Analisa Harga Satuan (AHSP) Pekerjaan Gorong-gorong Berdasarkan Diameter
Analisa Harga Satuan (AHSP) Pekerjaan Gorong-gorong Berdasarkan Diameter
Menyusun AHSP pekerjaan gorong-gorong (buis beton) berbeda dari elemen struktural biasa karena satuannya per meter panjang dan komponennya bergantung pada diameter. Artikel ini melengkapi Kalkulator Analisa Harga Gorong-gorong yang sudah ada di situs, dengan penjelasan metodologi penyusunan AHSP-nya mengikuti pendekatan AHSP Bidang PUPR yang berlaku saat ini.
Komponen AHSP Gorong-gorong
- Bahan: buis beton/pipa beton sesuai diameter rencana, pasir urug alas, dan material timbunan kembali.
- Upah: pekerja, tukang batu/pasang, dan mandor untuk pekerjaan galian, pemasangan, dan penimbunan.
- Alat: alat bantu pemasangan (tripod/katrol untuk diameter besar), dan alat berat bila diperlukan (excavator untuk galian dalam).
Spesifikasi teknis buis beton sendiri (dimensi, tebal dinding, syarat mutu) mengacu SNI 03-6367-2000 tentang Spesifikasi Pipa Beton untuk Air Buangan, Saluran Peluapan dan Gorong-gorong. Saat membeli buis beton, pastikan produsen mencantumkan kesesuaian SNI ini, bukan hanya mencantumkan diameter — dua produk dengan diameter sama bisa punya tebal dinding dan mutu beton berbeda, yang memengaruhi harga bahan sekaligus daya dukungnya menahan beban timbunan di atasnya.
Rumus Umum AHSP per Meter Panjang
Koefisien bahan untuk buis beton biasanya dinyatakan dalam satuan buah per meter (mengikuti panjang standar buis beton, umumnya 100 cm per buah), sedangkan koefisien upah dan alat dinyatakan dalam OH (orang-hari) atau jam kerja per meter pekerjaan.
Contoh Struktur AHSP (Ilustratif)
| Uraian | Satuan | Koefisien (indikatif) |
|---|---|---|
| Buis beton diameter 60 cm | buah | 1,00 |
| Pasir urug alas | m³ | 0,05 |
| Pekerja | OH | 0,30 |
| Tukang pasang | OH | 0,15 |
| Mandor | OH | 0,02 |
Koefisien di atas bersifat ilustratif untuk menunjukkan struktur AHSP; nilai koefisien aktual harus mengacu pada buku AHSP daerah setempat atau Permen PUPR yang berlaku, karena dapat berbeda tergantung kondisi lokasi dan kedalaman galian.
Pengaruh Diameter terhadap AHSP
- Diameter lebih besar membutuhkan galian lebih lebar dan dalam, menaikkan koefisien upah galian per meter panjang.
- Buis beton diameter besar (≥80 cm) lebih berat, sering memerlukan alat bantu angkat (tripod/katrol) sehingga menambah komponen alat dalam AHSP.
- Kebutuhan pasir urug alas juga meningkat proporsional dengan diameter buis beton.
Kesimpulan dan Rekomendasi Engineer
Ringkasan: AHSP gorong-gorong disusun dari komponen bahan (buis beton sesuai SNI 03-6367-2000, pasir), upah (galian, pasang), dan alat, dengan koefisien yang meningkat mengikuti diameter. Rekomendasi praktis:
- Selalu gunakan koefisien AHSP daerah setempat mengacu Permen PUPR yang berlaku saat ini, bukan angka ilustratif, untuk penyusunan RAB resmi.
- Minta sertifikat/uji SNI buis beton dari pemasok, jangan hanya mencocokkan diameter secara visual.
- Perhitungkan kebutuhan alat bantu angkat untuk diameter besar sejak tahap perencanaan biaya.
- Sertakan biaya galian dan urugan kembali sebagai item terpisah agar AHSP lebih akurat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa perbedaan AHSP gorong-gorong dengan AHSP box culvert?
AHSP gorong-gorong (buis beton) dihitung per buah/meter dengan sistem sambung susun, sedangkan box culvert dapat berupa cetak di tempat (cast in situ) maupun pracetak dengan komponen bekisting dan tulangan yang lebih kompleks.
Mengapa koefisien AHSP berbeda antar daerah?
Koefisien AHSP daerah mempertimbangkan kondisi lokal seperti produktivitas tenaga kerja, harga material, dan kondisi medan setempat, sehingga nilainya bisa berbeda antara satu kabupaten/kota dengan lainnya.
Apakah AHSP sudah termasuk biaya urugan kembali?
Tergantung format AHSP yang dipakai; sebagian daerah memasukkan urugan kembali sebagai item terpisah, sebagian lain menyatukannya dalam satu AHSP pemasangan gorong-gorong.
Apakah regulasi AHSP PUPR sudah berganti nomor?
Ya. Regulasi yang berlaku saat ini adalah Permen PUPR No. 8 Tahun 2023 tentang Pedoman Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi, yang menggantikan Permen PUPR No. 28 Tahun 2016. Istilah "AHSP" tetap dipakai sebagai komponen inti perhitungan biaya dalam regulasi tersebut, meski judul resminya sudah berubah.
Apa standar yang mengatur spesifikasi buis beton itu sendiri?
SNI 03-6367-2000 tentang Spesifikasi Pipa Beton untuk Air Buangan, Saluran Peluapan dan Gorong-gorong mengatur dimensi, tebal dinding, dan syarat mutu buis beton. Pastikan produk yang dibeli sesuai standar ini, bukan hanya mencocokkan diameter.
Lihat Juga
- Cara Menyusun AHSP Bidang PUPR
- Koefisien Analisa Harga Satuan
- Perbedaan Box Culvert dan Buis Beton
- Dimensi Gorong-gorong dengan Rumus Manning
- Detail Gorong-gorong Buis Beton (DWG)
Referensi
- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Peraturan Menteri PUPR No. 8 Tahun 2023 tentang Pedoman Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
- Badan Standardisasi Nasional. SNI 03-6367-2000 tentang Spesifikasi Pipa Beton untuk Air Buangan, Saluran Peluapan dan Gorong-gorong.
- Ibrahim, H. Bachtiar. Rencana dan Estimate Real of Cost. Jakarta: Bumi Aksara.