Kuda-kuda Baja Ringan: Rumus, Model, dan Contoh Perhitungan
Kuda-kuda Baja Ringan: Rumus, Model, dan Contoh Perhitungan
Kuda-kuda baja ringan adalah rangka batang (truss) dari profil baja canai dingin yang memikul beban atap dan menyalurkannya ke dinding atau ring balok. Karena tiap batang tipis, rangka kuda-kuda baja ringan bekerja sebagai sistem segitiga yang idealnya hanya menerima gaya tarik atau tekan. Artikel ini menyajikan rumus kuda-kuda baja ringan (tinggi dan panjang rafter), model yang umum, cara menghitung beban dan gaya batang, serta satu contoh hitung lengkap yang seluruh angkanya diverifikasi dengan kode. Jarak antar rangka dibahas di jarak kuda-kuda baja ringan, dan ukuran per bentang di ukuran kuda-kuda per bentang.
Cara kerja kuda-kuda baja ringan dan istilah dasarnya
Kuda-kuda menerima beban dari reng dan penutup atap, menyalurkannya lewat batang atas yang tertekan, batang bawah yang tertarik, dan batang pengisi yang bergantian tarik atau tekan, lalu menumpukan reaksinya pada dinding atau ring balok. Istilah yang dipakai di artikel ini:
- Top chord (batang tepi atas): mengikuti kemiringan atap, umumnya tertekan.
- Bottom chord (batang tepi bawah): horizontal, umumnya tertarik.
- Web (batang pengisi): diagonal atau vertikal yang menghubungkan kedua chord.
- Titik buhul (simpul): pertemuan batang tempat gaya diseimbangkan.
- Bentang (B), sudut atap (α), overstek (o): jarak antar tumpuan, sudut bidang atap terhadap horizontal, dan bagian atap yang menjorok keluar dinding.
Pada baja ringan, kegagalan umumnya diawali tekuk pada profil tipis, bukan leleh. Uji sampai runtuh pada tiga tipe kuda-kuda di ITS mencatat elemen baja tidak leleh karena tekuk terjadi lebih dulu, dan uji skala penuh di UGM pada kuda-kuda Howe bentang 6 m (tinggi 1,73 m, 30°) berakhir dengan kegagalan di tumpuan dan batang tekan. Karena itu batang tekan dan sambungan tumpuan paling perlu diperiksa. Daftar komponen lengkap, sekrup, dan cara pasang ada di rangka atap baja ringan.
Model kuda-kuda baja ringan
Model yang paling sering dibandingkan untuk baja ringan adalah Fink, Howe, dan Pratt. Dalam studi UII yang menganalisis ketiganya dengan SNI 7971:2013, Fink termurah pada bentang 6 m dan 7,5 m, Howe termurah pada bentang 10 m, dan Pratt paling mahal di ketiga bentang.
| Model | Pola batang pengisi (web) | Catatan dari studi |
|---|---|---|
| Fink (rangka W) | Diagonal membentuk huruf W, tanpa batang vertikal | Termurah pada bentang 6 m dan 7,5 m; Fink dengan batang horizontal tambahan dilaporkan optimum pada studi UM |
| Howe | Diagonal naik ke arah puncak, dengan batang vertikal | Termurah pada bentang 10 m; Howe bentang 6 m (tinggi 1,73 m, 30°) diuji skala penuh di UGM |
| Pratt | Diagonal turun ke arah tengah, dengan batang vertikal | Paling mahal pada ketiga bentang studi (6; 7,5; 10 m) |
| Fan dan Scissors (gunting) | Konfigurasi khusus | Disebut dalam literatur sebagai tipe lain untuk baja canai dingin; konfigurasi mengikuti produk pabrikan |
Selisih biaya per rangka antara model termurah dan termahal pada studi itu kecil: 5,3% (6 m), 10,1% (7,5 m), dan 8,7% (10 m), dihitung dari data biaya yang dilaporkan. Selisih sekecil ini membuat bentuk plafon dan ketersediaan produk pabrikan sama pentingnya dengan biaya (kesimpulan penulis). Hasil studi berlaku untuk desain dan asumsi penelitinya, bukan aturan umum, dan pabrikan dapat memakai nama model yang berbeda. Ukuran profil per bentang ada di ukuran kuda-kuda per bentang.
Rumus kuda-kuda baja ringan: tinggi dan panjang rafter
Tinggi kuda-kuda adalah t = ½ × B × tan α dan panjang rafter satu sisi adalah r = ½ × B ÷ cos α, dengan B bentang dan α sudut atap.
t = tinggi kuda-kuda (m); r = panjang rafter satu sisi (m); B = bentang (m); α = sudut atap; o = overstek horizontal (m).
Contoh: B = 6 m dan α = 30° menghasilkan t = 1,73 m dan r = 3,46 m. Bila overstek horizontal o = 0,6 m, panjang rafter total (½B + o) ÷ cos α = 4,16 m, dengan bagian overstek miring 0,69 m. Tabel 2 memberi faktor untuk sudut lain.
| Sudut α | t ÷ B = ½ tan α | r ÷ B = ½ ÷ cos α | t untuk B = 6 m (m) | r untuk B = 6 m (m) |
|---|---|---|---|---|
| 20° | 0,182 | 0,532 | 1,09 | 3,19 |
| 25° | 0,233 | 0,552 | 1,40 | 3,31 |
| 30° | 0,289 | 0,577 | 1,73 | 3,46 |
| 35° | 0,350 | 0,610 | 2,10 | 3,66 |
| 40° | 0,420 | 0,653 | 2,52 | 3,92 |
Dua jebakan umum. Pertama, aturan "bentang × 0,35" (mis. bentang 8 m × 35 = 280 cm) pada sebagian artikel sah untuk α = 35°, karena ½ tan 35° = 0,350. Pada 30° faktor yang benar 0,289, sehingga bentang 8 m memberi tinggi 2,31 m, bukan 2,80 m (selisih 21%). Kedua, sebagian artikel menyebut r sebagai "kemiringan atap"; kemiringan adalah sudut α, sedangkan r adalah panjang miring. Satu artikel menulis perkalian dengan cos α, yang tampaknya salah ketik: panjang miring selalu lebih panjang dari proyeksinya, sehingga 3 m ÷ 0,866 = 3,46 m, bukan 3 m × 0,866 = 2,60 m.
Beban yang bekerja dan beban per kuda-kuda
Beban per kuda-kuda adalah beban tiap m² dikali luas atap yang ditumpunya, sehingga P = q × s × B ÷ cos α bila q dinyatakan per m² bidang atap miring.
P = beban pada satu kuda-kuda (kg); q = beban per m² bidang atap (kg/m²); s = jarak kuda-kuda (m); B = bentang (m); R = reaksi tiap tumpuan (kg).
- Beban mati (D): penutup, reng, rangka, dan plafon. Contoh dari produsen: atap metal ±5 kg/m² dan genteng keramik ±45 kg/m².
- Beban hidup (L): pekerja dan air hujan. Contoh di bawah memakai pekerja 100 kg terpusat, nilai yang dipakai skripsi berbasis PPPURG 1987; nilai desain mengikuti SNI 1727:2020.
- Beban angin (W): tekan dan hisap. Pada atap ringan, hisapan dapat menentukan; hitung per lokasi menurut SNI 1727:2020.
Jarak s mengikuti gambar kerja pabrikan. Produsen BlueScope Zacs menyebut jarak yang aman tidak lebih dari 1,2 m untuk Kanal C 0,75 mm; angka per jenis penutup ada di jarak kuda-kuda baja ringan.
q per m² bidang atau per m² proyeksi? Berat penutup pada PPPURG 1987 dinyatakan per m² bidang atap, sehingga luas yang dikalikan harus luas miring, yaitu luas horizontal dibagi cos α. Rumus ringkas "beban atap × jarak × setengah bentang" hanya benar bila q sudah per m² proyeksi horizontal. Memakainya dengan q per m² bidang membuat beban terlalu kecil sebesar (1 − cos α), yaitu 13,4% pada 30°.
| Sudut α | Pengali yang benar 1 ÷ cos α | Beban terlalu kecil sebesar (1 − cos α) |
|---|---|---|
| 20° | 1,064 | 6,0% |
| 25° | 1,103 | 9,4% |
| 30° | 1,155 | 13,4% |
| 35° | 1,221 | 18,1% |
| 40° | 1,305 | 23,4% |
Kesalahan satuan sama seriusnya. SNI 1727:2020 menyatakan beban dalam kN/m² dan kN, sedangkan praktik lapangan masih memakai kg.
| Besaran | Satuan lama | Satuan SNI | Konversi |
|---|---|---|---|
| Beban merata | kg/m² (kgf/m²) | kN/m² | 1 kg/m² = 0,00981 kN/m²; 1 kN/m² = 101,97 kg/m² |
| Beban terpusat | kg (kgf) | kN | 1 kg = 9,81 N = 0,00981 kN |
| Contoh benar | 45 kg/m²; 100 kg | 0,441 kN/m²; 0,981 kN | Tulis satuan di setiap langkah |
| Contoh keliru | — | 45 kN/m² (100 kali terlalu besar); 100 N untuk beban pekerja 100 kg (±10 kali terlalu kecil) | Periksa orde besaran hasil akhir |
Pembahasan beban lain ada di beban struktur bangunan, dan estimasi material di kebutuhan baja ringan per m².
Gaya batang dengan metode titik buhul
Metode titik buhul menuliskan ΣFx = 0 dan ΣFy = 0 di tiap simpul, dimulai dari simpul yang hanya punya dua gaya batang tak diketahui, dengan gaya tarik bernilai positif dan tekan negatif.
- Gambar rangka, beri nama simpul, dan tetapkan tumpuan (sendi di satu ujung, rol di ujung lain).
- Bagi beban reng dan penutup ke simpul atas.
- Hitung reaksi tumpuan dari keseimbangan seluruh rangka.
- Mulai dari simpul tumpuan: tulis ΣFy dan ΣFx untuk dua batang yang bertemu di sana.
- Pindah ke simpul berikutnya yang gaya tak diketahuinya tinggal dua; ulangi sampai semua batang terhitung.
- Cek: simpul terakhir (puncak) harus seimbang dengan sendirinya, dan hasilnya cocok dengan metode potongan.
Metode ini mengasumsikan sambungan sendi dan beban di simpul. Sambungan sekrup nyata bersifat semi-kaku, jadi hasilnya perkiraan awal, bukan pengganti analisis pabrikan.
Contoh perhitungan kuda-kuda baja ringan bentang 6 m
Pada contoh ini, mengganti atap metal (5 kg/m²) dengan genteng keramik (45 kg/m²) menaikkan semua gaya batang akibat beban penutup sembilan kali, dari 31 kg menjadi 281 kg pada batang atas yang paling tertekan.
ASUMSI CONTOH, bukan rekomendasi desain: B = 6 m; α = 30°; jarak s = 1,2 m; model Fink dengan empat segmen batang atas; q = 5 kg/m² dan 45 kg/m²; pekerja 100 kg di puncak; sendi di A dan rol di F; tanpa berat rangka, plafon, angin, dan faktor beban. Jarak 1,2 m dipakai agar kedua skenario sebanding; untuk keramik, contoh BlueScope memakai 0,6 m pada Kanal C 0,75 mm, jadi kecukupan profil pada 1,2 m harus dikonfirmasi pabrikan.
- Geometri. t = 1,73 m; tiap segmen batang atas 1,73 m. Panjang batang: batang atas 1,73 m (4 batang), batang bawah 2,00 m (3 batang), web 1,00 m (2 batang) dan 2,00 m (2 batang). Total profil per rangka 18,93 m.
- Beban per kuda-kuda. P = q × s × B ÷ cos α = 41,57 kg (q = 5) dan 374,12 kg (q = 45). Beban simpul: p = P ÷ 4 = 10,39 kg dan 93,53 kg di T1, T2, T3; P ÷ 8 di A dan F. Reaksi R = P ÷ 2 = 20,78 kg dan 187,06 kg.
- Titik buhul A. Gaya vertikal netto ke atas = R − P/8 = 1,5p. ΣFy: 1,5p + NAT1 sin 30° = 0, maka NAT1 = −3,000p (tekan). ΣFx: NAT1 cos 30° + NAB1 = 0, maka NAB1 = +2,598p (tarik).
- Titik buhul T1. Dua persamaan keseimbangan menghasilkan NT1T2 = −2,500p (tekan) dan NT1B1 = −0,866p (tekan).
- Titik buhul B1. ΣFy memberi NB1T2 = +0,866p (tarik); ΣFx memberi NB1B2 = +1,732p (tarik). Titik buhul T2 (puncak) seimbang dengan sendirinya: 2 × 1,25p − 2 × 0,75p − p = 0.
- Beban pekerja W = 100 kg di T2. Dengan metode yang sama diperoleh: batang atas −W, batang bawah +0,866W, web 0. Hasil seluruh kasus ada di Tabel 5.
| Batang | Panjang (m) | Koefisien × p | Penutup q = 5 | Penutup q = 45 | Pekerja 100 kg di puncak | Total q = 5 | Total q = 45 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Top chord A–T1 (sama T3–F) | 1,73 | −3,000 | −31,2 | −280,6 | −100,0 | −131,2 | −380,6 |
| Top chord T1–T2 (sama T2–T3) | 1,73 | −2,500 | −26,0 | −233,8 | −100,0 | −126,0 | −333,8 |
| Bottom chord A–B1 (sama B2–F) | 2,00 | +2,598 | +27,0 | +243,0 | +86,6 | +113,6 | +329,6 |
| Bottom chord B1–B2 | 2,00 | +1,732 | +18,0 | +162,0 | +86,6 | +104,6 | +248,6 |
| Web T1–B1 (sama T3–B2) | 1,00 | −0,866 | −9,0 | −81,0 | +0,0 | −9,0 | −81,0 |
| Web B1–T2 (sama T2–B2) | 2,00 | +0,866 | +9,0 | +81,0 | +0,0 | +9,0 | +81,0 |
Cek kewajaran: reaksi total RA + RF = P. Gaya batang bawah tengah juga bisa dicek dengan metode potongan: N = (R · 3 − P/8 · 3 − P/4 · 1,5) ÷ t = 0,75P ÷ 1,732 = 162,0 kg untuk q = 45, sama dengan Tabel 5.
Hasilnya: pada atap metal, pekerja 100 kg di puncak lebih besar daripada seluruh beban penutup per kuda-kuda (41,6 kg), sehingga batang atas menerima −131,2 kg dibanding −31,2 kg akibat penutup saja. Pada keramik, penutup menentukan: −380,6 kg. Posisi pekerja paling merugikan harus dicek di tiap simpul, dan hasil di atas adalah beban layan tanpa faktor beban. Langkah terakhir yang tidak dilakukan di sini adalah membandingkan gaya tarik dan tekan dengan kapasitas rencana profil, termasuk tekuk, dari tabel pabrikan atau SNI 7971:2013, karena memerlukan data penampang yang spesifik.
Rumus kuda-kuda baja ringan atap limas
Pada atap limas dengan kemiringan α sama di semua sisi, tinggi puncak h = ½ × b × tan α, panjang jurai = ½ × b × √(2 + tan²α), dan kemiringan jurai (tan β = tan α ÷ √2) selalu lebih landai daripada bidang atap utama.
proyeksi jurai = (b/2) · √2 | panjang jurai = √[ ((b/2)√2)² + h² ] = ½ · b · √(2 + tan²α)
a = panjang bangunan (m), b = lebar bangunan (m), a ≥ b.
Proyeksi horizontal jurai adalah diagonal persegi bersisi b/2 (garis putus-putus pada Gambar 4). Untuk bangunan 8 m × 6 m dan α = 30°: h = 1,73 m, bubungan 2,00 m, proyeksi jurai 4,24 m, panjang jurai 4,58 m, dan kemiringan jurai 22,2°. Jurai 4,58 m lebih panjang daripada rafter bidang utama 3,46 m dan lebih landai (22,2° dibanding 30°).
| Sudut α | Tinggi puncak h (m) | Rafter bidang utama (m) | Panjang jurai (m) | Kemiringan jurai β |
|---|---|---|---|---|
| 25° | 1,40 | 3,31 | 4,47 | 18,2° |
| 30° | 1,73 | 3,46 | 4,58 | 22,2° |
| 35° | 2,10 | 3,66 | 4,73 | 26,3° |
Secara struktur, studi limas baja di UNJ memodelkan kuda-kuda utama yang dibebani oleh kuda-kuda setengah dari arah tegak lurus, dan melaporkan model 3D menghasilkan berat lebih ringan daripada model 2D. Konfigurasi kuda-kuda jurai dan kuda-kuda setengah pada produk baja ringan ditentukan pabrikan; penulis tidak menemukan angka jarak umum yang bersumber untuk jurai.
Kesalahan umum dan checklist engineer
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah salah konversi beban, hanya menghitung beban penutup, dan memakai aturan jempol di semua sudut.
- Memakai q per m² bidang pada luas horizontal. Beban terlalu kecil 13,4% pada 30° (Tabel 3). Cek: hitung ulang P dari luas miring s × B ÷ cos α.
- Salah satuan. 45 kg/m² adalah 0,441 kN/m², bukan 45 kN/m² (Tabel 4). Cek: tulis satuan di setiap baris hitungan.
- Hanya menghitung beban penutup. Pada contoh atap metal, pekerja 100 kg melampaui total beban penutup (41,6 kg). Periksa juga hisapan angin menurut SNI 1727:2020.
- Menganggap batang tekan aman bila tegangan di bawah leleh. Tekuk datang lebih dulu; cek kapasitas tekan menurut SNI 7971:2013 atau tabel pabrikan. Periksa pula baut tumpuan: kesalahan pemasangannya disebut sebagai penyebab selisih hasil uji dan analisis di UGM.
- Memakai aturan jempol untuk semua sudut. "Bentang × 0,35" melebihkan tinggi 21% pada 30° (Tabel 2).
- Mengubah penutup atau jarak tanpa hitung ulang. Beban penutup berubah hingga sembilan kali pada contoh di atas; lihat jarak kuda-kuda baja ringan.
Kapan cukup hitung manual, kapan perlu pabrikan atau software
Hitung manual cukup untuk estimasi awal dan memeriksa angka dari pabrikan; pemesanan dan pemasangan harus memakai shop drawing pabrikan atau analisis insinyur.
| Situasi | Pendekatan | Dasar |
|---|---|---|
| Estimasi awal dan memeriksa angka dari pabrikan | Hitung manual seperti contoh di atas; hasilnya pembanding, bukan dasar pemesanan | Artikel ini |
| Rumah tinggal, atap pelana sederhana, produk berstandar | Minta shop drawing pabrikan dan periksa tebal profil minimum | BlueScope menyarankan gambar kerja dan kalkulator pabrikan |
| Bentang besar, atap limas dengan jurai, overstek besar, lokasi berangin | Analisis perangkat lunak (sebaiknya 3D) oleh insinyur struktur | Studi limas baja UNJ: model 3D menghasilkan berat lebih ringan daripada 2D |
| Penutup atau jarak diubah setelah desain | Hitung ulang dan minta revisi gambar kerja tertulis | Lihat jarak kuda-kuda baja ringan |
Gambar rinci sambungan dan tumpuan ada di detail kuda-kuda baja ringan, dan alat bantu estimasi di kalkulator rangka atap baja ringan.
Kesimpulan dan Rekomendasi Engineer
Kuda-kuda baja ringan dihitung dalam urutan geometri, beban, gaya batang, lalu kapasitas, dan angka akhirnya ditetapkan oleh pabrikan atau insinyur, bukan oleh hitungan manual.
- Hitung tinggi dan rafter dengan t = ½ B tan α dan r = ½ B ÷ cos α; jangan memakai aturan jempol untuk semua sudut.
- Pastikan q dan luas memakai acuan yang sama (bidang miring atau proyeksi horizontal) dan satuan yang konsisten.
- Periksa beban hidup dan angin, bukan hanya beban penutup, terutama pada atap ringan.
- Periksa batang tekan (tekuk) dan sambungan tumpuan, titik yang paling sering gagal pada uji.
- Konfirmasi tebal profil dan jarak ke pabrikan sebelum memesan; ubah penutup berarti hitung ulang.
Artikel ini merangkum sumber dan hitungan ilustrasi; ini bukan desain struktur. Desain final harus mengikuti gambar kerja pabrikan dan perhitungan insinyur berkompeten. Angka dari sumber luar dikumpulkan dari jurnal, skripsi, dan halaman pabrikan yang diakses pada 8 Oktober 2026; penulis tidak melakukan pengujian lapangan untuk artikel ini. Standar profil rangka baja ringan: SNI 8399:2017.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa itu kuda-kuda baja ringan?
Kuda-kuda baja ringan adalah rangka batang segitiga dari profil baja canai dingin yang memikul beban atap dan menyalurkannya ke tumpuan; tiap batang idealnya hanya menerima gaya tarik atau tekan.
Apa rumus tinggi kuda-kuda baja ringan?
Tinggi t = ½ × bentang × tan α. Contoh: bentang 6 m dan α = 30° memberi tinggi 1,73 m, dan panjang rafter satu sisi ½ × bentang ÷ cos α = 3,46 m.
Bagaimana menghitung beban per kuda-kuda?
P = q × s × B ÷ cos α, dengan q per m² bidang atap. Contoh B = 6 m, α = 30°, s = 1,2 m: atap metal 5 kg/m² memberi 41,6 kg dan keramik 45 kg/m² memberi 374,1 kg (hanya beban penutup).
Model kuda-kuda baja ringan mana yang paling hemat?
Pada studi UII dengan SNI 7971:2013, Fink termurah untuk bentang 6 dan 7,5 m, Howe termurah untuk 10 m, dengan selisih biaya antar model sekitar 5–10%. Hasilnya berlaku untuk desain studi itu, bukan aturan umum.
Berapa panjang jurai atap limas?
Panjang jurai = ½ × lebar × √(2 + tan²α). Contoh lebar 6 m dan α = 30°: 4,58 m, dengan kemiringan jurai 22,2°.
Apakah hitungan manual cukup untuk membangun atap?
Tidak. Hitungan manual berguna untuk memeriksa angka dari pabrikan; pemesanan dan pemasangan harus memakai shop drawing pabrikan atau analisis insinyur struktur.
Lihat Juga
- Jarak Kuda-kuda Baja Ringan: Atap Spandek & Genteng
- Kuda-kuda Baja Ringan Bentang 5–10 m: Ukuran & Profil
- Rangka Atap Baja Ringan
- Detail Kuda-Kuda Baja Ringan DWG
- Kalkulator Rangka Atap Baja Ringan
- Cara Hitung Kebutuhan Baja Ringan per m²
- Beban Struktur Bangunan
Referensi
- Badan Standardisasi Nasional. SNI 7971:2013 — Struktur baja canai dingin. Jakarta: BSN.
- Badan Standardisasi Nasional. SNI 8399:2017 — Profil rangka baja ringan. Jakarta: BSN.
- Badan Standardisasi Nasional. SNI 1727:2020 — Beban desain minimum dan kriteria terkait untuk bangunan gedung dan struktur lain. Jakarta: BSN.
- Departemen Pekerjaan Umum. Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (PPPURG) 1987.
- Pangestu, A. G. (2017). Analisis Biaya dan Kebutuhan Material Rangka Atap Baja Ringan terhadap Beberapa Bentuk Kuda-kuda. Skripsi, Universitas Islam Indonesia.
- Mashudi, I. A., Santoso, E., Nindyawati. Optimasi Bentuk Rangka Atap Struktur Kuda-Kuda Baja Canai Dingin. Jurnal Bangunan, Universitas Negeri Malang.
- Santoso, W. A. (2019). Studi Eksperimental Sambungan Sekrup dan Adhesive pada Struktur Atap Baja Ringan dengan Variasi Tipe Rangka Kuda-Kuda. ITS.
- Wibowo, H. L. Prediksi Kekuatan Struktur Truss 2D Komposit Baja Ringan-Kayu Laminasi. Universitas Gadjah Mada (ETD).
- Universitas Gadjah Mada (ETD). Analisis dan Pengujian Kekuatan Kuda-kuda Baja Ringan Profil Tipe C dengan Beban Statik.
- PT NS BlueScope Indonesia (BlueScope Zacs). “Pemasangan Rangka Atap Baja Ringan yang Harus Diperhatikan” (Tanya Ahli).
- Perbandingan Berat Kuda-Kuda Baja Atap Limas Menggunakan Aplikasi SAP 2000, 2 Dimensi dengan 3 Dimensi. Jurnal Menara, Universitas Negeri Jakarta.
- Abris Grup. “Rumus Kuda Kuda Baja Ringan yang Benar dan Menghitungnya”.
- 99 Indonesia. “Rumus Kuda Kuda Baja Ringan dan Cara Menghitungnya dengan Benar”.
- Skripsi Universitas Semarang, Bab IV (pembebanan berdasarkan PPPURG 1987, beban pekerja 100 kg).
- Kepuh Kencana Arum. “Perhitungan Kuda Kuda Baja Ringan yang Aman dan Akurat”.
- Pinhome. “Cara Menghitung dengan Rumus Kuda-Kuda Baja Ringan”.
- Setiawan, A. Perancangan Struktur Baja. Jakarta: Erlangga.
- Schodek, D. L. Struktur. Jakarta: Erlangga.