Standar Kualitas Air Bersih Menurut Permenkes
Standar Kualitas Air Bersih Menurut Permenkes
Air yang dipakai untuk keperluan sehari-hari harus memenuhi standar kualitas agar aman bagi kesehatan. Di Indonesia, mutu air diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), yang menetapkan batas untuk parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi. Artikel ini menjelaskan ketiga kelompok parameter tersebut dan batas kadar yang diperbolehkan.
Pemenuhan kualitas air melengkapi perancangan kapasitas tandon dan sistem distribusi air.
Air Bersih dan Air Minum
Secara umum, air bersih adalah air yang memenuhi syarat untuk keperluan higiene sanitasi (mandi, cuci), sedangkan air minum harus memenuhi syarat lebih ketat karena dikonsumsi langsung. Keduanya diatur dalam peraturan kesehatan yang berlaku.
Parameter Kualitas Air
Parameter Fisik
Meliputi kekeruhan, warna, bau, rasa, total zat padat terlarut (TDS), dan suhu. Air yang baik tidak keruh, tidak berwarna, serta tidak berbau dan berasa.
Parameter Kimia
Meliputi pH, kandungan besi (Fe), mangan (Mn), kesadahan, nitrat, dan zat kimia lain. Kelebihan besi dan mangan, misalnya, menimbulkan noda dan rasa logam.
Parameter Mikrobiologi
Meliputi bakteri indikator seperti E. coli dan total coliform. Untuk air minum, kandungan bakteri ini idealnya nol per 100 mL.
Batas Parameter (Indikatif)
| Parameter | Batas indikatif |
|---|---|
| Kekeruhan | ≤ 3 – 5 NTU |
| TDS | ≤ 300 – 500 mg/L |
| pH | 6,5 – 8,5 |
| Besi (Fe) | ≤ 0,3 mg/L |
| Mangan (Mn) | ≤ 0,1 mg/L |
| E. coli / coliform | 0 per 100 mL |
Nilai indikatif; gunakan batas resmi pada Peraturan Menteri Kesehatan yang berlaku saat ini.
Kesimpulan dan Rekomendasi Engineer
Ringkasan: kualitas air dinilai dari parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi sesuai Permenkes. Rekomendasi praktis:
- Lakukan uji laboratorium air, terutama untuk sumur dan sumber air baru.
- Bila besi/mangan tinggi, terapkan pengolahan (aerasi, filtrasi) sebelum dipakai.
- Selalu rujuk batas pada peraturan kesehatan terbaru karena dapat diperbarui.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa saja parameter kualitas air bersih?
Parameter kualitas air dikelompokkan menjadi fisik (kekeruhan, warna, bau, rasa, TDS), kimia (pH, besi, mangan, nitrat), dan mikrobiologi (E. coli dan coliform).
Apa perbedaan air bersih dan air minum?
Air bersih memenuhi syarat untuk higiene sanitasi seperti mandi dan cuci, sedangkan air minum memenuhi syarat lebih ketat karena dikonsumsi langsung.
Berapa batas pH air yang baik?
pH air yang baik umumnya berada pada rentang 6,5 hingga 8,5 sebagai nilai indikatif menurut acuan kesehatan.
Mengapa kandungan bakteri coliform harus nol?
Karena keberadaan coliform dan E. coli menandakan kontaminasi tinja yang berisiko menimbulkan penyakit, sehingga untuk air minum idealnya nol per 100 mL.
Lihat Juga
- Cara Hitung Kapasitas Tandon Air
- Sistem Distribusi Air
- Tinggi Menara Air vs Tekanan
- Civil Engineering Adalah
Referensi
- Peraturan Menteri Kesehatan tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kualitas air.
- Peraturan Menteri Kesehatan tentang persyaratan kualitas air minum.
- Noerbambang, S. M. & Morimura, T. Perancangan dan Pemeliharaan Sistem Plambing. Jakarta: Pradnya Paramita.
- Badan Standardisasi Nasional. SNI tentang kualitas dan pengolahan air. Jakarta: BSN.