Titoreista
Titoreista
Formulir Kontak

Titoreista Titoreista
  • Aplikasi RAB
    Tanah & Persiapan
    • Bowplank
    • Galian Tanah
    • Urugan Tanah Awal (Fill)
    • Urugan Tanah Kembali (Backfill)
    Pondasi
    • Pondasi Rollag Bata
    • Pondasi Batu Kali
    • Pondasi Footplate
    • Pondasi Cerucuk
    Struktur Beton
    • Sloof
    • Kolom
    • Balok
    • Plat Lantai Beton
    • Cor Rabat Beton
    Dinding & Finishing
    • Dinding Bata
    • Plesteran & Acian
    • Keramik Lantai
    • Pengecatan
    • Plafond
    Rangka Atap
    • Rangka Atap Kayu
    • Rangka Atap Baja Ringan
    Kalkulator Lainnya
    • Gorong-gorong
    • Kuat Tekan Beton Hot
  • Teknis & Metode
    Teknologi Beton
    • Uji Slump Beton
    • Tabel Slump Test SNI
    • Hammer Test Beton
    • Curing (Perawatan) Beton
    Metode Pelaksanaan
    • Teknik Pasangan Bata
    • Cetakan Batako
    • Cara Pasang Baja Ringan
    • Teknik Pengecatan Tembok
    MEP & Sanitasi
    • Instalasi Listrik Rumah
    • Septic Tank & Resapan
    • Septic Tank Biofil
    Struktur JembatanDesain jembatan, geoteknik, dan hidraulika dalam satu pembahasan lengkap.Baca Selengkapnya →
  • Dasar & Manajemen
    Pengetahuan Dasar
    • Apa itu Teknik Sipil?
    • Materi Dasar
    • Kaidah Tangan Kanan
    • Software Teknik Sipil
    Standar & Dokumen
    • Standar Konstruksi
    • FIDIC Contracts
    • Ukuran Kertas ISO
    • Standar HSE Proyek New
    Supervisi Proyek
    • Pengawasan Rumah Tinggal
    • Pengawasan Jembatan
    • Pengawasan Box Culvert
    • Contoh Laporan Proyek
  • Survey & Alat Berat
    Surveying
    • Surveyor Tanah
    • Windsock
    Pekerjaan Tanah
    • Cut and Fill
    • Produktivitas Alat Berat
    • Pemindahan Tanah Mekanis
    • Jenis Alat Berat
    • Pekerjaan Tanah Jalan
  • BOQ & Material
    Analisa Biaya
    • RAB (Bill of Quantity) Contoh RAB bangunan format Excel
    • Harga Bahan Bangunan
    • Satuan Volume Pekerjaan
    • AHSP (Analisa Harga Satuan)
    • Rumus Excel Sipil
    Tabel Berat Besi
    • Berat Besi Beton
    • Berat Wiremesh
  • Gambar DWG
    Jembatan
    • Jembatan Beton
    • Jembatan Girder Baja
    • Jembatan Bailey
    • Jembatan Komposit
    Drainase & Gorong-gorong
    • Box Culvert
    • Gorong-gorong Buis Beton
    • Saluran Drainase
    • Dermaga / Jetty
    Menara & Tandon Air
    • Tower Air Beton
    • Menara Air Baja
    • Storage Tank
    Bangunan & Fasilitas
    • Gudang Baja WF
    • Masjid New
    • Mushola
    • Pos Jaga
    Rumah & Arsitektur
    • Desain Rumah DWG
    • Desain Arsitektur
    • Pagar BRC
    • Kusen & Pintu New
    • Convert PDF to DWG
    Koleksi File DWG LengkapRatusan gambar kerja siap edit: jembatan, drainase, bangunan, hingga detail arsitektur.Jelajahi Semua DWG →

Daftar Isi

Blog Archive

  • 2026 209
    • November 2
    • Oktober 1
    • September 24
    • Juli 32
    • Juni 5
    • Mei 25
    • April 30
    • Maret 31
    • Februari 28
    • Januari 31
  • 2025 81
    • Desember 7
    • September 2
    • Agustus 6
    • Juli 29
    • Juni 28
    • Mei 9

Categories

  • civil engineering
  • architecture
  • dwg
  • construction
  • boq
Topik Teknik Sipil Arsip Blog
Beranda Label:civil engineering Shop Drawing Adalah: Pengertian, Fungsi, Pembuat, dan Alur Persetujuannya

Shop Drawing Adalah: Pengertian, Fungsi, Pembuat, dan Alur Persetujuannya

Titoreista November 05, 2026 Posting Komentar

Daftar Isi

Sampul Shop Drawing Adalah: lembar berkop S-03 R1 dengan stempel DISETUJUI dan rantai DED, shop drawing, as built
Posisi shop drawing di antara DED, pelaksanaan, dan as built drawing beserta pembuat, penyetuju, fungsi, dan waktunya

Posisi shop drawing di antara DED dan as built drawing dalam satu proyek.

Shop Drawing
PengertianGambar kerja detail yang dibuat kontraktor dari gambar kontrak (DED) sebagai acuan pelaksanaan
Arti IstilahGambar teknis lapangan, sering disebut gambar kerja
Dibuat OlehKontraktor atau subkontraktor
Disetujui OlehMK, konsultan pengawas, atau pemilik pekerjaan
Dibuat KapanSebelum bagian pekerjaan dikerjakan
FungsiMemperjelas detail, menyelesaikan perbedaan dokumen kontrak, dasar hitung volume, mencegah pekerjaan ulang
Isi UtamaKop gambar, skala, detail bagian konstruksi, elevasi, jenis material
Beda dengan DEDDED adalah rencana desain konsultan perencana; shop drawing lebih detail dan dibuat kontraktor
Beda dengan As BuiltAs built merekam hasil terpasang setelah pekerjaan selesai
JenisStruktur beton, struktur baja, arsitektur, MEP, sipil dan jembatan, material dan peralatan
Status PengajuanUmumnya: disetujui, disetujui dengan catatan, atau ditolak dan diajukan ulang

Shop Drawing Adalah: Pengertian, Fungsi, Pembuat, dan Alur Persetujuannya

Shop drawing adalah gambar kerja detail yang dibuat kontraktor atau subkontraktor berdasarkan gambar kontrak (DED), lalu diajukan dan disetujui MK, konsultan pengawas, atau pemilik pekerjaan sebelum pekerjaan dilaksanakan di lapangan. Istilah ini dipakai apa adanya dalam bahasa Indonesia dan sering dipadankan dengan gambar teknis lapangan atau gambar kerja. Artikel ini menjelaskan arti shop drawing, siapa yang membuat dan menyetujuinya, perbedaannya dengan DED dan as built drawing, alur persetujuan, isi dan penulisannya, jenisnya, serta kesalahan yang membuat pengajuan dikembalikan.

Ringkasan Singkat

  • Shop drawing adalah gambar kerja dari kontraktor, bukan gambar desain dari konsultan perencana.
  • Dibuat oleh kontraktor atau subkontraktor, disetujui MK, konsultan pengawas, atau pemilik pekerjaan.
  • Diajukan dan disetujui sebelum bagian pekerjaan itu dikerjakan.
  • DED menjawab apa yang direncanakan, shop drawing menjawab bagaimana kontraktor membangunnya, as built menjawab apa yang akhirnya terpasang.
  • Di lapangan hanya lembar berstatus disetujui dan berhuruf revisi terbaru yang dipakai.

Apa Itu Shop Drawing?

Shop drawing adalah gambar teknis lapangan yang dipakai sebagai acuan pelaksanaan pekerjaan. Gambar ini dibuat sebelum pekerjaan dimulai, memuat bentuk dan ukuran tiap bagian konstruksi secara jelas dan detail, dan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Dengan gambar ini, pelaksana diharapkan dapat bekerja hanya dengan melihat gambar tanpa harus terus bertanya ke kontraktor atau subkontraktor.

Sumber berbahasa Inggris merumuskannya dengan cara serupa. Jawaban untuk pertanyaan what is a shop drawing in construction adalah gambar atau dokumen yang menunjukkan bagaimana kontraktor akan memenuhi maksud desain dan dokumen kontrak. Di luar gambar, pengajuan sejenis juga dapat berupa katalog, data sheet, atau sampel material.

Shop drawing tidak dimaksudkan mengubah desain. Ia menurunkan DED menjadi gambar yang bisa dibangun. Setiap perbedaan dari dokumen kontrak yang muncul karena kondisi lapangan harus ditunjukkan dengan jelas, dan gambar yang hanya menyalin gambar konsultan tanpa tambahan detail pada dasarnya belum berfungsi sebagai shop drawing.

Shop Drawing Dibuat oleh Siapa dan Disetujui Siapa?

Shop drawing dibuat oleh kontraktor atau subkontraktor. Pada praktiknya, drafter kontraktor menyusun gambar dari rencana engineer, diperiksa oleh project engineer kontraktor, kemudian diajukan untuk disetujui sebelum dibagikan ke lapangan. Subkontraktor sering mengerjakan bagian khusus, tetapi kontraktor utama sebaiknya meninjau gambar mereka dulu agar sesuai dengan desain keseluruhan sebelum dikirim ke konsultan.

Penyetuju bergantung pada kontrak. Bahan ajar Universitas Esa Unggul menyebut manajemen konstruksi (MK), konsultan pengawas, atau pemilik pekerjaan, sedangkan spesifikasi teknis pada satu proyek gedung perguruan tinggi negeri menyebut persetujuan tertulis dari konsultan pengawas dan tim teknis, dan atau konsultan perencana.

Persetujuan tidak otomatis memindahkan tanggung jawab. Dalam kontrak berbasis AIA A201 yang dibahas majalah Consulting-Specifying Engineer, review engineer hanya memeriksa kesesuaian dengan dokumen kontrak, sedangkan ketepatan detail seperti dimensi dan kuantitas tetap tanggung jawab kontraktor. Spesifikasi teknis pada satu proyek gedung di Indonesia juga menyatakan bahwa biaya akibat salah hitung atau salah ukur menjadi tanggung jawab kontraktor. Cek klausul kontrak proyek Anda untuk ketentuan yang berlaku.

Fungsi dan Manfaat Shop Drawing

  • Memperjelas perbedaan dokumen: bila gambar kontrak, BQ, dan RKS tidak sama, perbedaan dibahas dalam rapat koordinasi dengan MK atau pemilik, lalu dituangkan pada shop drawing.
  • Dasar hitung volume: shop drawing menjadi dasar perhitungan volume pekerjaan yang dilaksanakan.
  • Acuan lapangan: bentuk, ukuran, elevasi, dan material tertulis jelas sehingga tim lapangan tidak menebak.
  • Mencegah pekerjaan ulang: kesalahan terdeteksi di atas kertas sebelum menjadi pembongkaran yang menambah waktu dan biaya.
  • Koordinasi antar disiplin: struktur, arsitektur, dan MEP dicocokkan pada satu rujukan bersama sebelum dikerjakan.
  • Penelusuran: bila terjadi kesalahan, penyebabnya dapat ditelusuri dari nomor gambar dan huruf revisi.

Perbedaan DED, Shop Drawing, dan As Built Drawing

Ketiganya sering tertukar karena sama-sama disebut gambar kerja. Perbedaan shop drawing dan as built drawing maupun DED terletak pada pembuat, waktu, dan tujuan. DED adalah rencana dari perancang, yang pada banyak proyek juga dikenal sebagai gambar bestek dan menjadi bagian dokumen kontrak. Shop drawing adalah gambar kerja dari kontraktor yang disetujui sebelum dipakai. As built drawing adalah gambar hasil pekerjaan yang sudah terpasang.

AspekDED / gambar kontrakShop drawingAs built drawing
PembuatKonsultan perencanaKontraktor atau subkontraktorKontraktor
Diperiksa / disetujuiPemilik proyekMK, konsultan pengawas, atau pemilikKonsultan pengawas dan atau perencana
WaktuSebelum tender dan pelaksanaanSebelum bagian pekerjaan dikerjakan, terutama bila kondisi lapangan belum tertuang atau ada perubahanSetelah pekerjaan terlaksana
IsiRencana seluruh lingkup pekerjaan, tidak harus sangat detailDetail bentuk, ukuran, elevasi, material, dan kondisi aktual lapanganPekerjaan terlaksana dengan posisi aktual, termasuk penyimpangan dari gambar pelaksanaan
FungsiDasar tender dan kontrakAcuan membangun di lapanganDokumentasi hasil akhir untuk penyerahan pekerjaan

Gambar 1 memperlihatkan satu elemen yang sama pada tiga tahap: sleeve pipa Ø100 pada pelat lantai. Pada DED, sleeve hanya ditandai dan merujuk ke gambar MEP. Pada shop drawing, posisinya dikunci dengan jarak 600 mm dari as A dan 450 mm dari as 1, ditambah tulangan tambahan di sekeliling bukaan dan rujukan detail. Setelah pekerjaan selesai, as built merekam posisi hasil ukur, misalnya bergeser 40 mm, lengkap dengan tanda revisi.

Perbandingan DED, shop drawing, dan as built untuk sleeve pipa pada pelat lantai: koordinat, tulangan tambahan, dan deviasi
Gambar 1. Satu elemen pada tiga tahap dokumen. Ilustrasi sederhana dengan angka contoh, bukan data proyek.

Singkatnya, DED menjawab apa yang direncanakan, shop drawing menjawab bagaimana kontraktor akan membangunnya, dan as built menjawab apa yang akhirnya terbangun.

Alur Pengajuan dan Persetujuan Shop Drawing

Alur umumnya berjalan seperti berikut, dan Gambar 2 merangkumnya beserta percabangan hasil review.

  1. Susun gambar. Kontraktor menurunkan gambar kontrak, BQ, dan spesifikasi menjadi gambar kerja, dengan ukuran lapangan.
  2. Periksa internal. Engineer atau QC kontraktor mencocokkan gambar dengan kontrak sebelum diajukan.
  3. Ajukan resmi. Gambar dikirim ke MK atau konsultan pengawas dengan transmittal, lengkap dengan nomor dan revisi.
  4. Review. MK atau pengawas mengecek terhadap kontrak dan spesifikasi. Hal yang belum jelas ditanyakan ke perencana lewat RFI.
  5. Keputusan. Gambar disetujui, disetujui dengan catatan, atau ditolak dan diajukan ulang dengan revisi.
  6. Pelaksanaan. Pekerjaan di lapangan dimulai setelah gambar disetujui dan hanya memakai revisi terbaru.
Alur pengajuan shop drawing: susun, periksa internal, ajukan, review MK, lalu ditolak, disetujui dengan catatan, atau disetujui
Gambar 2. Alur pengajuan dan persetujuan shop drawing. Istilah status mengikuti form pengajuan di kontrak masing-masing proyek.

Jumlah dan istilah status berbeda antar proyek. Sebagai pembanding, panduan pemerintah kota Los Angeles memakai empat status: tanpa catatan, koreksi dicatat, ditolak dan diajukan ulang, serta diterima hanya untuk arsip. Pada status koreksi dicatat, koreksi itu juga harus tampil di as built drawing. Karena pekerjaan baru boleh dimulai setelah gambar disetujui, pengajuan perlu dijadwalkan lebih awal dari jadwal pelaksanaan bagian pekerjaan yang bersangkutan.

Pada proyek yang memakai cap basah, gambar yang menjadi acuan pelaksanaan adalah gambar yang telah dicap konsultan pengawas. Pekerjaan di lapangan kemudian diperiksa terhadap gambar tersebut oleh pengawas lapangan.

Isi Shop Drawing dan Penulisan yang Benar

Isi yang lazim mencakup kop gambar, skala yang benar, detail bagian konstruksi, dan keterangan seperti nama elemen, jenis material, elevasi, dan dimensi. Kop memuat nama pemilik, konsultan perencana, kontraktor, nama proyek, judul gambar, nomor gambar, dan halaman. Gambar 3 menunjukkan contoh kop dengan sembilan kolom yang paling sering ada, beserta cara membaca nomor gambar.

Kop gambar shop drawing dengan sembilan kolom bernomor dan cara membaca nomor gambar S-03-R1 beserta kode disiplin
Gambar 3. Contoh kop gambar dan pola penomoran S-03-R1. Pola ini contoh, format sebenarnya mengikuti ketentuan proyek.

Penulisan shop drawing yang benar mengikuti format standar proyek, dan pada umumnya memenuhi hal berikut:

  • Judul gambar menyebut elemen atau bagian pekerjaan dan lokasinya, misalnya "Detail Penulangan Kolom K1 Lantai 2".
  • Nomor gambar konsisten, memuat kode disiplin dan urutan lembar, dilengkapi huruf atau nomor revisi.
  • Skala dan satuan tertulis, dan angka dimensi diutamakan daripada mengukur langsung dari gambar. Ukuran kertas standar ISO (misalnya A1 atau A3) tercantum di kop.
  • Elevasi, jenis material, dan mutu ditulis pada gambar, serta merujuk ke bagian spesifikasi yang relevan.
  • Perubahan dicatat pada tabel revisi dan ditandai pada gambar, misalnya dengan awan revisi.
  • Gambar tetap jelas saat dicetak atau difotokopi.

Sebagai pembanding internasional, National CAD Standard memakai kode huruf disiplin lalu angka, misalnya A-204 untuk lembar arsitektur elevasi ke-4, dan menyediakan kode Z untuk gambar kontraktor atau shop drawing. Di Indonesia tidak ada satu format tunggal, jadi format ditetapkan dalam dokumen kontrak atau pedoman proyek.

Paket pengajuan juga biasanya diawali lembar sampul atau transmittal yang mencantumkan proyek, bagian spesifikasi, item, revisi, dan tanggal. Setelah itu ada gambar bernomor, data produk bila ada, dan daftar deviasi dari dokumen kontrak jika memang ada. Inilah yang sering dimaksud orang ketika mencari cover shop drawing.

Jenis Shop Drawing Berdasarkan Pekerjaan

Shop drawing termasuk gambar konstruksi dengan isi yang berbeda menurut jenis pekerjaan, tetapi alur pengajuannya sama (Gambar 4).

Enam jenis shop drawing: struktur beton, struktur baja, arsitektur, MEP, sipil dan jembatan, serta material dan peralatan
Gambar 4. Enam jenis shop drawing yang paling sering diajukan di proyek konstruksi. Ilustrasi skematis, bukan gambar proyek.
  • Struktur beton: penulangan, bekisting, bar mark, dan Bar Bending Schedule (BBS) tiap elemen.
  • Struktur baja: fabrikasi profil, sambungan baut atau las, dan detail base plate.
  • Arsitektur: detail kusen, pintu, plafon, lantai, dan finishing.
  • MEP: rute pipa, duct, dan kabel, termasuk koordinasi agar tidak bentrok dengan struktur dan disiplin lain.
  • Sipil dan jembatan: potongan, detail tulangan, perletakan pada shop drawing jembatan, serta gorong-gorong atau box culvert.
  • Material dan peralatan: katalog, data sheet, dan sampel yang diajukan agar produk sesuai spesifikasi.

Cara Membuat Shop Drawing (Garis Besar)

Cara membuat shop drawing pada dasarnya berjalan dalam enam langkah berikut.

  1. Kumpulkan dokumen kontrak: gambar, BQ, RKS atau spesifikasi, dan berita acara rapat koordinasi.
  2. Cek kondisi lapangan: ukur dan catat hal yang belum tertuang pada gambar kontrak.
  3. Tentukan bagian yang perlu gambar kerja: pada banyak kontrak, shop drawing diwajibkan untuk tiap bagian pekerjaan dan untuk detail khusus yang belum lengkap.
  4. Gambar dengan CAD atau BIM: ikuti format standar proyek dengan software teknik sipil untuk CAD dan BIM.
  5. Koordinasikan antar disiplin dan catat deviasi: setiap perbedaan dari kontrak dinyatakan terang, bukan disembunyikan di dalam gambar.
  6. Periksa internal, lalu ajukan: kirim lengkap dengan transmittal dan perbaiki sampai disetujui.

Contoh Shop Drawing: Apa yang Perlu Terlihat

Lembar yang baik memperlihatkan hal yang tidak ada pada DED: koordinat atau dimensi yang sudah dikunci, nomor dan revisi, detail yang dirujuk, serta bukti persetujuan. Gambar 1 dan Gambar 3 di atas adalah contoh ilustrasi untuk pelat lantai. Contoh shop drawing lain mencakup lembar kolom beton, base plate baja, kusen pintu, dan koordinasi MEP. Pada struktur jembatan, contohnya mencakup notasi penulangan seperti 8D25 dan D13-150, Bar Bending Schedule, dan simbol callout.

Kesalahan yang Membuat Shop Drawing Dikembalikan

  • Menyalin DED: gambar hanya salinan gambar konsultan tanpa tambahan detail atau koordinat.
  • Tidak jelas bagian spesifikasinya: pengajuan tidak menyebut bagian spesifikasi yang dijawab sehingga reviewer tidak tahu acuannya.
  • Paket tidak lengkap: gambar dikirim sementara data produk atau sampel masih dikejar.
  • Tanpa transmittal: revisi tidak bisa dilacak beberapa minggu kemudian.
  • Deviasi tersembunyi: perbedaan dari dokumen kontrak diselipkan di gambar, bukan dinyatakan jelas.
  • Pengajuan ulang tanpa tanda revisi: perubahan tidak ditandai dan komentar sebelumnya tidak dijawab.
  • Tidak cocok antar disiplin: posisi bukaan, sleeve, atau tertanam pada struktur berbeda dengan gambar MEP atau arsitektur.

Kesimpulan

Shop drawing adalah gambar kerja detail dari kontraktor yang diturunkan dari DED dan disetujui MK, konsultan pengawas, atau pemilik pekerjaan sebelum bagian pekerjaan dikerjakan. Fungsinya menutup selisih antara rencana dan kenyataan di lapangan: memperjelas perbedaan dokumen, mengunci dimensi dan koordinat, dan mencegah pekerjaan ulang. Bedanya dengan DED adalah kedalaman detail dan pembuatnya, dan bedanya dengan as built adalah waktu dan tujuannya. Pastikan gambar yang dipegang berstatus disetujui dan berevisi terbaru.

Catatan: artikel ini panduan umum dengan contoh ilustrasi. Dokumen kontrak, spesifikasi, dan ketentuan proyek yang berlaku tetap menjadi acuan utama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Shop drawing itu apa?

Shop drawing adalah gambar kerja detail yang dibuat kontraktor atau subkontraktor dari gambar kontrak (DED) untuk dipakai sebagai acuan pelaksanaan. Gambar ini diajukan dan disetujui MK, konsultan pengawas, atau pemilik pekerjaan sebelum bagian pekerjaan dikerjakan.

Apa arti shop drawing dalam proyek konstruksi?

Shop drawing berarti gambar teknis lapangan atau gambar kerja yang menunjukkan bentuk, ukuran, elevasi, dan material tiap bagian konstruksi secara detail. Istilahnya dipakai apa adanya dalam bahasa Indonesia, dan dalam bahasa Inggris pun disebut shop drawing.

Bagaimana cara membuat shop drawing?

Garis besarnya: kumpulkan dokumen kontrak, cek kondisi lapangan, gambar dengan CAD atau BIM sesuai format proyek, koordinasikan antar disiplin dan catat deviasi, lalu periksa internal dan ajukan sampai disetujui. Langkah rincinya, pilihan software, dan standar penamaan layer serta file dibahas di artikel khusus tentang cara membuat shop drawing.

Shop drawing dibuat oleh siapa?

Shop drawing dibuat oleh kontraktor atau subkontraktor. Drafter kontraktor menyusunnya dari rencana engineer, diperiksa project engineer kontraktor, lalu diajukan untuk disetujui sebelum dibagikan ke lapangan.

Siapa yang menyetujui shop drawing?

Penyetujunya adalah MK, konsultan pengawas, atau pemilik pekerjaan, dan pada beberapa proyek juga konsultan perencana atau tim teknis. Siapa yang berwenang menyetujui ditentukan oleh dokumen kontrak dan spesifikasi proyek.

Apa beda shop drawing dan as built drawing?

Shop drawing dibuat sebelum pekerjaan sebagai acuan pelaksanaan dan harus disetujui lebih dulu, sedangkan as built drawing dibuat setelah pekerjaan selesai untuk merekam kondisi yang sebenarnya terpasang, termasuk penyimpangan dari gambar pelaksanaan.

Apa beda DED dan shop drawing?

DED (Detail Engineering Design) adalah rencana desain dari konsultan perencana dan menjadi bagian dokumen kontrak, tidak harus sangat detail. Shop drawing dibuat kontraktor dari DED dan lebih detail, karena memuat koordinat, dimensi terkunci, serta penyesuaian kondisi lapangan.

Apakah shop drawing wajib dibuat?

Hal ini ditentukan dokumen kontrak dan spesifikasi. Pada banyak proyek kontraktor diwajibkan membuat shop drawing untuk setiap bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan dan untuk detail khusus yang belum lengkap pada gambar kerja, dan pekerjaan baru dimulai setelah gambar disetujui.

Apa isi kop atau cover shop drawing?

Kop gambar biasanya memuat nama pemilik, konsultan perencana, MK, dan kontraktor, nama proyek, judul gambar, nomor gambar, revisi, skala, ukuran kertas, tanggal, serta kolom paraf dan status persetujuan. Paket pengajuan juga diawali lembar sampul atau transmittal.

Bagaimana penulisan shop drawing yang benar?

Ikuti format standar proyek: judul gambar yang jelas, nomor gambar dan huruf revisi yang konsisten, skala dan satuan tertulis, elevasi dan material tercantum, serta perubahan dicatat pada tabel revisi dan ditandai pada gambar. Gambar juga harus tetap jelas saat dicetak atau difotokopi.

Apa bedanya shop drawing dengan soft drawing atau softcopy gambar?

Shop drawing menunjuk jenis gambarnya, yaitu gambar kerja yang disetujui sebelum dikerjakan. Softcopy atau hardcopy menunjuk bentuk berkasnya. Satu shop drawing bisa diserahkan dalam bentuk keduanya.

Referensi

  1. Universitas Esa Unggul. Manajemen Desain 6: Shop Drawing dan As Built Drawing. https://bahan-ajar.esaunggul.ac.id/dir308/wp-content/uploads/sites/1750/2020/01/Manajemen-Desain-6.pdf
  2. Universitas Pembangunan Jaya. Slide CVL109, Slide 11 (perbandingan gambar DED, shop drawing, dan as built drawing). https://mail.ocw.upj.ac.id/files/Slide-CVL109-CVL109-Slide-11.pdf
  3. Universitas Jenderal Soedirman, PPID. Spesifikasi Teknis Pembangunan Gedung Pendidikan Fakultas Peternakan, 2023. https://ppid.unsoed.ac.id/pbj/doc/fapet2023/II.3.%20Spesifikasi%20Teknis-Pemb%20Gd%20Pend%20FAPET.pdf
  4. Pinhome. Kamus Istilah Properti: Shop Drawing. https://www.pinhome.id/kamus-istilah-properti/shop-drawing/
  5. City of Los Angeles, Bureau of Engineering. Project Delivery Manual, 16.1 Shop Drawings. https://projectdeliverymanual.engineering.lacity.gov/chapter-16-construction-management-procedures/161-shop-drawings
  6. Consulting-Specifying Engineer. Shop Drawing Review: What Does the Contract Say? https://www.csemag.com/shop-drawing-review-what-does-the-contract-say/
  7. Designing Buildings. Purpose of shop drawings and why do we need them? https://www.designingbuildings.co.uk/wiki/Purpose_of_shop_drawings_%26_why_do_we_need_them%3F
  8. Glasp. Ringkasan artikel "CAD Shop Drawings: What Every Contractor Must Know" (penerbit asli tidak disebutkan pada halaman ringkasan). https://glasp.ai/posts/23ffe38b-765e-48c1-8cc7-158d3260c97f
  9. ArchToolbox. Construction Document Sheet Numbers (National CAD Standard). https://www.archtoolbox.com/construction-document-sheet-numbers/
Berbagi
Titoreista
Titoreista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Baca Juga
POSTINGAN SEBELUMNYA: POSTINGAN SELANJUTNYA:

Posting Komentar untuk "Shop Drawing Adalah: Pengertian, Fungsi, Pembuat, dan Alur Persetujuannya"

About

Foto saya
Titoreista Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia
project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Ikuti
Logo Website

Site Information

  • About
  • Experience
  • Contact
  • Sitemap

Apps & Tools

CivilCalc in the Chrome Web Store — civil engineering calculators and tools
Al Quranahwu Primbon Calc on Google Play — civil engineering, geodesy, hydrology, and general calculators
  • Privacy Policy
  • Terms of Service
  • Disclaimer
  • DMCA
Copyright © 2026 Titoreista. All Rights Reserved.