pertanyaan what is a shop drawing in construction adalah gambar atau dokumen yang menunjukkan bagaimana kontraktor akan memenuhi maksud desain dan dokumen kontrak. Di luar gambar, pengajuan sejenis juga dapat berupa katalog, data sheet, atau sampel material.
Shop drawing tidak dimaksudkan mengubah desain. Ia menurunkan DED menjadi gambar yang bisa dibangun. Setiap perbedaan dari dokumen kontrak yang muncul karena kondisi lapangan harus ditunjukkan dengan jelas, dan gambar yang hanya menyalin gambar konsultan tanpa tambahan detail pada dasarnya belum berfungsi sebagai shop drawing.
Shop Drawing Dibuat oleh Siapa dan Disetujui Siapa?
Shop drawing dibuat oleh kontraktor atau subkontraktor. Pada praktiknya, drafter kontraktor menyusun gambar dari rencana engineer, diperiksa oleh project engineer kontraktor, kemudian diajukan untuk disetujui sebelum dibagikan ke lapangan. Subkontraktor sering mengerjakan bagian khusus, tetapi kontraktor utama sebaiknya meninjau gambar mereka dulu agar sesuai dengan desain keseluruhan sebelum dikirim ke konsultan.
Penyetuju bergantung pada kontrak. Bahan ajar Universitas Esa Unggul menyebut manajemen konstruksi (MK), konsultan pengawas, atau pemilik pekerjaan, sedangkan spesifikasi teknis pada satu proyek gedung perguruan tinggi negeri menyebut persetujuan tertulis dari konsultan pengawas dan tim teknis, dan atau konsultan perencana.
Persetujuan tidak otomatis memindahkan tanggung jawab. Dalam kontrak berbasis AIA A201 yang dibahas majalah Consulting-Specifying Engineer, review engineer hanya memeriksa kesesuaian dengan dokumen kontrak, sedangkan ketepatan detail seperti dimensi dan kuantitas tetap tanggung jawab kontraktor. Spesifikasi teknis pada satu proyek gedung di Indonesia juga menyatakan bahwa biaya akibat salah hitung atau salah ukur menjadi tanggung jawab kontraktor. Cek klausul kontrak proyek Anda untuk ketentuan yang berlaku.
Fungsi dan Manfaat Shop Drawing
- Memperjelas perbedaan dokumen: bila gambar kontrak, BQ, dan RKS tidak sama, perbedaan dibahas dalam rapat koordinasi dengan MK atau pemilik, lalu dituangkan pada shop drawing.
- Dasar hitung volume: shop drawing menjadi dasar perhitungan volume pekerjaan yang dilaksanakan.
- Acuan lapangan: bentuk, ukuran, elevasi, dan material tertulis jelas sehingga tim lapangan tidak menebak.
- Mencegah pekerjaan ulang: kesalahan terdeteksi di atas kertas sebelum menjadi pembongkaran yang menambah waktu dan biaya.
- Koordinasi antar disiplin: struktur, arsitektur, dan MEP dicocokkan pada satu rujukan bersama sebelum dikerjakan.
- Penelusuran: bila terjadi kesalahan, penyebabnya dapat ditelusuri dari nomor gambar dan huruf revisi.
Perbedaan DED, Shop Drawing, dan As Built Drawing
Ketiganya sering tertukar karena sama-sama disebut gambar kerja. Perbedaan shop drawing dan as built drawing maupun DED terletak pada pembuat, waktu, dan tujuan. DED adalah rencana dari perancang, yang pada banyak proyek juga dikenal sebagai gambar bestek dan menjadi bagian dokumen kontrak. Shop drawing adalah gambar kerja dari kontraktor yang disetujui sebelum dipakai. As built drawing adalah gambar hasil pekerjaan yang sudah terpasang.
| Aspek | DED / gambar kontrak | Shop drawing | As built drawing |
|---|---|---|---|
| Pembuat | Konsultan perencana | Kontraktor atau subkontraktor | Kontraktor |
| Diperiksa / disetujui | Pemilik proyek | MK, konsultan pengawas, atau pemilik | Konsultan pengawas dan atau perencana |
| Waktu | Sebelum tender dan pelaksanaan | Sebelum bagian pekerjaan dikerjakan, terutama bila kondisi lapangan belum tertuang atau ada perubahan | Setelah pekerjaan terlaksana |
| Isi | Rencana seluruh lingkup pekerjaan, tidak harus sangat detail | Detail bentuk, ukuran, elevasi, material, dan kondisi aktual lapangan | Pekerjaan terlaksana dengan posisi aktual, termasuk penyimpangan dari gambar pelaksanaan |
| Fungsi | Dasar tender dan kontrak | Acuan membangun di lapangan | Dokumentasi hasil akhir untuk penyerahan pekerjaan |
Gambar 1 memperlihatkan satu elemen yang sama pada tiga tahap: sleeve pipa Ø100 pada pelat lantai. Pada DED, sleeve hanya ditandai dan merujuk ke gambar MEP. Pada shop drawing, posisinya dikunci dengan jarak 600 mm dari as A dan 450 mm dari as 1, ditambah tulangan tambahan di sekeliling bukaan dan rujukan detail. Setelah pekerjaan selesai, as built merekam posisi hasil ukur, misalnya bergeser 40 mm, lengkap dengan tanda revisi.
Singkatnya, DED menjawab apa yang direncanakan, shop drawing menjawab bagaimana kontraktor akan membangunnya, dan as built menjawab apa yang akhirnya terbangun.
Alur Pengajuan dan Persetujuan Shop Drawing
Alur umumnya berjalan seperti berikut, dan Gambar 2 merangkumnya beserta percabangan hasil review.
- Susun gambar. Kontraktor menurunkan gambar kontrak, BQ, dan spesifikasi menjadi gambar kerja, dengan ukuran lapangan.
- Periksa internal. Engineer atau QC kontraktor mencocokkan gambar dengan kontrak sebelum diajukan.
- Ajukan resmi. Gambar dikirim ke MK atau konsultan pengawas dengan transmittal, lengkap dengan nomor dan revisi.
- Review. MK atau pengawas mengecek terhadap kontrak dan spesifikasi. Hal yang belum jelas ditanyakan ke perencana lewat RFI.
- Keputusan. Gambar disetujui, disetujui dengan catatan, atau ditolak dan diajukan ulang dengan revisi.
- Pelaksanaan. Pekerjaan di lapangan dimulai setelah gambar disetujui dan hanya memakai revisi terbaru.
Jumlah dan istilah status berbeda antar proyek. Sebagai pembanding, panduan pemerintah kota Los Angeles memakai empat status: tanpa catatan, koreksi dicatat, ditolak dan diajukan ulang, serta diterima hanya untuk arsip. Pada status koreksi dicatat, koreksi itu juga harus tampil di as built drawing. Karena pekerjaan baru boleh dimulai setelah gambar disetujui, pengajuan perlu dijadwalkan lebih awal dari jadwal pelaksanaan bagian pekerjaan yang bersangkutan.
Pada proyek yang memakai cap basah, gambar yang menjadi acuan pelaksanaan adalah gambar yang telah dicap konsultan pengawas. Pekerjaan di lapangan kemudian diperiksa terhadap gambar tersebut oleh pengawas lapangan.
Isi Shop Drawing dan Penulisan yang Benar
Isi yang lazim mencakup kop gambar, skala yang benar, detail bagian konstruksi, dan keterangan seperti nama elemen, jenis material, elevasi, dan dimensi. Kop memuat nama pemilik, konsultan perencana, kontraktor, nama proyek, judul gambar, nomor gambar, dan halaman. Gambar 3 menunjukkan contoh kop dengan sembilan kolom yang paling sering ada, beserta cara membaca nomor gambar.
Penulisan shop drawing yang benar mengikuti format standar proyek, dan pada umumnya memenuhi hal berikut:
- Judul gambar menyebut elemen atau bagian pekerjaan dan lokasinya, misalnya "Detail Penulangan Kolom K1 Lantai 2".
- Nomor gambar konsisten, memuat kode disiplin dan urutan lembar, dilengkapi huruf atau nomor revisi.
- Skala dan satuan tertulis, dan angka dimensi diutamakan daripada mengukur langsung dari gambar. Ukuran kertas standar ISO (misalnya A1 atau A3) tercantum di kop.
- Elevasi, jenis material, dan mutu ditulis pada gambar, serta merujuk ke bagian spesifikasi yang relevan.
- Perubahan dicatat pada tabel revisi dan ditandai pada gambar, misalnya dengan awan revisi.
- Gambar tetap jelas saat dicetak atau difotokopi.
Sebagai pembanding internasional, National CAD Standard memakai kode huruf disiplin lalu angka, misalnya A-204 untuk lembar arsitektur elevasi ke-4, dan menyediakan kode Z untuk gambar kontraktor atau shop drawing. Di Indonesia tidak ada satu format tunggal, jadi format ditetapkan dalam dokumen kontrak atau pedoman proyek.
Paket pengajuan juga biasanya diawali lembar sampul atau transmittal yang mencantumkan proyek, bagian spesifikasi, item, revisi, dan tanggal. Setelah itu ada gambar bernomor, data produk bila ada, dan daftar deviasi dari dokumen kontrak jika memang ada. Inilah yang sering dimaksud orang ketika mencari cover shop drawing.
Jenis Shop Drawing Berdasarkan Pekerjaan
Shop drawing termasuk gambar konstruksi dengan isi yang berbeda menurut jenis pekerjaan, tetapi alur pengajuannya sama (Gambar 4).
- Struktur beton: penulangan, bekisting, bar mark, dan Bar Bending Schedule (BBS) tiap elemen.
- Struktur baja: fabrikasi profil, sambungan baut atau las, dan detail base plate.
- Arsitektur: detail kusen, pintu, plafon, lantai, dan finishing.
- MEP: rute pipa, duct, dan kabel, termasuk koordinasi agar tidak bentrok dengan struktur dan disiplin lain.
- Sipil dan jembatan: potongan, detail tulangan, perletakan pada shop drawing jembatan, serta gorong-gorong atau box culvert.
- Material dan peralatan: katalog, data sheet, dan sampel yang diajukan agar produk sesuai spesifikasi.
Cara Membuat Shop Drawing (Garis Besar)
Cara membuat shop drawing pada dasarnya berjalan dalam enam langkah berikut.
- Kumpulkan dokumen kontrak: gambar, BQ, RKS atau spesifikasi, dan berita acara rapat koordinasi.
- Cek kondisi lapangan: ukur dan catat hal yang belum tertuang pada gambar kontrak.
- Tentukan bagian yang perlu gambar kerja: pada banyak kontrak, shop drawing diwajibkan untuk tiap bagian pekerjaan dan untuk detail khusus yang belum lengkap.
- Gambar dengan CAD atau BIM: ikuti format standar proyek dengan software teknik sipil untuk CAD dan BIM.
- Koordinasikan antar disiplin dan catat deviasi: setiap perbedaan dari kontrak dinyatakan terang, bukan disembunyikan di dalam gambar.
- Periksa internal, lalu ajukan: kirim lengkap dengan transmittal dan perbaiki sampai disetujui.
Contoh Shop Drawing: Apa yang Perlu Terlihat
Lembar yang baik memperlihatkan hal yang tidak ada pada DED: koordinat atau dimensi yang sudah dikunci, nomor dan revisi, detail yang dirujuk, serta bukti persetujuan. Gambar 1 dan Gambar 3 di atas adalah contoh ilustrasi untuk pelat lantai. Contoh shop drawing lain mencakup lembar kolom beton, base plate baja, kusen pintu, dan koordinasi MEP. Pada struktur jembatan, contohnya mencakup notasi penulangan seperti 8D25 dan D13-150, Bar Bending Schedule, dan simbol callout.
Kesalahan yang Membuat Shop Drawing Dikembalikan
- Menyalin DED: gambar hanya salinan gambar konsultan tanpa tambahan detail atau koordinat.
- Tidak jelas bagian spesifikasinya: pengajuan tidak menyebut bagian spesifikasi yang dijawab sehingga reviewer tidak tahu acuannya.
- Paket tidak lengkap: gambar dikirim sementara data produk atau sampel masih dikejar.
- Tanpa transmittal: revisi tidak bisa dilacak beberapa minggu kemudian.
- Deviasi tersembunyi: perbedaan dari dokumen kontrak diselipkan di gambar, bukan dinyatakan jelas.
- Pengajuan ulang tanpa tanda revisi: perubahan tidak ditandai dan komentar sebelumnya tidak dijawab.
- Tidak cocok antar disiplin: posisi bukaan, sleeve, atau tertanam pada struktur berbeda dengan gambar MEP atau arsitektur.
Kesimpulan
Shop drawing adalah gambar kerja detail dari kontraktor yang diturunkan dari DED dan disetujui MK, konsultan pengawas, atau pemilik pekerjaan sebelum bagian pekerjaan dikerjakan. Fungsinya menutup selisih antara rencana dan kenyataan di lapangan: memperjelas perbedaan dokumen, mengunci dimensi dan koordinat, dan mencegah pekerjaan ulang. Bedanya dengan DED adalah kedalaman detail dan pembuatnya, dan bedanya dengan as built adalah waktu dan tujuannya. Pastikan gambar yang dipegang berstatus disetujui dan berevisi terbaru.
Catatan: artikel ini panduan umum dengan contoh ilustrasi. Dokumen kontrak, spesifikasi, dan ketentuan proyek yang berlaku tetap menjadi acuan utama.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Shop drawing itu apa?
Shop drawing adalah gambar kerja detail yang dibuat kontraktor atau subkontraktor dari gambar kontrak (DED) untuk dipakai sebagai acuan pelaksanaan. Gambar ini diajukan dan disetujui MK, konsultan pengawas, atau pemilik pekerjaan sebelum bagian pekerjaan dikerjakan.
Apa arti shop drawing dalam proyek konstruksi?
Shop drawing berarti gambar teknis lapangan atau gambar kerja yang menunjukkan bentuk, ukuran, elevasi, dan material tiap bagian konstruksi secara detail. Istilahnya dipakai apa adanya dalam bahasa Indonesia, dan dalam bahasa Inggris pun disebut shop drawing.
Bagaimana cara membuat shop drawing?
Garis besarnya: kumpulkan dokumen kontrak, cek kondisi lapangan, gambar dengan CAD atau BIM sesuai format proyek, koordinasikan antar disiplin dan catat deviasi, lalu periksa internal dan ajukan sampai disetujui. Langkah rincinya, pilihan software, dan standar penamaan layer serta file dibahas di artikel khusus tentang cara membuat shop drawing.
Shop drawing dibuat oleh siapa?
Shop drawing dibuat oleh kontraktor atau subkontraktor. Drafter kontraktor menyusunnya dari rencana engineer, diperiksa project engineer kontraktor, lalu diajukan untuk disetujui sebelum dibagikan ke lapangan.
Siapa yang menyetujui shop drawing?
Penyetujunya adalah MK, konsultan pengawas, atau pemilik pekerjaan, dan pada beberapa proyek juga konsultan perencana atau tim teknis. Siapa yang berwenang menyetujui ditentukan oleh dokumen kontrak dan spesifikasi proyek.
Apa beda shop drawing dan as built drawing?
Shop drawing dibuat sebelum pekerjaan sebagai acuan pelaksanaan dan harus disetujui lebih dulu, sedangkan as built drawing dibuat setelah pekerjaan selesai untuk merekam kondisi yang sebenarnya terpasang, termasuk penyimpangan dari gambar pelaksanaan.
Apa beda DED dan shop drawing?
DED (Detail Engineering Design) adalah rencana desain dari konsultan perencana dan menjadi bagian dokumen kontrak, tidak harus sangat detail. Shop drawing dibuat kontraktor dari DED dan lebih detail, karena memuat koordinat, dimensi terkunci, serta penyesuaian kondisi lapangan.
Apakah shop drawing wajib dibuat?
Hal ini ditentukan dokumen kontrak dan spesifikasi. Pada banyak proyek kontraktor diwajibkan membuat shop drawing untuk setiap bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan dan untuk detail khusus yang belum lengkap pada gambar kerja, dan pekerjaan baru dimulai setelah gambar disetujui.
Apa isi kop atau cover shop drawing?
Kop gambar biasanya memuat nama pemilik, konsultan perencana, MK, dan kontraktor, nama proyek, judul gambar, nomor gambar, revisi, skala, ukuran kertas, tanggal, serta kolom paraf dan status persetujuan. Paket pengajuan juga diawali lembar sampul atau transmittal.
Bagaimana penulisan shop drawing yang benar?
Ikuti format standar proyek: judul gambar yang jelas, nomor gambar dan huruf revisi yang konsisten, skala dan satuan tertulis, elevasi dan material tercantum, serta perubahan dicatat pada tabel revisi dan ditandai pada gambar. Gambar juga harus tetap jelas saat dicetak atau difotokopi.
Apa bedanya shop drawing dengan soft drawing atau softcopy gambar?
Shop drawing menunjuk jenis gambarnya, yaitu gambar kerja yang disetujui sebelum dikerjakan. Softcopy atau hardcopy menunjuk bentuk berkasnya. Satu shop drawing bisa diserahkan dalam bentuk keduanya.
Referensi
- Universitas Esa Unggul. Manajemen Desain 6: Shop Drawing dan As Built Drawing. https://bahan-ajar.esaunggul.ac.id/dir308/wp-content/uploads/sites/1750/2020/01/Manajemen-Desain-6.pdf
- Universitas Pembangunan Jaya. Slide CVL109, Slide 11 (perbandingan gambar DED, shop drawing, dan as built drawing). https://mail.ocw.upj.ac.id/files/Slide-CVL109-CVL109-Slide-11.pdf
- Universitas Jenderal Soedirman, PPID. Spesifikasi Teknis Pembangunan Gedung Pendidikan Fakultas Peternakan, 2023. https://ppid.unsoed.ac.id/pbj/doc/fapet2023/II.3.%20Spesifikasi%20Teknis-Pemb%20Gd%20Pend%20FAPET.pdf
- Pinhome. Kamus Istilah Properti: Shop Drawing. https://www.pinhome.id/kamus-istilah-properti/shop-drawing/
- City of Los Angeles, Bureau of Engineering. Project Delivery Manual, 16.1 Shop Drawings. https://projectdeliverymanual.engineering.lacity.gov/chapter-16-construction-management-procedures/161-shop-drawings
- Consulting-Specifying Engineer. Shop Drawing Review: What Does the Contract Say? https://www.csemag.com/shop-drawing-review-what-does-the-contract-say/
- Designing Buildings. Purpose of shop drawings and why do we need them? https://www.designingbuildings.co.uk/wiki/Purpose_of_shop_drawings_%26_why_do_we_need_them%3F
- Glasp. Ringkasan artikel "CAD Shop Drawings: What Every Contractor Must Know" (penerbit asli tidak disebutkan pada halaman ringkasan). https://glasp.ai/posts/23ffe38b-765e-48c1-8cc7-158d3260c97f
- ArchToolbox. Construction Document Sheet Numbers (National CAD Standard). https://www.archtoolbox.com/construction-document-sheet-numbers/